I Love You Jessica

I Love You Jessica
Kamu wanita murahan, menjijikan


__ADS_3

Selesai solat maghrib berjamaah mereka kumpul lagi didepan televisi dengan berbagai cemilan. Jessica betah dimana-mana walaupun jelas ruangan itu sempit dan panas. Rupanya situasi seperti itu bukanlah hal baru bagi Jessica. Dia dapat menyesuaikan diri dimanapun.


Aisyah sudah ngibrit pulang duluan karena merasa cemburu. Jessica sih masa bodo sama itu, dia tipe cewe yang cuek dengan perasaan orang lain.


Faris tau Aisyah sedang cemburu. Sebagai laki-laki dia termasuk orang yang punya kepekaan tinggi. Tapi dia tidak ingin merusak suasana sekarang. Yang menurutnya sedang kedatangan tamu spesial.


Biar bagaimanapun selama ini dia dan Jessica sudah berteman baik dan banyak membantunya. Akan merasa tidak enak jika dia ditinggalkan begitu saja. Tau kalau Aisyah sedang merajuk, durasinya lama untuk merayu.


"Ini makanan apa ya Gas, Fa?" Tanya Jessica, jarinya menunjuk makanan yang ada ditoples kecil berbentuk oval.


Caca heran sendiri bosnya ini kok ngga kenyang-kenyang perasaan? "Memangnya belum kenyang apah Bu?"


Menatap kepada Caca, Jessica mengerucutkan bibir "kan cuma nanya..."


"Tapi mau coba kan?" Jawab Faris. "Itu namanya dodol..." mengambilkannya ditoples memberikannya pada Jessica, lalu Jessica mulai memakannya.


"Hmm ini enak."


"Mukamu international, tapi perutmu warung Jess.." Celetuk Bagas.


"Haaa... Haaa Haa.." tertawa mereka bersamaan.


Setelah beberapa menit mereka mengobrol, Jessica dan Caca pamit pulang karena taxi pesanannya sudah sampai depan kontrakan.


Jessica memakai sendalnya dipintu sambil berpamitan, "aku pulang dulu ya makasih atas jamuannya."


Faris dan Bagas menyalami Jessica, eghh tapi ada yang masih musuhan. "Yeee ! sombong amat, dasar karung!!" ucap Bagas pada Caca yang hanya bersalaman pada Faris. Bagas dilewatkan begitu saja.


Caca tidak mau kalah dan mengejek balik Bagas, "kamu tuh BAGASI mobil, bau apek !!" menjulurkan lidah, Bagas semakin dibuat kesal.


Yakin pada kesel-keselan, entar lama-lama jadi bucin lho? Kan biarpun bilang Caca gendut tapi dia itu cantik kok. Entar dibuatin judul film FTV "TERTIMPA BEBAN JADI CINTA/ BERATMU TAK SEBERAT RINDUKU. Wkwkkwwkwk.


Sebetulnya Faris sudah menawarkan diri untuk mengantarkan. Tapi mereka menolak, karena merasa sudah banyak merepotkan. Salah satunya sudah memporak-porandakan dapur dan ruang tamu mereka karena makan besarnya tadi.


Pandangan Faris tak berhenti memandang kendaraan itu sampai menghilang tepat dibelokan.


Begitu juga dengan Bagas yang masih berada disampingnya, "jangan CLBK."


"Apa itu CLBK?"


"Cuma liat beli kagak." Jawaban Bagas.

__ADS_1


Faris menyatukan alisnya, menatap Bagas dengan raut wajah masam.." Apa maksudnya?"


"Ya cewek itu!"


Sepertinya Faris mulai memahami maksud Bagas. "Kalaupun aku membeli, aku harus jual ginjal dulu baru bisa beli dia!"


Terdengar gelak tawa Bagas mendengar dia mau jual ginjal, "ginjal pria lokal laku."


"Jadi kapan Mas mau 'anu' sama Aisyah atau Jessica?" Faris melotot. Melihat expresi Faris, Bagas langsung menjelaskan. "Maksudnya mau nikahin yang mana?


Faris tersenyum "Ngga tau, terserah GustiAllah saja. Doakan yang terbaik buat aku yah Gas..." Bagas mengangguk pelan.


Bagas dan Faris duduk diruang tamu. Faris mulai menggeser layarnya menscroll sosial media. Melihat postingan-postigan teman-temannya. Beberapa detik kemudian, Bagas membuka suara "Tipe cowo idaman Jessica itu seperti apa?"


Mendengar pertanyaan Bagas, Faris tersenyum getir. Pasalnya, Faris pernah melihat Jessica beberapa kali jalan dengan pria bermobil mewah. Yang sudah pasti kaya, tampan dan bertubuh atletis. Ya. Yang dimaksud pria itu adalah Dave bryan. Apalah daya laki-laki miskin seperti dirinya yang tak punya apa-apa.


Sekarang Faris tau arti pertanyaan Bagas itu. Bagas menaruh perasaan lebih pada Jessica. Lalu, Faris menegaskan "mending mundur timbang loro ati."


"Kalau dipikir-pikir iya jugaa siih..."


"Kita lihat aja nanti, siapa jodoh pilihan Allah(eh author maksudnya) untuk kita."


***


Pagi ini dia mendatangi Faris dikontrakannya. Ternyata perempuan ini benar-benar mengerti situasi, dia datang setelah Bagas pergi bekerja. Mungkin agar lebih leluasa berbicara.


