
"Jessicaaaaaaaa i love youuuuu!!" Faris berteriak saat berada di balkon hotel puncak Bogor. Senangnya Jessica sudah kembali bersamanya. Kali ini dia akan melakukan bulan madu kedua setelah sekian lamanya berpisah. Tapi sepertinya lumayan sulit karena mereka membawa bocah. Tapi tidak masalah. Bisa dilakukan saat nanti malam ketika Khizam sudah terlelap.
"Love you to!" Jawab Jessica mendusel kepada suaminya. Dia sudah rindu dengan dada bidang suaminya tempat dia biasa bersandar.
"Bunda.." terdengar suara kecil Khizam menghampirinya. Keduanya pun seketika melepas kemesraan mereka.
"Apa nak?"
"Gendong," rengeknya dan langsung disambut suka cita oleh Jessica. Keduanya langsung menciumi anak yang sempat malang ini dengan gemas. Mungkin bisa dibilang sedang Khizam sedang lengket-lengketnya dengan bundanya. Kasihan Faris melihatnya, sudah sampai seminggu ini Khizam tidak pernah sekalipun berpisah barang sedetik. Nempel terus layaknya perangko. Sampai tidur pun Faris seperti tidak punya kesempatan karena Khizam tidur di perut bundanya. Tapi malam ini mungkin tidak boleh gagal lagi, malu sama netizen. Pasti bisa, pasti berhasil, Faris menyemangati dirinya sendiri.
Semua masalah sudah selesai, seminggu kemarin mereka sudah mengunjungi Mami Indira. Didalam keterkejutannya Mami Indira banyak meneteskan airmata kepada Jessica. Putri semata wayangnya yang menjadi korban kejahatannya. Tapi dengan mudahnya Jessica dan Faris memaafkan Indira dan William berbaik hati mencabut laporannya. Etsss, tapi bukan untuk kembali. Mereka tetap hidup masing-masing. William tidak mau hidup bersama lagi, memaafkan sudah tapi kalau untuk menghapus luka sangatlah sulit. William membiarkan Indira hidup sendiri agar dapat memperbaiki semua kesalahannya.
Faris dan Jessica juga sudah menemui Aisyah dan orang tuanya. Mereka menjelaskan baik-baik kenapa lamaran ini gagal terjadi. Dan pada saat orang tua Aisyah melihat Jessica mereka semuanya mengerti dan melembut. Lagi pula orang tua Aisyah juga sudah sepakat untuk menjodohkannya dengan laki-laki pilihan mereka. Dan itu membuat kelegaan di hati Faris dan Jessica.
***
Faris memesan dua kamar yang connecting, satu tipe king, dan satu tipe queen. Saat ini Khizam berada di kamar sebelah, jam menunjukkan pukul sebelas malam. Makan malam, membersihkan diri, menidurkan Khizam juga sudah. Semua sudah beres. Tinggal menidurkan suaminya, pikir Jessica sambil terkekeh.
Sempat meragu sebelumnya apakah meninggalkan suami dalam kurun waktu yang lama statusnya masih sah? Kemarin, mereka mendatangi Ustadz setempat untuk menanyakan hal ini langsung. Sekalian berkonsultasi dengan beliau berbagai hal dalam berumah tangga supaya rumah tangga mereka bisa sakinah, mawaddah, warahmah.
"Begini Ustadz, istri saya pergi selama dua setengah tahun tanpa kabar. Dan saat ini istri saya sudah kembali, apakah status kita masih syah secara agama?"
"Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,"
Ustadz mulai menjelaskan.
"Sesungguhnya talak termasuk akad lazim, yang dia sah jika dijatuhkan oleh pihak suami. Karena itu tidak ada istilah talak otomatis, baik karena suami istri berpisah lama untuk bekerja, atau karena sudah tidak cinta, atau sebab lainnya. Selama suami tidak mengucapkan kata talak, cerai, pegat, atau ucapan semacamnya, maka tidak ada talak.
Imam Ibnu Baz menjelaskan, kapan seorang wanita bisa dianggap telah ditalak,
__ADS_1
تعتبر المرأة طالقاً إذا أوقع زوجها عليها الطلاق ، وهو عاقل مختار ليس به مانع من موانع الطلاق كالجنون والسكر ، ونحو ذلك . وكانت المرأة طاهرة طهراً لم يجامعها فيه أو حاملاً أو آيسة
Seorang wanita berstatus ditalak apabila
Suami menjatuhkan talak kepadanya
Ketika menjatuhkan talak, suami sehat akal, tidak dipaksa, tidak gila, tidak mabuk, atau semacamnya
Istrinya sedang suci (tidak sedang haid) dan belum digauli, atau sedang hamil, atau sudah menapause.
