
"Aisyah!" Pelukan terlepas paksa saat Faris mengetahui ada wanita itu diambang pintu. Hati Aisyah benar-benar remuk redam melihat pemandangan di depanya. Istri Faris telah kembali. Faris dan Jessica saling menatap bingung. Sedangkan Aisyah menguatkan diri untuk mendekat kepada Faris. Laki-laki yang dua minggu lalu berkata akan meminangnya.
Sudah sekian jam Aisyah dan keluarga menunggunya, ternyata benar ketika dia tekadkan untuk kemari. Acara ini dibatalkan...
Mati-matian Aisyah menahan air matanya walaupun sejujurnya kakinya pun sudah tidak mampu melangkah. Dia… akan kembali patah hati untuk kesekian kalinya oleh laki-laki yang sama. Salahnya dia terlalu berharap, salahnya dia terlalu mencintai. Sudah tau Faris tak kan pernah cinta padanya. Ya, ini salah dia sendiri. Salanya sendiri...
"Maafin aku Aisyah…" ucap Faris kemudian.
"Aku gak papa," Aisyah menatap Jessica dan tersenyum pedih, lalu keduanya lalu saling memeluk. Jessica mengerti luka yang tergores didalam hati Aisyah.
"Aku ikhlas dimadu Mas, aku rela berbagi." Ucap Jessica setelah melepas pelukan. Dilihatnya Aisyah sudah menggenang air mata. "Lakukanlah Mas, lamar dia!"
"Gak sayang! Mas gak mau, aku bukan nabi yang bisa adil. Aku hanya manusia biasa, dan aku hanya mencintaimu seorang."
Air mata Aisyah semakin luruh saat Faris dengan lantangnya berkata hanya mencintai Jessica. Ya, Aisyah tahu kan memang Faris mencintai Jessica dari dulu. Kenapa dia masih saja sakit hati kalau mendengarnya. Tapi setidaknya dia gagal dari sekarang daripada nanti setelah menikah. Akan ada banyak hal yang dipertaruhkan terutama hatinya sendiri.
__ADS_1
"Aisyah, maafkan aku. Harusnya aku gak datang." Jawab Jessica sendu. "Harusnya aku pergi saja…"
"Jessica! Kamu itu apa-apan ngomong kayak gitu. Khizam sangat membutuhkanmu, aku memang berniat untuk menjadi ibu sambung untuk Khizam tulus. Tapi jika kamu kembali aku merasa senang… aku gapapa, aku gapapa," Aisyah menjauhkan dirinya dan segera keluar dari kamar itu dengan masih berteriak 'aku gapapa' dan airmata yang terus mengalir.
***
Flashback dua setengah tahun yang lalu.
Dua orang ibu-ibu dan satu orang laki-laki kisaran umur empat puluh tahunan sedang menyaring pasir di sungai, karena memang sudah menjadi mayoritas pekerjaan mereka disana. Salah satu namanya Ibu Menik, dia terkejut saat mendapati tubuh manusia yang tersangkut di kayu-kayu potongan yang hanyut. Didekatinya wajah cantik rupawan yang masih terbalut hijab. Rupanya setelah di periksa keseluruhan denyut nadi masih ada, hanya saja nafasnya sudah terdengar melemah. Sang pemilik wajah cantik dan rupawan itu sudah terlalu banyak minum air. Dengan dibantu oleh satu temannya dan suaminya. Mereka memboyongnya ke pinggir sungai. Berbagai usaha mereka lakukan hingga air keluar dari mulutnya.
Setelah sampai di rumah, Bu Menik membalurkan banyak minyak penghangat dan membersihkan luka di kepalanya. Hingga Bu Menik mencukur semua rambutnya karena luka di kepalanya terdapat tiga tempat. Rupanya bukan cuma kepalanya, badannya juga banyak yang luka sayatan dan membiru karena terbentur dan apa saja. Beberapa hari kemudian ada peningkatan, Jessica sudah mau menelan makanan meski hanya sedikit. Tapi ketika ditanya siapa namanya, dimana tempat tinggalnya, kenapa dan gimana bisa seperti ini, Jessica hanya menggeleng. Dia lupa ingatan. Dan yang paling menyedihkan adalah saat ASI Jessica masih keluar. Bu Menik yakin saat saat itu si cantik masih mempunyai bayi. Tapi Bu Menik tak bisa berbuat apa-apa karena mengingat namanya pun sicantik tidak bisa.
Bu Menik sangat iba dengan kondisi cantik. Ya, beliau memanggilnya dengan nama cantik seperti orangnya. Sampai saat ini pun beliau masih memanggilnya seperti itu walaupun sudah tahu nama yang sebenarnya.
Kebetulan Bu Menik dan suaminya pasangan yang tidak punya anak, jadi sangat senang dengan kedatangan sicantik dan mereka merawat si cantik dengan baik. Layaknya anak sendiri. Mereka menganggap itu adalah jawaban dari doa-doa mereka.
__ADS_1
Saking sayangnya dengan sicantik dan takut kehilangan, mereka sempat menyembunyikan keberadaannya. Mereka sempat menutup-nutupi identitas Jessica. Hingga ingatan Jessica berangsur-angsur pulih, ternyata Bu Menik sudah tidak bisa lagi menahan Jessica pergi. Dua tahun lebih kebersamaan Bu Menik dan Jessica membuat Bu Menik benar-benar sangat merasa sedih dan kehilangan.
Flashback off.
"Tapi gak akan terjadi, Papi mengerti akan kebaikan dan ketulusan mereka. Papi akan memboyong Bu Menik dan suaminya ke dalam rumah ini." Kata William berucap tanpa beban. Rasa terimakasihnya begitu besar kepada Bu Menik telah menyelamatkan nyawa putrinya dan merawatnya dengan baik.
"Benarkah? Boleh Pi?" Jessica terkejut dengan pernyataan William.
"Why not. You are my everything!"
"Thank you so much Pi. You are the best my father! I love you! I love you…"
Keduanya saling memeluk kerinduan, setelah ini Jessica akan pergi ke kantor polisi untuk menemui Mami Indira. Jessica sudah sangat merindukannya.
***
__ADS_1
Besok lanjutin lagi ❤