
"Sudahlah nak, kamu itu cantik dan seksi… pasti banyak sekali pria-pria yang mengantri untuk mendapatkanmu. Lupakan saja dia!"
Indira sedang membujuk anaknya yang tengah murung, sudah dua hari Jessica enggan keluar dari kamarnya. Pikirannya tertuju kepada Khizam. Bagaimana jika Mas Faris kerepotan mengurusnya, pasti Mas Faris membawa Khizam bekerja. Kasihan sekali anak sekecil dia harus menderita. Berapa banyak hati yang tersakiti karena masalah ini?
Jessica rindu mendekap bayinya. Jessica rindu pelukan hangat suaminya yang sudah membersamainya selama beberapa bulan belakangan ini...
Pagi ini, Jessica merasakan kesakitan dipayud*ranya karena ASInya yang terlalu banyak mengendap. Ya, Jessica memang masih menyusui bayinya. Kini dia harus membuangnya sia-sia.
"Seenaknya saja Mami berbicara seperti itu, apa maksudnya Mi? Menyuruh anak sendiri untuk bercerai. Itu kedengarannya sudah gak waras Mi, aku gak mau! Jeje akan tetap kembali kepada Mas Faris!"
"Apa segitu cintanya kamu dengan laki-laki itu! Coba kamu ingat lagi! Apa yang sudah kamu dapatkan dari dia ha? Gak ada! Kamu hidup miskin di rumah kecil yang kumuh!"
"Cukup Mi! Jessica lebih memilih hidup sederhana daripada hidup kaya tapi tidak bahagia, puas Mi? Sudah hancurkan hidup Jeje. Hidup Jeje hancur karena perceraian kalian.. dan sekarang, setelah kalian kembali, malah membuat Jeje semakin hancur. Kenapa Mi? Apa salah Mas Faris sama Mami? Kenapa Mami pengaruhi Papi untuk berbuat jahat sepertimu!"
"Karena ayah Faris telah menghancurkan hidupku!"
Deg!
Flashback
Indira adalah pacar gelap dari Handoko, kenakalan Indira pada saat remaja membuatnya sering bergaul dan melakukan sek* bebas. Sudah beberapa bulan belakangan Indira sering tidur bersama dengan Handoko. Tapi pada saat Indira memberi tahu tentang kehamilannya, Handoko menolak tegas karena Handoko sudah memiliki istri yang sebentar lagi juga akan melahirkan. Yaitu ibunda Faris bernama Arumi.
"Aku sedang hamil, tega kamu Han…" pinta Indira memohon pada laki-laki tampan didepannya.
"Aku bilang gugurkan kandunganmu!" Tegas Handoko. "Aku sebentar lagi juga akan punya anak. Bukannya aku sudah bilang, jangan harapkan aku. Aku hanya bermain-main saja."
__ADS_1
"Baj*ngan kamu Han! Kamu hancurkan hidupku. Aku sudah berikan semuanya ke kamu!"
"Aku tidak peduli! Kamu wanita murahan!"
Sering mendengar perkataan itu, Indira terlalu sakit hati. Dia berpikiran pendek dan mengeluarkan senjata dari balik jaketnya yang dia curi dari brangkas Papanya.
DORR!!
Sebuah timah panas meluncur tepat di bagian dada Handoko sehingga Handoko meninggal ditempat itu juga.
Arumi yang saat ini sedang hamil besar dirumahnya kaget saat mendengar suaminya meninggal karena ditembak oleh seseorang. Kejadian mengejutkan itu membuatnya mengalami preeklampsia, bayi bisa diselamatkan tapi tidak dengan dirinya. Keduanya, Handoko dan Arumi lalu dimakamkan bersamaan. Bayi malang yang lahir itu kemudian dititipkan kepada panti asuhan, karena om dan tantenya pada saat itu belum menikah.
Indira minum ****** obat penggugur kandungan yang dipesan lewat teman-temannya. Seminggu di rumah mengurung diri cukup untuk dia kembali seperto semula, lalu mulai beraktifitas seperti biasa lagi. Rupanya polisi tidak bisa mengungkap kejadian itu karena tidak ada bukti-bukti yang kuat. Wanita licik itu sangat pintar daripada ular.
Beruntung Jessica tidak menuruni kelakuan nakal Ibundanya.
Setelah bertahun-tahun menutupi borok, kesialan mulai terjadi saat pernikahan Jessica. Setelah Indira meneliti status Faris adalah anak dari Handoko dan Arumi, dia ingin segera cepat-cepat menyingkirkan Faris untuk mencegah kemungkinan yang terjadi kedepannya. Meskipun mengorbankan anak sendiri dan mempengaruhi William dengan berbagai fitnahnya.
Flashback off.
"Mami! Astaghfirullah… " Jessica memekik kaget saat mendengar perkataan dendam dari Indira. dia langsung berlari meneriaki William. "Papi!! Mami jahat Pih !! Mami jahat!" Racau Jessica gemetar.
"Diam kamu anak bodoh!" Indira berusaha mencekal pergelangan tangan Jessica, lalu Jessica menghempas tangan Maminya kasar. Jessica meraih kunci mobil yang berada di meja lalu ia segera berlari keluar.
"Ajudaaan! Ajudaaan!! Tangkap dia!!!" Teriak Indira. "William! William!!"
__ADS_1
William sedang pergi keluar entah kemana.
"Ada apa nyonya??" Ajudan lari tergopoh-gopoh mendengar teriakan Indira.
"Kalian itu bodoh! Kemana saja kalian? Tidur?? Kejar anakku dia kabur!!"
Ajudan mengejar Jessica yang sudah mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Hingga tiga puluh menit berlalu, mobil yang dikendarai oleh Jessica terus dikejar dari belakang.
"Ya Allah, tolong Jeje…" rintih Jessica masih berada didalam mobil. Saat ini kecepatan mobilnya sudah tidak terkendali lagi, berada diatas 100 km per jam.
"Ya Allah! Aaakkkhhhh!!" Pekik Jessica saat menyadari remnya blong.
BRUUUAAKKK !!! BLAAMM!!
Mobil Jessica menghantam pembatas jalan masuk kedalam jurang kedalaman dua puluh meter. Dan terjun ke dasar sungai, membuat semua ajudan gemetaran. Mereka lalu kabur tanpa kembali lagi karena ketakutan.
Beberapa jam kemudian, lokasi diberi garis polisi dan dilakukan pemeriksaan. Pada saat dibawah, polisi hanya dapat menemukan mobilnya saja. Tim sar gabungan berusaha mencari hingga menyelam kedalaman sungai. Tapi hingga saat ini korban belum juga ditemukan.
William syok dan masuk ke rumah sakit. Indira hanya bisa menangis menyadari kesalahan. Beberapa hari kemudian menyerahkan diri ke polisi mengakui semua perbuatannya.
.....
Besok ada POV Mas Faris.
Nantikan cerita selanjutnya.
__ADS_1