Kalau berduaan begini, yang ketiga adalah Aisyaitonirojim.


Benar-benar capek, punya Aisyah siwanita pencemburu. Faris merasa hubungannya sudah nggak sehat lagi. Itu sangat menyiksa dan membebaninya.


"Mas ngga masalah kalau harus nikahin kamu sekarang. Tempo lalu juga kita sudah bahas sama-sama kan? Masalahnya bukan pada Mas, tapi Pak Adam. Ayahmu. Beliau minta mahar yang banyak. Mas belum mampu."


Menghela nafasnya sebentar, dilihatnya muka Aisyah sudah bercucuran airmata.


"Kalau mau menikah denganku, Mas hanya bisa memberikannya secara sederhana. Tapi pak Adam menolak permintaanku. Kita ngga bisa menikah tanpa restu dari beliau. Paham disitu kan??"


Faris geram sendiri harus menjelaskan masalah itu berulang-ulang. Mengusap rambutnya kasar Faris berkata lirih "harus berapa kali mas jelaskan sih Aisyaaah..."


Tekad Faris sudah bulat tentang keputusan ini, daripada dia lama-lama darah tinggi. Wanita ini selalu bikin naik darah, ngamuk ya ngamuk lah. Bodo amat.


"Mas melepasmu Aisyah. Kalau keinginan Aisyah mau cepat-cepat menikah, nikahilah laki-laki yang sudah cukup secara finansial. Mas belum mampu. Tolong jangan buat mas tertekan lagi, Mas ingin bebas dari tekananmu!"

__ADS_1


Fiuuh... legaa.... Ahirnya keluar juga unek-uneknya selama ini. Apa-apaan, minta nikah kok maksa begitu, ngga tau diri. Faris berbalik badan menghembuskan nafas dalam-dalam agar merasa lebih baik. Entah bagaimana ekspresi Aisyah, tapi telinganya terus mendengar suara isakan.


"Aku memaksa mas nikahin aku karena aku takut kehilanganmu Mas. Tapi yang terjadi hari ini malah kamu mutusin aku... Hiks..."


Bukan Faris namanya kalau merasa tidak tega mendengar perempuan menangis. Niatnya langsung pergi malah ngga jadi. Diapun balik badan melihat dengan jelas bagaimana ekspresi Aisyah.


Tiba-tiba Aisyah mengulurkan tangannya. "Jangan seperti ini Aisyaaah.. " lirih Faris.


"Tolong nikahin aku gimanapun caranyaa...!" rengek Aisyah lagi. " Aku cinta banget sama kamu Mas, aku nggak sanggup kehilangan kamu..."


Aisyah menggenggam tangan Faris tanpa penolakan. Dia membawanya kedalam kamar Faris. Faris semakin dibuat bingung dengan kelakuannya.


Setibanya didalam kamar, Aisyah melepas hijabnya. Mata Faris membulat penuh melihat Aisyah senekat itu, "lihat aku mas, apa aku kurang cantik? Apa yang diberikan Jessica ke kamu sehingga kamu berpaling? Apakah tubuhnya? Aku harus bagaimana biar Mas ngga ninggalin aku. Aku siap memberikan itu, asalkan Mas selalu berada disampingku..."


"Apa yang kamu katakan Aisyah? Kamu kenapa jadi begini, kamu sudah gila. Pakai lagi kerudungmu !" Bentak Faris.


Aisyah tak mengindahkan bentakannya. Dia meraih tangan Faris lagi, Faris melotot saat Aisyah menempelkan tangannya pada payud*ranya. Sontak Faris langsung menepiskan tangannya dari tonjolan itu.


"Stop !! Kamu pikir, aku laki-laki bajing*n yang suka mempermainkan wanita, apalagi tubuhnya? Aku bukan laki-laki seperti itu!"


Setelah menerima penolakan, raut wajah Aisyah langsung berubah menjadi panik dan malu. Harga dirinya sudah jatuh seketika. Dia baru sadar dirinya telah berbuat seperti wanita kotor dan tukang penggoda. Habislah sekarang nama baiknya dihadapan Faris.


Tangan Faris mengepal kuat menahan amarah. Sikap Aisyah barusan menganggap rendah Faris. Demi author, Faris bukan laki-laki bejat.


"Kamu murahan Aisyah, kamu menjijikan!!" ucapnya berat tangannya menunjuk kebadan Aisyah. "Dengan seperti itu, aku jadi tau siapa diri kamu sebenarnya."


"Mas, hangan seperti ini... Huu..." Lirih Aisyah.


"Lalu harus seperti apa? Menikmatimu? Menidurimu? Seperti itu? Hah jawab !!"


Aisyah semakin terisak "Aku melakukan ini karena aku sangat mencintai dan mendambamu Mas..."


"Cintamu tidak membawa dirimu kemana-mana selain jurang kenistaan." Faris menghela nafasnya "cintailah orang sewajarnya saja, jangan pernah korbankan dirimu demi seorang laki-laki. Kamu akan sangat menyesal nantinya."


"Kita sampai disini !!"


Deg !


"Mas.... Aku mohon, jangan tinggalin aku... Masss....! Aku mencintaimu.. Huu... Hiikkss...."


Faris langsung pergi meninggalkan Aisyah sendiri. Tak peduli Aisyah yang terus memanggil-manggil namanya. Namun lambat untuk mengejar karena Aisyah membenahi baju dan kerudungnya.

__ADS_1


....


To be continued.


__ADS_2