I Love You Jessica

I Love You Jessica
Kecurigaan Faris


__ADS_3

Faris menahan amarahnya saat Mami mertuanya pulang bersikap sok panik mengetahui Jessica pulang meninggalkannya. Wanita itu dengan santainya mendobrak pintu kamar tanpa mengetuk pintu ataupun permisi. Beruntung keduanya tidak sedang menjalani adegan apa-apa.


"Mi, kalau mau masuk itu ketuk pintu dulu." Ucap Faris yang di tanggapi dengan raut wajah Mami yang tidak senang.


"Ini kamar anakku, terserah Mami dong. Bagaimanapun Mami khawatir Jeje kenapa-napa." Mami lantas mengalihkan tatapannya pada Jessica. "Maafin Mami ya Nak! Mami kalau sudah belanja suka khilaf. Maklum, sudah lama nggak belanja."


Jessica hanya membalas dengan tersenyum. Mau marah yang bagaimana dia bingung. Mami adalah orang tua yang telah melahirkannya meskipun sikapnya kini benar-benar keterlaluan. "Jeje sudah bersuami, kalau masuk kamar Mami ketuk pintu dulu ya?"


Wanita itu duduk didepan Jessica berupaya mendekati. "Halah, orang nggak lagi ngapa-ngapain juga kan tadi."


"Bayi kamu nggak apa-apa kan?"


"Kaki aku bengkak sama kram karena terlalu banyak berjalan Mi,"


"Lain kali Mami kalau bawa kamu pakai kursi roda saja ya?"

__ADS_1


"Nggak perlu Mi, lain kali Jeje perginya sama Mas Faris saja."


"Kenapa nggak sama Mami Nak, nggak sayang sama Mami lagi, hm?"


"Bukan begitu, Jeje hanya merasa nyaman pergi dengan laki-laki. Pasti Mas Faris bisa melindungiku, dia lebih mengerti."


"Jangan gitu dong Nak, Mami kan rindu…"


"lain kali kalau bawa Jeje jangan di tinggal, tadi Jeje nyariin."


Klek!


"Sudah Nak, sana kamu masuk. Jessica ternyata lebih membutuhkanmu daripada aku ibunya sendiri." Ucap Mami kemudian pergi kebawah.


Faris memijat pelipisnya, kenapa jadi begini urusannya. Faris pikir seorang ibu tidak pantas berkata demikian terhadap anak menantunya. Bagaimana caranya membawa Jessica keluar dari rumah ini? Faris sedang memikirkan caranya.

__ADS_1


***


"Mas mau berangkat sekarang?" Jessica meraih kancing baju Faris dan mengancingkannya. Melihat wajah Jessica berbalut mukena? Sejenak Faris tersadar wanita ini yang dulunya berandalan sekarang sudah menjadi wanita selembut ini. Kesabarannya dalam menjalani hidup sehari-hari patut diacungi jempol. Ternyata semudah itu dia berubah meninggalkan hal-hal yang di larang.


Faris kemudian bertanya-tanya dalam hati, apa rahasia yang Allah berikan padanya sehingga wanita di depannya dipilihkan untuk menjadi pendampingnya? Sedang Faris hanya seorang hamba yang biasa-biasa saja, bukan hamba yang begitu taat. Saat ini Faris tidak lagi melihat Jessica wanita nakal ataupun sebagainya. Dia adalah perhiasan dunia yang dia miliki. Wanita yang paling baik dan penyabar yang dia kenal.


"Kok malah ngelamun?"


Faris lantas tersenyum setelah Jessica mengelus lembut pipinya. "Nggak ngelamun, sedang fokus melihat wajah cantikmu."


Satu cubitan terasa di perut Faris yang membuatnya sedikit mengaduh. "Mas pergi dulu ya, tolong bantu Mas menjaga dirimu sendiri saat Mas bekerja."


"Iya Mas, hati-hati ya!"


Jessica meraih tangan suaminya untuk dia cium sebagai rasa penghormatannya kepada laki-laki yang derajatnya lebih tinggi darinya. Betapa dia sangat berbakti pada suami.

__ADS_1


Kecupan di kening dan di perut mendarat sebelum Faris pergi meninggalkan Jessica dirumah. Satu hal yang membuat Faris yakin meninggalkan wanita itu, ada William yang menjaganya jika Mami berbuat ganjil kepada Jessica.


__ADS_2