I Love You Jessica

I Love You Jessica
Menara eiffel Faris perancis


__ADS_3

"Fa?"


Panggil perempuan berwajah blasteran dan berambut pirang. Faris masih belum menyadari kedatangan Jessica yang sudah berada dibelakangnya. Faris masih menggenggam televon selular miliknya dan menempelkannya ditelinga.


"Gimana yah? Kalau ada motor dirumah kamu bisa nyusul ya Gas, nasib aku gimana nih?"


"Hem, iya. Kalau gitu aku mau cari bantuan dulu ya !"


"Iya, iya makasih ya Gas."


Percakapan ditelvon sudah selesai, Faris membalikkan tubuhnya hendak mengambil beberapa peralatan yang berada didalam bagasi, namun terpekik kaget ketika tiba-tiba melihat wanita itu. Dia pikir dari tadi dia sendirian.


"Astaghfirullahaladzim !! Jurik !" Ponsel Faris seketika menyembul keudara melihat perempuan seksi berambut panjang.


"Klutakk!" Ponsel terjatuh begitu saja dikap mobilnya.


"Ya Allah, Jessicaa... Aku kira kamu teh jurik." Ucap Faris matanya terbelalak, dadanya kembang kempis mendapati Jessica yang tau-tau sudah berada dibelakangnya.


"Aku udah panggil-panggil kamu tadi ngga dengar, mungkin lagi fokus nelvon seseorang." Jawab Jessica, dia langsung duduk diatas kap mobil depan dan menyesap rokok dengan santainya.


"Jessica, ini sudah malam. Tidak baik wanita keluyuran malam-malam begini. Orang lain bisa menilaimu wanita buruk, meskipun aku yakin kamu adalah wanita baik-baik." Pelan Faris menasehati, Jessica tidak menghiraukan ucapannya.


"Masuk telinga kiri, keluar kuping kanan. Tarik nafas dalam-dalam, keluarkan lewat belakang." Jessica tertawa cekikikan, mendengar nasehat seperti itu bukan sekali dua kali. Sudah berapa banyak mulut yang mengucapkan, mungkin kedengarannya sudah sampai khatam tujuh kali.


Faris menghela nafas kasar mendengar jawabannya. Dia hanya berwajah datar mendengar celoteh Jessica yang suka ngasal ceplos. Lihat malah dianya tertawa renyah. Hmm lumayan menghibur ditengah malam kesunyian begini sih.


"Kenapa? Nggak suka!"


"Bukan begitu, kamu minggir dulu. Aku akan mengecek mobilku. Kalau kamu duduk disitu, bagaimana aku mengangkatnya?"


"Oh.." Jessica sempat berburuk sangka, dia langsung turun dan membuang puntung rokoknya sembarang arah.


"Mobilmu kenapa sih?" Tanya Jessica.


"Biasa... dia emang sering rewel, karena udah tua juga."


"Fa !"

__ADS_1


"Hem."


"Disini jalanan gelap, pencahayaannya juga masih minim. Disini juga katanya rawan begal," Faris menghentikan tindakannya dan menatap lawan bicaranya tersebut.


"Aku ngga takut begal, malah aku lebih takut sama kamu."


"Eh apa? Aku ngga salah dengar Fa? Apa aku terlihat menyeramkan?" Jessica mengambil ponselnya dan bercermin dilayar ponsel itu. "Engga sih, cuma kamu satu-satunya yang bilang aku menakutkan..." Jessica tetap bersikeras mengatakan kalau dirinya itu cantik.


"Karena wanita itu terlahir sebagai fitnah dunia. Bisa kamu bayangkan kita malam-malam berduaan disini dengan pakaian yang kamu pakai. Yang orang-orang pikirkan pasti hal-hal yang negatif tentang kita bukan?"


"Iyaaa, kalaupun aku bertemu dengan orang yang berani mengataiku perempuan pijat plus-plus, aku akan mengajaknya makan nasi padang. Puas?" Faris menyunggingkan senyuman, sebenarnya dia ingin tertawa, namun dia menahannya.


