I Love You Jessica

I Love You Jessica
Menculik gadis yang sangat cerewet


__ADS_3

Satu bulan kemudian.


"Pantesan dah ngga keliatan kesini lagi, hmm kalau ada apa-apa ngga ngomong-ngomong sih." Cerca Bagas, dia membahas kenapa Aisyah sudah tidak pernah kelihatan batang hidungnya selama ini.


Faris hanya tersenyum, suasana hatinya sudah lebih baik dari sebelumnya. Mungkin ini sudah jalan Allah memisahkan mereka karena memang tidak berjodoh.


"Kok Mas kelihatannya biasa aja, ngga ada galon-galonnya dikit gitu. Bisa-bisanya ngga ngeh kalau dari kemarin-kemarin mas sudah bubaran..."


"Galau."


"Hem, iya Mas tempe maksudku."


"Tahuuuuu!!"


Bagas memang tidak pernah mencium bau-bau perputusan. Faris memang top. Seandainya dia terjun kedunia akting mungkin sudah mendapat banyak menyabet piala penghargaan. Kalau Bagas tidak bertanya, tentu Bagas tidak pernah tau.


"Trus aku harus guling-guling gitu? Tar disangka orang gak waras!" Jawab Faris terkekeh.


Bagas penasaran, "apa penyebabnya? Heheh kalau boleh tau. Kepo dikit boleh dong.."


"Ngga ada masalah, kita udah ngga cocok lagi jadi ngga bisa dilanjutkan." ngga mungkin kan buka aib seseorang. Faris juga memikirkan Aisyah. Aisyah sendiri juga pasti malu, buktinya sampai sekarang dia ngga pernah kelihatan lagi. Syukur-syukurin aja, ambil hikmahnya juga. Bulan ini lumayan tenang karena ngga ada yang merengek minta dinikahin.


"Jagain jodoh orang ya Mas, aku kok sedih ya mas. Wafer!"


"Baper, woy baperr."


"Hihihi..."


***


Seorang wanita dengan rambut pirang sedang berenang cantik dikolam rumahnya. Dimeja dekat kolam telah tersedia kelapa muda dan beberapa cemilan.

__ADS_1


Jessica sedang membayangkan dirinya berada dipantai karena sudah setahun ngga pernah mantai. Ngga takut kulit gosong, Jessica sudah berenang bolak-balik selama dua jam.


"Non udah non, ada tamu tar sore dilanjut lagi. Ini handuk sama bathrobenya bibik taruh disini ya?" Bibik Wena menaruh barang yang dibawanya di kursi.


Jessica yang mendengar teriakan bibi Wena langsung menghentikan aksi jungkir baliknya. "Iya bi, tunggu sebentar ya, tanggung."


Setelah beberapa menit menyelesaikan mandinya, Jessica ganti pakaian dan menuju teras dengan pakaian rumah dengan rambut yang masih basah. Terkesan begitu seksi.


Dilihatnya laki-laki berpostur tubuh tinggi berjaket hitam sedang membelakanginya diteras. Siapa dia? Kenapa bertamu kemari? Ada perlu apa?


Sebenarnya Jessica ragu, tapi tetap memberanikan diri bertanya, "ya, siapa disitu adaa perlu apa ya?"


Sejurus kemudian pria itu menoleh dengan gerakan sangat cepat langsung membungkam Jessica, menariknya keluar. Jessica kalang kabut tak bisa melakukan perlawanan karena gerakannya kalah cepat. Bibi yang ada didapur mendengar sayup-sayup nonanya berteriak tapi seperti ditahan.


Merasa ada yang ngga beres, bibi Wena segera berlari keluar. Namun naas, dilihatnya security yang sudah terkapar pingsan dan sendal nonanya yang tercecer tinggal sebelah sisi saja.


Menghubungkan apa yang terjadi didepan matanya, kemungkinan besar Jessica diculik pria yang tadi mengaku tamu. Astaga! Bibi merasa bodoh. Harusnya bibi jangan membiarkan nonanya sendiri.


***


Kesadaran Jessica mulai kembali, dia mengerjapkan matanya. Kepalanya terasa sangat pening entah karena apa, mungkin obat bius. Saat ini ia berada dikursi dengan tangan terikat kebelakang. Kaki juga diikat kencang, terasa kram karena darah yang mengalir tersendat tak lancar.