(Fatawa at-Talak Ibnu Baz, 1/35).
Oleh karena itu, semata berpisah lama – apapun sebabnya – tidaklah otomatis terjadi perceraian. Dalam Fatawa Syabakah Islamiyah dinyatakan,
مجرد غياب الزوج عن زوجته لا يحصل به الطلاق مهما طالت المدّة
Semata-mata berpisah antara suami dan istri, belum terjadi talak, meskipun waktunya lama. (Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 122967).
Perpisahan antara suami istri dalam waktu lama, sudah lazim terjadi sejak masa silam. Kebiasaan sahabat, tabiin yang berangkat perang, atau merantau belajar, atau merantau berdagang, biasanya dilalui dalam kurun waktu yang sangat lama.
Dalam sebuah keterangan yang diriwayatkan Baihaqi, dinyatakan,
كتب عمر إِلى أُمراء الأجناد في رجال غابوا عن نسائهم يأمرهم أن يُنفقوا أو يُطلّقوا، فإِنْ طلَّقوا بعَثوا بنفقة ما مضى
Umar radhiyallahu ‘anhu, mengirim surat kepada para pemimpin pasukan, memerintahkan untuk para suami yang meninggalkan istrinya, agar mereka memberikan nafkah atau mentalaknya. Jika mereka mentalak istrinya, mereka harus mengirim jatah nafkah selama dia tinggalkan dulu.
Ibnul Mundzir mengatakan bahwa surat ini shahih dari Umar bin Khatab.
(HR. Baihaqi dan dishahihkan al-Albani dalam al-Irwa’, 2158).
__ADS_1
Bahkan salah satu murid Imam Malik yang bernama Ibnul Qosim, beliau meninggalkan istrinya di Mesir, untuk belajar kepada Imam Malik di Madinah.
Berapa lama Ibnul Qosim berpisah dengan istrinya?
Kurang lebih selama 17 tahun. Berpisah dengan istrinya untuk belajar hadist kepada Imam Malik. Dan mereka tetap suami istri, meskipun itu perpisahan mereka tanpa komunikasi sama sekali."
***
Jessica melihat manik mata Faris yang terlihat berkaca. "Mas kenapa, kenapa sedih?"
"Mas bahagia sayang, terharu bukan sedih," Faris tak pernah bosan melihat wajah ayu istrinya. Betapa Tuhan baik padanya, Faris begitu terharu dan bersyukur karena Tuhan telah menyatukan kembali keluarga yang terpisah dan kembali utuh. "Kenapa kamu semakin cantik hm?"
"Gombal!"
Keduanya duduk di pinggiran ranjang. "Mas mau minum yang hangat?"
"Gak sayang, Mas sudah merasa hangat kok."
"Yakin?" Tanya Jessica menggoda.
Faris hanya mengangguk pelan, dia masih saja polos tidak tahu apa maksud dari pertanyaan istrinya.
Jessica berdiri tepat di hadapan Faris. Melepas kimono yang membalut tubuh seksinya. Faris hanya bisa menelan ludah susah payah, sudah lama dia tidak pernah merasakan sentuhan itu. Dan kali ini mungkin rasanya berbeda, rasanya baru melihat badan istrinya saja sudah panas dingin apalagi melakukannya?
Jessica mendekat, melangkahkan kakinya, duduk diatas paha Faris dengan posisi menempel seperti kodok. Dapat Faris rasakan bagian sensitifnya menekan saling bersentuhan. Tapi masih terhalang pakaian dalam keduanya. Seperti dulu, tidak ada yang berubah. Jessica yang selalu memulai terlebih dahulu. Dia paling bisa menyenangkan hati suami dan memuaskannya, dia paling suka berada diatas.
Dengan bismillah, Faris meniatkan dalam hati. Memeluk tubuh Jessica. Keduanya memejamkan matanya. Faris mulai mencium kening istrinya, lalu turun ke bibir memperdalam ciumannya. Sentuhan demi sentuhan bisa ia rasakan sangat menggelora, membuat keduanya melenguh sampai pada tahap penyatuan tubuh. Meleburkan segenap kerinduan yang ada. Nikmat sekali rasanya berbuka puasa. Mereka lalu tertidur dengan perasaan yang sangat bahagia.
...
__ADS_1
The end 😄🤗🤗🤗😍😍😍
Semoga banyak pelajaran yang bisa dipetik dari novel ini. Terimakasihku untuk para pembacaa...