I Love You Jessica

I Love You Jessica
Pertemuan manusia konyol


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul sepuluh malam, mata Faris kian memberat. Faris tidak mungkin memaksakan dirinya untuk menyetir karena bisa membahayakan dirinya dan orang lain jika masih menerima orderan. Ahirnya, Faris memutuskan untuk pulang kekontrakan.


Sebelum memasuki jalan raya kecil yang menuju pulang, Faris terlebih dahulu membeli makanan diwarteg 24 jam.


Setelah menemukan warungnya, dia bergegas turun dari mobilnya. Namun setelah itu, dia mendapati pemandangan yang miris. Seorang lelaki kumal membawa karung yang kelihatannya seumuran dirinya sedang memungut sisa makanan bekas dan membuat hatinya berdenyut nyeri.


Perlahan, Faris mendekati pria tersebut. Namun sepertinya dia kaget dengan hadirnya Faris yang membuatnya seperti sedang tertangkap basah melakukan adegan pencurian. Didalam keterjejutannya seraya berkata. "Maaf Mas, saya cuma mungut kok. Ngga nyolong."


Faris mendekati pemuda tersebut, lalu berujar, "Kalau kamu lapar, aku bisa belikan yang banyak. Ayo masuk kita makan sama-sama diwarteg itu."


Si pria tersebut mematung heran. Kok ada ya, orang kok baik banget ngajakin makan bareng lagi. Biasanya jika ada orang lain melihat dirinya langsung pura pura tak melihat, jijik dan acuh tak acuh.


"Maaf Mas, engga usah. Badan saya kotor, saya malu. Lebih baik kalau Mas mau ngasih dibungkus saja, saya makan disini." Sergahnya, badannya dibungkuk-bungkukkan sebagai bentuk permintaan maaf atau terimakasih.


"Ya sudah kalau begitu, kita makan disini sama-sama ya!" Tanpa perlu jawaban, Faris langsung pergi kewarteg untuk membeli dua bungkus nasi dan lauk lalu kembali dan makan bersama pemulung tadi. Sipemulung tampak malu-malu dan merasa tidak enak.


Setelah makan makan mereka selesai Faris mengulurkan tangan mengajaknya berkenalan.


"Panggil saya Faris. Namamu siapa?" Tanya Faris.


"Namaku Irfan, panggilannya Bahdim" Faris melongo namanya seorang pemulung saja kedengarannya bagus sekali.

__ADS_1


"Nama kamu bagus ya, Irfan bahdim berarti?"


"Nama asli Waluyo."


"Ohh itu Irfan nama palsunya?" Faris terkekeh.


"Tapi diKTP namanya Sukmana."


"Astaga… Kenapa saya jadi pusing." Faris geleng-geleng sendiri mendengar namanya banyak sekali.


"Sebelum nipu nama saya Erick."


"Jadi saya harus panggil kamu siapa? Hahahaha. " Gelak tawapun ahirnya menggema diantara mereka berdua. Faris yang awalnya sedang gundah gulana menjadi terhibur mendengar penuturannya.


"Oh iya sudah, baiklah Bagas..."


"Kamu tinggal dimana? Ini sudah malam mau saya antar?"


"Saya tidurnya dijalanan atuh mas Faris, orang seperti saya mana punya rumah."


"Oh iya maaf." Faris merasa tidak enak sipemulung langsung merasa sedih.

__ADS_1


"Aku juga tidak punya rumah Bagas. Kalau begitu kamu boleh tinggal di kontrakanku kita tinggal sama-sama. Gimana?"


Respon Bagas, wajahnya langsung terlihat bingung.


"Aku ngga boong Bagas, barangkali besok aku bisa cariin kamu kerja. Kalau kamu merasa ngga enak, kamu cukup membantu membereskan kontrakan. Bagaimana?"


Tanpa jawaban suara, Bagas langsung mengangguk-anggukkan kepalanya sangat antusias.


Bagas langsung melemparkan karung yang berisi botol bekas tersebut dan langsung memasuki mobil Faris.


Didalam mobil, tampak mereka berbincang-bincang sambil tertawa. Kedatangan Bagas menjadi hiburan tersendiri untuk Faris sejenak melupakan tekanan batinnya.


.


.


.


Jangan jadi pembaca gelap ya zheyenk. Like dulu sebelum lanjut episode berikutnya biar otornya semangat nulis.


Salam hangat dari otor semoga hari-hari kalean menyenangkaaaan !

__ADS_1


Happy reading ya !


__ADS_2