I Love You Jessica

I Love You Jessica
Berharap jadi awal yang baik


__ADS_3

"Sayang, kamu udah bangun?" Faris melihat Jessica sedang mengerjapkan matanya setelah dokter pergi.


"Alhamdulillah, kalau kamu sudah sadar. Sebentar, aku ambilkan makan ya. Nanti abis itu di minum obatnya."


Suara lembut Faris selalu bisa meluluhkan hati Jessica. Tangan Jessica meraih tangan Faris menghentikannya saat laki-laki itu beranjak berdiri dari hadapannya.


Faris mengangkat kedua alisnya, lalu Jessica merentangkan tangan. "Peluk aku dulu."


Faris tersenyum lalu memeluk tubuh istrinya dengan rasa cinta yang begitu dalam. Entahlah, apakah Jessica mengetahui perasaannya atau tidak. "Cepat sembuh ya sayang, jangan bikin aku khawatir."


"Iya aku pasti cepat sembuh. Kamu jangan marah lagi ya Fa,"


"Iya sayang, kemarin aku membatasi diri untuk tidak sedekat itu denganmu. Karena bisa saja emosiku melukai perasaanmu..."


"Nanti kalau aku pergi, aku janji bakalan izin dulu sama kamu Fa," wanita itu mengangkat dua jarinya. "Peace.."


"Iya sayang, aku ambilkan makan dulu sebentar. Oke?"


Jessica mengangguk.


Beberapa menit kemudian Faris kembali dengan membawa semangkuk bubur dan buah serta minuman hangat. Faris dengan telaten menyuapi Jessica, lalu membantunya meminum obat dan vitamin.

__ADS_1


Tengah malam, Faris terbangun mengecek suhu tubuh istrinya. Ada kelegaan dihatinya, suhu tubuh Jessica sudah normal kembali. Mulai besok, Faris berjanji akan lebih memperhatikan Jessica agar kesehatannya terjaga.


Tidak peduli apapun kondisi istrinya, kekurangannya, kelebihannya dan segala macam perlakuannya pada Faris. Faris tetaplah laki-laki yang mencintai wanitanya dengan tulus. Iya, Faris menerima Jessica apapun adanya.


Dipandanginya wajah itu lamat-lamat, mengecup bibir itu dengan penuh perasaan.


"Aku mencintaimu, sangat mencintaimu." Bisiknya dalam hati. Entah berapa ribu kali kata cinta itu terucap dalam hati maupun secara lisan, Jessica harus selalu tahu bahwa Faris mencintainya, selalu mencintainya. 


***


Sudah dua hari Jessica demam, hari ini badannya sudah jauh lebih baik. Ternyata penyebabnya karena banyak pikiran, kurang tidur, kurang istirahat dan makan yang tidak teratur.


Tubuh Jessica menegang saat ada tangan melingkar di perutnya, lalu sedetik kemudian kembali normal saat tahu siapa pemilik tangan itu. Yaitu suaminya, Faris…


Laki-laki itu memeluknya dari belakang, menaruh kepalanya di ceruk leher Jessica. Faris mengecupi leher bagian belakang istrinya. Sudah beberapa hari ini dia jarang menyentuh wanitanya, dan kali ini sebenarnya rindu sudah tidak bisa ditahan lagi. Seandainya waktu leluasa, pasti Faris akan melakukan kewajibannya sekarang.


"Aku merindukanmu." Ucap Faris berbisik mesra di telinga.


Jessica berbalik badan menatap mata sayu suaminya. "Tapi aku harus ke butik Fa," Jessica tahu keinginan suaminya. "Nanti sore ya Fa, aku janji."


"Kenapa harus kesana, kamu baru saja sembuh…"

__ADS_1


"Tapi aku harus berangkat, ini hari pertama setelah mereka libur. Ada yang harus disampaikan tapi tidak bisa melalui jaringan Fa."


"Tapi benar sudah nggak ada yang dirasain kan Je?"


Jessica menggeleng.


"Ya sudah kita turun, jangan lewatkan sarapan obat kamu masih ada."


"Iya Fa, makasih… kamu sangat perhatian. Aku beruntung memiliki kamu."


Baru kali ini terdengar Faris terlihat berharga di mata Jessica. Faris tersenyum tipis lalu memeluk tubuh hangat itu sebagai luapan rasa bahagia. Jessica bukan tipe wanita yang suka menyanjung laki-laki. Kalau sudah begini, berarti Faris sudah bisa menebak. Jessica pasti punya perasaan yang sama seperti dirinya. Meskipun wanita itu tidak pernah mengatakannya secara gamblang.


Keduanya turun dengan wajah yang bersemu merah, pagi ini diawali dengan perasaan bahagia. Mood pada pagi hari bisa mempengaruhi mood seharian penuh. Harapannya semoga seperti itu.


Pakaian Jessica hari ini juga sudah lumayan baik, meskipun belum tertutup sepenuhnya. Jessica memakai celana panjang dan baju yang sedikit longgar. Lekuk tubuh masih sedikit terekspos karena pada dasarnya tubuh Jessica yang proporsional. Entah kenapa, yang Faris lihat penampilan Jessica sekarang ini jadi lebih anggun. Definisi cantik dan seksi itu tidak selalu terbuka bukan?


Mudah-mudahan ini adalah awal yang baik untuk hubungan mereka.


….


To be continued.

__ADS_1


__ADS_2