I Love You Jessica

I Love You Jessica
Mami egois


__ADS_3

"Nyeri ligamen saja Bu, tidak ada yang perlu dikhawatirkan, ini terjadi karena peregangan perut selama kehamilan. Ketika meregang, perut bisa sakit dan kram atau nyeri tajam yang terjadi pada satu atau kedua sisi perut bagian bawah. Nyeri ini sering terjadi biasanya saat bangun dari tempat tidur, bersin, batuk atau tertawa, dan ketika bergerak tiba-tiba. Betul begitu?"


"Iya dok, benar…" Jessica mengalihkan perhatiannya pada Mami. "Tuh kan Mi, bener nggak ada yang perlu dikhawatirkan. Mami sih, panikan."


"Iya nak, maklum… Mami pernah keguguran jadi trauma, kalau ada keluhan kaya gitu Mami kan langsung siaga takut kejadian itu terulang sama anak. Iya kan dok?"


"Iya tapi tetap berhati-hati ya Bu Jessica, tidak boleh terlalu lelah. Usahakan jangan membawa barang yang bobotnya terlalu berat. Minta dukungan suami ya Bu?"


"Baik dok,"


"Tapi untuk jenis kelaminnya belum bisa ketahuan. Dedenya malu kayaknya bu hehehe, susah dilihat. Kita coba minggu depan lagi ya!"


Jessica sedikit kecewa, tapi kemudian berpikir. Seminggu lagi bukan waktu yang lama. "Oke dok, minggu depan saya kesini lagi bareng suami saya."


***


"Mi, barang-barang belanjaannya udah banyak. Kita pulang yuk Mi?" Jessica merasa lelah, sepulangnya dari rumah sakit di ajak belanja oleh Maminya. Kebiasaan, Mami selalu selalu menghambur-hamburkan uang William.

__ADS_1


"Mi, kaki Jeje sudah bengkak… " ucap Jessica setengah menangis. Dia lantas menelvon Faris untuk menjemputnya karena Mami sibuk membeli barang tanpa mempedulikannya.


"Halo Mas Faris, tolong jemput aku. Kaki aku bengkak."


"Apa? Kamu ada dimana sekarang?" Terdengar suara panik dari Faris diseberang sana.


"Aku ada di Mall Pondok Indah."


"Ya Allah Je, kamu kenapa mau diajak kesana. Kamu nggak boleh jalan-jalan terlalu lama. Ya udah, Mas segera kesana."


Tibalah Faris di Mall tersebut, dia mencari-cari sosok istrinya yang beberapa menit lalu mengabarkan sedang duduk di cafe Victoria dekat pintu lobby. 


"Sayang!"


Jessica menoleh, terlihat Faris yang sedang sangat panik. Tidak peduli beberapa orang disana melihatnya. Faris menggendong istrinya keluar menuju lobby yang masih terparkir mobilnya di pinggir sana.


Faris benar-benar kesal dengan Mami mertuanya yang sudah meninggalkan Jessica sendirian. Tau begitu Faris tidak akan mengizinkannya pergi bersama tadi.

__ADS_1


"Jangan ulangi lagi!" Ucap Faris menoleh kesamping, mereka sudah berada di mobil yang tengah berjalan keluar dari pintu exit.


"Mas, aku nggak apa-apa cuma kram. Jangan marah sama Mami ya!" Jessica masih saja membela. Yang jelas, dia sangat menyayangi Maminya. Dia yakin suatu saat nanti Mami akan berubah.


"Kamu tahu nggak kalau kamu terus memaksakan diri mengikuti Mami?"


Jessica menggeleng.


"Itu bukan hanya membahayakanmu, tapi lebih tepatnya kalian berdua. Kalian hidupku," Faris menghela nafas lebih dalam. Dia menyadari telah bersuara lebih tinggi membuat Jessica agak ketakutan. "Jangan berbuat seperti ini lagi, aku mencintai kalian berdua." Faris menggenggam tangan Jessica dan mengelus perutnya.


"Nanti sampai rumah Mas pijit kakinya ya…"


"Iya Mas, maaf membuatmu khawatir."


"Nggak apa-apa sayang."


To be continued.

__ADS_1


__ADS_2