
"Jangan mengalihkan pembicaraan !" Tegas Dave pada Jessica. "Party bisa tetap bisa dilakukan tergantung bagaimana pasangan kita, mengizinkannya atau tidak..."
"Kalau ngga ngizinin aku ngga kasih dia jatah empat puluh hari empat puluh malam." Jawab Jessica sekenanya.
"Ah masa sih?"
"Seaandainya aku berubah jadi laki-laki baik, apakah kamu mau hidup denganku?" Tanya Dave menatap wajah Jessica secara intens. Jessica menanggapi dengan kikuk dan menggaruk tengkuknya, bingung memberikan jawaban.
"Ehm, kamu ada alergi? kok tiba-tiba gatal kaya gitu?" Dave mulai khawatir, karena kebanyakan perempuan akan gatal setelah memakan udang. Tadi, Jessica memakan tempura yang masih tersisa diatas piring pesanannya.
"Ngga ada, aku cuma alergi gembel aja." Dave terkikik, lalu memajukan badannya untuk melihat lebih dekat tengkuk yang tadi digaruk. Apakah bentol-bentol atau bersisik mungkin? Pikir Dave.
Jessica menyatukan alisnya, apa yang akan Dave lakukan? "Ngapain? Mau megang aku ya?" Goda Jessica, Dave mengernyitkan dahi.
"Aku ngga akan pegang kamu, aku orangnya lebih suka dipegang,"
"Izzhhh huek, ahahahaha." Ketawa renyah Jessica. "Aku ngga kenapa-kenapa Dave. Kamu jangan liat-liat aku terus tar diabetes ! Udah tau aku manis, cantik, mandiri, bisa masak, pintar cari uang, tidak sombong dan rajin menabung," Eh eh eh kok jadi kemana-mana yah.
"Stop !! Iya makasih gede kepala. Tadi kamu belum jawab pertanyaanku?"
"Yang mana?" Pura-pura lupa, padahal bingung jawabnya, dia segera cepat-cepat menghabiskan makanannya, berniat untuk kabur. Pertanyaan-pertanyaannya udah ngga jelas mengarah kesana. Pasti Dave lama-lama nanti minta jadian trus nikah, pikir Jessica. Sebab itu dah sering terjadi.
__ADS_1
"Ya sudahlah." Ahirnya Dave mengalah untuk tidak mengajukan pertanyaan itu lagi.
"Kamu pernah sakit hati Ca?"
"Ngga pernah, kalau sakit pinggang aku sering." Dave mengacak rambutnya kesal, pusing berbicara dengan Jessica yang terkadang bisa ngeblenk sewaktu-waktu.
"Aku duluan ya Dave," Memasukkan ponsel kedalam tasnya dengan cepat-cepat.
"Kenapa buru-buru? Kita baru bertemu sebentar.." Jessica sudah keburu ngacir kepintu cafe dan keluar menuju parkiran.
Dave menggerutu dalam hatinya. "Apes bener, cuma mbayarin makan doang lalu ditinggal pergi gitu aja. Au ah gelap !"
***
Huufft, ya korea ! Orang terbiasa menyebutnya film drakor.
Jam menunjukkan pukul delapan malam, sudah saatnya kelelawar keluar dari sarangnya. Jessica segera mendekati meja rias untuk memoles wajahnya setelah dirinya mencuci muka. Seperti biasa, Jessica selalu tampil seksi, kali ini memakai dress silver blink-blink diatas lutut. Dengan alas kaki yang tingginya sepuluh cm. Perfect !
Begitulah kehidupannya, bersenang-senang, dugem dan minum yang mampu membuat dirinya merasa mempunyai teman dan tidak kesepian. Tidak ada yang membuatnya betah dirumah didalam kesendirian. Apa boleh buat? Meski dirinya tau ini bukan hal yang baik. Lalu katakan, bagaimana caranya agar terlihat lebih baik?
Orang tua adalah tempat dimana dia pulang. Kenyataannya, orang tua yang sangat berperan penting dalam hal mendidik dan menasehati. Mereka pergi meninggalkan anaknya sendiri saat mulai menginjak usia remaja, perempuan pula. Masih beruntung belum terlalu terperosok kejurang. Setidaknya masih bisa tertolong.
__ADS_1
Lantas siapa yang akan menolongnya jika bukan dari figur seorang ayah dan ibu? Kemanakah mereka? Mengumpulkan pundi-pundi rupiah? Begitukah caranya hidup dan mengejar dunia?
.....
Dentuman musik DJ sangat memekakan telinga. Bau alkohol dan kepulan asap rokok sudah menyeruak dihidung setiap insan yang berada didalam sana. Pria dan wanita berbaur menjadi satu menikmati dunia malam yang menurut mereka menyenangkan.
Jessica sendiri sedang tidak berminat untuk berbaur disana. Alhasil, dia hanya berkali-kali meneguk minum dan merokok ditempat smooking room paling pojok. Tidak ada yang berani mengganggu Jessica, karena setiap yang mengganggunya akan selalu berurusan dengan Dave. Dave bryan adalah sosok yang paling ditakuti disana. Sudah berapa kali dia baku hantam dengan siapapun yang sudah berani mendekati Jessica.
Beruntungkah menjadi Jessica?
Tentu tidak !
Jessica merasa lelah dan hampa tanpa ada tujuan sesungguhnya didalam hidup ini. Dia ingin kembali pada-Nya. Tapi bagaimana caranya?
***
Waktu menunjukkan pukul satu dini hari. Jessica segera keluar dari tempat itu dan menyetir mobilnya menuju kerumah.
Tiga puluh menit perjalanan, dia menoleh kesamping saat mendapati mobil avanz* berhenti saat malam-malam begini. Ini kan jalan paling berbahaya. Sering ada tawanan begal dijalanan ini.
Dan tidak salah lagi, jika dilihat-lihat itu Faris. Jessica melihat Faris yang terlihat sedang panik dan tampak menelvon seseorang. Tak perlu berfikir lama, Jessica segera menepikan mobilnya untuk mengetahui secara detail penyebab mobil itu berhenti. Apakah mobilnya mogok?
__ADS_1
.....
Like dulu sebelum lanjut ke bab selanjutnya.