"Aku ingin menawarkanmu bantuan."


"Benarkah?" Faris menarik ujung bibirnya hingga mencetak senyuman.


"Apa sekarang aku terlihat bohong wahai menara eiffel Tuan Faris Perancis?"


"Haa... Haa... Ha..." Farispun tidak bisa menahan gelak tawanya lagi, baru kali ini dia dikatakan menara eiffel.


"Kamu ikut mobilku, nanti biar aku suruh orang-orangku untuk mengambilnya. Bagaimana?"


"Nggak apa-apa, anggap aku temanmu."


"Kita akan menunggunya disini sebentar, sampai mereka datang. Ayo masuk mobilku!" Ajak Jessica.


"Kenapa harus masuk kemobilmu? Aku bisa menunggunya disini." Tolak Faris, sebetulnya dia juga ingin duduk sih.. Tapi lagi-lagi dia takut tergoda kalau hanya berduaan dengan gadis itu didalam mobil. Ingat, aku punya Aisyah batinnya.


"Terserah, jangan salahkan aku nanti kalau kamu digigit oleh nyamuk wanita yang bukan muhrim."


"Hehe... Ada-ada saja.."


***


Setelah orang-orang Jessica datang, Faris dan Jessicapun melewati mereka dan berjalan menuju rumah kontrakan Faris.


"Ngomong-ngomong, kenapa bisa tau aku ada disitu tadi?" Faris penasaran dengan kemunculan Jessica yang datang tiba-tiba.

__ADS_1


"Kebetulan lewat, kalau bukan kamupun aku tolong kok." Jessica melirik sekilas lalu berkata lagi. "Asalkan dia ganteng!"


"Asem !" Jessica kalau ngomong kadang suka bener.


"Fa, aku langsung antar kerumah kontrakanmu atau ketempat lain?" Tanya Jessica, pandangannya fokus menghadap jalanan.


"Iya kesana saja, kemana lagi memangnya?"


"Iya siapa tau mau ketempat sang pujaan hati, mungkin..." Jessica mengangkat sedikit kedua bahunya.


"Belum boleh, nanti kalau sudah sah baru tinggal serumah..." Jawab Faris dengan nada yang memang selalu terdengar ramah.


"Kapan sahnya? Aku diundang kan?" Ada setitik harapan dipertanyaan ini. Ah, tapi rasanya memang tak pantas bersanding dengan pria baik seperti Faris. Seketika Jessica merasa melemas, dia memang bukan tipe wanita seperti yang Faris cari. Pasti calonnya sangat solehah, tidak seperti dirinya batin Jessica.


"Insyaallah kalau dana yang kukumpulkan sudah cukup untuk meminangnya." Jawab Faris tersenyum getir.


"Memangnya kamu butuh dana berapa, barang kali aku bisa bantu."


"Tidak usah, itu merepotkan sekali. Aku akan mencari sendiri dengan tenagaku, hasil kerja kerasku.."


"Ya sudah."


Sebetulnya masih banyak pertanyaan yang berkelebat didalam fikiran Jessica. Entah mengapa, dia ingin lebih mengenal Faris lebih jauh lagi. Tapi sepertinya tidak mungkin, hanya sampai sini saja Jessica sudah merasa beruntung dapat mengenal pria baik seperti dia.


"Maana jalan kekontrakannya? Masih jauh ya? Kok dari tadi ngga nyampe-nyampe sih." Jessica mencebik kesal, ngga terasa sudah tigapuluh menitan dia menyetir.


"Astagaa Jessicaaa! Ini sudah kelewatan jauh..."


Faris baru ingat, Jessica baru sekali kekontrakannya dulu, itupun dalam keadaan mabuk. Paginya pada saat mengantar mingkin dia belum hapal jalannya.


"Yaah gimana dong," Jessica menghentikan jalannya dan menepi kebahu jalan.


"TERLALU FOKUS NGOBROL !!" Ucap mereka sama-sama.


.....


To be continued.

__ADS_1


Like dulu sebelum next bab selanjutnya.


__ADS_2