Pandangannya mengedar sekeliling ruangan. Tempatnya gelap, banyak barang-barang tak terpakai yang sudah lapuk. Lantai yang sangat kotor dan berserakan, lebih tepatnya gudang tua. Banyak kecoa, tikus dan hewan-hewan yang limbung dan terlihat sangat menjijikan. Beberapa kali Jessica berontak karena banyak gigitan nyamuk dikulit kapasnya.


Mata Jessica tertuju pada pintu yang terbuka, tampaklah dua orang wajah bertopeng mendekat. Tangannya dilipat menatap tubuh kecil yang sedang menangis.


Jessica tidak merasa takut pada dua orang itu, yang ditakutkan malah mati kelaparan karena sejak malam kemarin belum sempat makan. "Kalau mau nyiksa aku, beri aku makanan terahir. Aku lapar! Kalian ngga mau kan, aku jadi arwah penasaran?"


Dua algojo itu saling berpandangan bertanya dalam hening. Beberapa detik kemudian salah satu dari dua orang itu pergi meninggalkan Jessica.


Penasaran, apa motiv pelaku menculiknya, Jessica bertanya. "Hey jelek, kenapa aku ditangkap, salahku apa? Kalian mau uangku, aku bisa kasih berapapun yang kamu mau. Ngga usah pake culik-culik juga." Ucap Jessica ngga ada takut-takutnya.

__ADS_1


Laki-laki itu mendengus kesal dikatai jelek, "ngga perlu, saya sudah dibayar mahal. Bos saya menyuruh kami menculik nona karena nona menolak menikah dengan bos saya."


Mendengar pernyataan itu dahi Jessica semakin bingung? Siapa yang ngajakin Jessica menikah, rasa-rasanya ngga ada. "Siapa bos kalian?"


"Nanti dia akan kesini."


"Oke aku tunggu kedatangannya dengan senang hati." Jessica menggerutu, "dasar bodoh, turunan dajjal, ditolak menikah malah menculik. Bukannya memantaskan diri malahan berbuat keji, yang ada malah semakin menjauh. Hissh siapa yang mau sama orang yang suka nyulik-nyulik. Aku bisa potong burungnya kalau dia mau ngapa-ngapain aku."


Sang penculik menatap dengan sorot mata tajam. Dapat terlihat walaupun wajahnya bertopeng, sudah pasti sangat menyeramkan. "Diam Nona saya mendengarnya, saya bisa adukan ini kebos kami."


"Adukan aja ngga takut."


Makanan sudah datang, satu diantara dua algojo itu memberikannya pada Jessica.


"Buka talinya bodoh, mana bisa aku makan. Kalian pikir aku kucing yang langsung nyosor." Dua orang itu saling berunding, "cepat buka!" Ucap Jessica semakin memojokkan.


"Tidak bisa !! nanti Nona bisa kabur." Ucap laki-laki berbadan besar itu.


"Kalau kalian ngga buka nih tali, kalian aku sumpahin jomblo seumur hidup !!"


"Ahhh banyak ngomong nih cewek. Buka bro, biarin dia makanlah, berisik !!" Lebih tepatnya takut disumpah jomblo seumur hidup bikin ngga tenang. Ahirnya talipun dibukanya.


"Dasar botak ! Bodoh! Mana sendoknya? Gimana caranya aku makan? Tanganku kotor. Minumnya juga ngga ada, kalian ini !! Kalian manusia kan, memangnya cara makannya beda denganku? Minum aja ngga ada. Mainan hape aja teruuuss!! Nanti aku aduin sama bos kalian kalau aku nikah sama dia loh, biar kalian dipecat."


Apalagi ini? Astaagaa ini cewek berisik banget, kalau ngomong ngga cukup sedikit. Pusing mendengar cewek ini ngomong terus, satu orang itu kembali keluar mengambil sendok dan lakban untuk membungkam mulutnya setelah selesai makan.


Kondisi mulai lengang, sibotak satunya sedang fokus menelvon seseorang dengan posisi membelakangi. Jessica melepas tali yang mengikat kedua kakinya. Berjalan keluar dengan jalan yang mengendap-ngendap.


"KLOTAK!!"


"Hey!! Nona !!"

__ADS_1


To be continued.


__ADS_2