I Love You Jessica

I Love You Jessica
Aisyah meradang melihat mantan


__ADS_3

Satu bulan kemudian…


Seorang wanita dengan rambut kecoklatan masih terbaring berbalut selimut mengatur nafasnya yang terengah. Disebelahnya ada laki-laki yang berstatus suaminya, dia juga sedang mendinginkan suhu badannya setelah olahraga panas yang mereka lakukan.


Hari sudah pukul sembilan lebih, tampaknya mereka akan butuh waktu lama dikamar untuk mengistirahatkan tubuh mereka yang lelah. Mereka sengaja meluangkan waktu berdua di weekend ini karena di hari biasa mereka disibukkan dengan pekerjaan masing-masing.


Menoleh ke samping, Faris mendapati istrinya yang terbaring lemas. Satu jam masih belum cukup untuk mereka. Hingga akhirnya keduanya tumbang bersamaan.


"Fa, aku ingin ke mall. Nanti makan siang di restoran ya."


"Baik nyonya…" jawab Faris tangannya lalu melingkar di pinggang Jessica.


Banyak perubahan yang Jessica tunjukkan selama satu bulan ini. Dari mulai rokok, vape, atau minum-minuman Jessica mencoba mulai menghindari. Sekarang? keluar malam juga bisa di hitung jari. Meskipun awalnya sulit, tapi akhirnya sekarang sudah mulai terbiasa. Sejujurnya Jessica mati-matian menahan kecanduan itu, tapi seseorang harus berjuang lebih keras untuk mendapatkan apa yang diraihnya. Yaitu syurga-Nya Allah. Jessica rajin shalat sekarang… alhamdulillah.


Ada kelegaan dihati Faris melihat Jessica bisa berubah secepat itu. Awalnya, dia pikir akan bisa menghabiskan beberapa waktu lagi untuk Jessica berubah. Tapi ternyata, Jessica menjemput sendiri hidayahnya.


Melihat kesamping, Faris menciumi wajah istrinya yang menurutnya semakin ayu. Wajah yang tidak pernah bosan ia pandangi. Betapa bersyukurnya Faris mendapatkan istri seperti dia. Walaupun belum banyak yang Jessica lakukan untuknya.


***


Setelah mereka membersihkan diri, Jessica dan Faris melaksanakan shalat empat rakaat siang secara berjamaah.


Keduanya turun setelah berganti pakaian, lalu menuju ke mall tempat favoritnya.


Tanpa diduga pada saat di mall, mereka berdua tidak sengaja bertemu dengan Aisyah di restoran yang sama. Aisyah bersama dua orang temannya. Faris yang melihat sempat kaget, tapi sejurus kemudian dia dapat menormalkan kembali keterkejutannya.


Hanya Faris yang sadar melihat Aisyah. Sementara Jessica matanya fokus ke buku menu dan mencari-cari makanan yang akan dipesannya. Faris berusaha tak menghiraukannya dan pura-pura tidak mengenal wanita itu.


"Fa, kamu mau apa?" Jessica menyentuh lembut bahu Faris.


"Samakan saja denganmu sayang…"


Jessica menatap Faris tersenyum, "kamu sangat tampan memakai baju ini…" tunjuknya pada baju yang dia kenakan.


"Oh iya? Kamu suka aku pakai baju ini?"


"Ya, aku suka kamu keren." Ucapnya mengacungkan jempol. Beberapa saat kemudian pesanan pun datang. Menu yang baru disajikan terlihat menggiurkan dan masih berasap.


"Waawww… sepertinya ini sangat enak." Faris meniup makanan yang sendoknya lalu menyimpannya ke mulut Jessica.

__ADS_1


"Hmm iya enak, mau lagi."


Satu suap lagi masuk kedalam mulutnya. Beginilah Faris kalau dirumah juga selalu mesra dengan istrinya. Wanita mana yang tak terbuai dengan kelembutan, kesabaran dan perhatiannya.


Mereka tidak tahu ada yang sedang memperhatikannya lamat-lamat, melihatnya dengan penuh kebencian.


Keluar dari restoran, mereka menuju ke tempat zara home tempat perlengkapan rumah. Jessica ingin membeli beberapa vas bunga, keset dan lain-lain. Namun sebelum masuk kedalam outlet, ada insiden tak terduga.


Brukk!!


"Auuw…"


"Ya Allah, Je!!" Pekik Faris melihat istrinya terduduk dilantai. Dia langsung membangunkan Jessica dan membuatnya berdiri.


Tidak terlalu jauh dari mereka berdiri, terlihat Aisyah bersedekap menatap mereka nanar.


