I Love You Jessica

I Love You Jessica
Kotak sedang berisi hadiah


__ADS_3

"Jessicaaa! Kamu kemana sih..." Gumam Faris. Walaupun hari ini Faris bekerja, tapi otaknya memang ngga bisa kemana-mana. Memikirkan Jessica belum ditemukan, apalagi belum adanya kabar tentang dia membuatnya merasa gila. Ngga enak makan, ngga nyenyak tidur.


Ditepuk pundaknya dari belakang, "Mas salah jalur, putar balik!" Ucap penumpang, baru menyadari jalan yang dilewatinya salah.


Faris merasa tidak enak sendiri, inilah akibatnya jika kurang profesional. Nyampurin urusan pribadi kepekerjaan, bikin malu saja. "Maaf kak, saya putar balik dulu ya..."


Namun bukannya marah malah sipenumpang menyuruhnya menenggak galon. "Iya ngga apa-apa mas. Mungkin masnya lagi nggak fokus, minum galon ya mas.." Goda sipenumpang.


"Hehehe, Terimakasih aqua saja mbak, kalau galon takut ngga bisa nelen." Balas Faris.


***


Suapan demi suapan Faris lakukan untuk mengisi perutnya, rasanya hambar tak berselera. Untung Bagas belum pulang dari perkerjaannya, kalau tidak Faris sudah habis diceramahi sepanjang dua puluh ribu bab karena susah sekali makan, sejak empat hari hilangnya Jessica.


Kalau dia seorang indigo pasti sudah tau dimana letak keberadaan Jessica saat ini. Atau kantong doraemon barangkali.


Beberapa menit kemudian...


Baru saja Faris menerima telvon dari Caca bahwa Jessica sudah pulang kerumah dalam keadaan sehat walafiat. Faris mengulum senyum bahagia, segera bergegas menyambar kunci mobil dan menuju ke rumah Jessica.

__ADS_1


Selama diperjalanan, perasaannya semakin membuncah karena wanita yang ahir-ahir ini menghiasi hari-harinya sudah kembali. Dengan selamat pula. Faris menengok kesamping duduk kemudinya. Dilihatnya benda kotak berukuran sedang, dia persiapkan untuk Jessica. Semoga bermanfaat, pikirnya.


***


Memasuki rumah Jessica, Faris merasa grogi. Debaran jantungnya sudah tak karuan rasanya seperti mau melompat keluar dari sarangnya. Faris kurang percaya diri membawa kotak itu untuk diberikan kepada Jessica.


Digerbang, security mempersilahkan masuk. Security sudah kenal betul bahwa Faris termasuk teman dekat majikannya. Mudah baginya memasuki rumah itu, tidak seperti orang lain yang harus meninggalkan KTP. Belajar dari kejadian penculikan kemarin.


Faris berjalan menuju kepintu depan yang memang sedang kondisi terbuka, lalu mengucapkan salam.


"Assalamualaikum..."


Mata Faris mengedar keseluruh ruangan. Disana ternyata sudah banyak keluarga yang berkumpul, mulai dari Jessica, mami papinya, Caca, sahabat-sahabatnya, juga satu lagi yang paling mengejutkan. Bagas!


Astaga, bisa-bisanya dia sudah sampai disini ngga bilang-bilang. Hmm ngga salah lagi, pasti ngapelin Caca. Alangkah senangnya kalau mereka sudah lumayan dekat.


"Selamat datang..." Sambut Jessica dengan tawa hangatnya. Mereka ngga tau Faris lagi menahan grogi mau nyerahin kotak sedang itu. Yang paling menakutkan adalah penolakan. Karena Jessica tentu orang kaya yang sudah pasti punya semuanya.


"Jessica, kamu baik-baik saja kan? Bagaimana kabarmu?" Tanya Faris khawatir.

__ADS_1


"Ehemmm !" Deheman keras dari Bagas. Faris sempat menatapnya dengan senyum tipis.


"Alhamdulillah aku baik-baik aja kok! Polisi cepet nemuin aku. Tapi kalau otak pelakunya masih diselidiki. Dua penculiknya juga kabur..." Lirih Jessica dengan nada kecewa. Takut sewaktu-waktu diculik lagi karena otak pelaku masih buron.


Faris mengulum senyum. "Ngga apa-apa, nanti juga ketemu. Yang penting kamu selamat." Ucap Faris.


"Oh iya kenalin Fa, ini Papi sama Mami aku..." tunjuk Jessica kepada orang tuanya. Mereka lalu bersalaman dan mengenalkan diri. Sempat menyalami teman-teman yang lain juga. Kalau tau banyak orang begini tadinya Faris mending milih balik aja. Sial! Semakin malu jadinya.


Faris dengan sedikit ragu menyodorkan kotak sedang yang ia bawa kepada Jessica. "I-ini hadiah untukmu.."


Jessica memasang wajah keterkejutan. "Hah? ini untukku??"


"Iya..." Jawaban Faris membuat Jessica begitu sumringah. Kira-kira apa ya hadiahnya?


"Apa ini?"


.....


Apa ya kira-kira?

__ADS_1


__ADS_2