"Itu hukuman kecil untuk seorang pelakor dan jal*ng sepertimu!!"


Ya, Aisyah merasa Jessica telah merebut Faris darinya. Perasaannya begitu sakit saat Aisyah tahu mereka diam-diam sudah menikah tanpa tahu permasalahan sebenarnya.


"Astaghfirullah Aisyah, kenapa kamu kasar sekali. Bahasamu jelek sekali Aisyah!"


"Fa, perut aku kram. Aduh.." Jessica merintih. Faris tidak mempedulikan wanita yang marah kepadanya. Keselamatan Jessica lebih penting karena jatuh tersungkur lumayan keras. Dia langsung membawa Jessica dimana terletak tempat duduk. Namun sayang, tempat duduknya penuh.


"Oh iya sini Mas, biar saya yang berdiri." Ucap salah satu pemuda yang merelakan tempat duduknya.


"Apa jauh lebih baik?"


Jessica mengangguk.


"Kamu tunggu disini sebentar ya." Faris pergi mencari air mineral. Faris geram, urat-uratnya terlihat, tangannya mengepal mencoba menahan amarah.


Puk puk.


Faris menoleh saat seseorang menepuk pundaknya.


"Kamu tau akan kemana kalau suatu saat  nanti kamu bosan dengannya." Ucapnya penuh percaya diri.


"Brengsek kamu Aisyah, berani-beraninya melukai istriku. Kamu akan berhadapan denganku! Masih beruntung kamu perempuan, kalau laki-laki aku tidak segan untuk menghabisimu." Baru kali ini Faris terlihat begitu marah.

__ADS_1


"Untuk apa membela perempuan itu? Dia hanya seorang jal*ng yang mungkin tubuhnya sudah dinikmati oleh ribuan laki-laki."


"Cukup !! Jessica tidak seperti yang kamu pikirkan. Dia wanita baik-baik."


"Heh!! Darimananya wanita baik-baik. Kamu itu laki-laki bodoh Fa, tidak tau mana barang ori." Aisyah menyombongkan diri.


"Diam kamu! Beruntung aku tidak jadi memilikimu, ternyata begini sifat asli kamu yang sebenarnya. Aku bersyukur Syah, Allah memisahkanku denganmu karena Allah lebih tahu mana yang terbaik."


"Dan Jessica kamu anggap baik, mata kamu benar-benar sudah rabun ya hahahaha!!"


"Cukup !! Jessica memang covernya seperti yang kamu lihat. Tapi aku lebih mengenalinya. Dia wanita baik-baik yang menjaga kehormatannya! Tidak pernah menyerahkan tubuhnya kepada laki-laki yang statusnya belum halal. Dan aku adalah laki-laki pertama yang merenggut kesuciannya."


DEG !!


Aisyah merasa tertohok karena tersindir, sebab apa yang di lakukannya dulu kepada Faris lebuh dari kata murahan.


Faris meninggalkan perempuan itu dan segera membeli air mineral. Seperti apa tujuannya tadi.


Setelah air minum itu berada di tangannya, Faris menghampiri Jessica. Tapi… Faris kecewa, tempat duduk tadi, sudah ditempati oleh orang lain.


Kemana Jessica?


Faris mencari-cari menyeluruh di lantai itu, nafasnya memburu. Ketakutannya semakin menjadi. Kenapa Jessica pergi meninggalkannya?


Hp Faris juga berada di dalam tas Jessica, ahh sialnya…


Ditengah kekalutannya, suara lembut itu memanggil namanya. "Fa…"


"Oh Ya Tuhan… aku mencarimu.." Faris merengkuh tubuh wanita itu ke dalam pelukannya. "Kamu kenapa pergi dari tempat duduk itu Je? Aku panik, soalnya kamu sedang sakit perut."


Faris menangkup wajah Jessica yang lumayan sembab. "Kamu menangis? Apa sakit sekali perutnya, ayo ke rumah sakit."


"Nggak usah, udah nggak sakit lagi."


"Lalu kamu kenapa kamu menangis? Apa yang membuatmu sedih?"


Jessica menggeleng. "Makasih ya Fa, kamu udah belain aku. Padahal aku belum bisa jadi yang terbaik untukmu. Aku masih banyak kekurangan."


"Kamu itu ngomong apa sih? Nggak ada manusia yang sempurna Je, kita sama-sama belajar jadi yang terbaik sayang.."

__ADS_1


Faris tidak tahu tadi Jessica melihat dan mendengar pembicaraannya dengan Aisyah.


To be continued.


__ADS_2