I'M Crazy About You

I'M Crazy About You
Episode 10 - Mangsa Bodoh


__ADS_3

AUTHOR POV


Disisi lain, Widel yang telah menyaksikan kehebohan di restoran tersebut hanya terpaku karena melihat sosok


yang dikenalinya. Ia tak menyangka akan melihat pria itu lagi disini dengan keadaan yang masih sama, bertengkar dengan kekasih moleknya itu. Widel seperti tak habis pikir, dimana-mana selalu bertemu dengan pria dewasa itu. Padahal baru saja ia bertemu dengannya tadi malam.


“Widel ?” Tanya Reza yang kini tengah menatap Widel menyelidik.


“Ah, Iya Kak ?” jawab Widel seketika tersadar dari lamunannya sendiri.


“Kamu kenapa, kok tiba-tiba diam ?”


“Aku gak apa-apa Kak Reza, hanya tiba-tiba terpikir oleh sesuatu. Oh iya tadi Kak Reza bilang apa ? Sorry, tadi aku lagi gak fokus kak” ucap Widel tenang.


“Oh itu.. nanti aja Del” Reza yang hendak menyatakan perasaannya setelah sekian lamanya ia pendam, mengurungkan niatnya untuk menyatakannya saat ini karena melihat keadaan yang seperti nya kurang pas baginya. Widel bingung mendengar jawaban Reza yang sepertinya ragu-ragu.


“Apa kak Reza lagi ada masalah ya ? Tapi kalau kakak belum siap cerita, gak apa-apa kak, gak usah dipaksain. Nanti kalau kak Reza udah siap cerita, baru cerita aja ke aku, gak usah sungkan. Yah walau mungkin aku gak bisa ngebantu, tapi paling tidak aku jadi pendengar yang baik untuk kak Reza” ucap Widel sambil tersenyum tulus.


Melihat senyuman tulus Widel, Reza begitu ingin memeluknya langsung saat itu juga. Tetapi ia berusaha menahannya, dan hanya menjawab Widel dengan senyum tipisnya.


“Oh ya kak, kenapa kita makan disini sih ? Disini kan mahal banget kak”


“Emang kenapa? aku kan banyak uang. Kamu lupa ya aku ini siapa ?” jawab Reza menyeringai lebar, menyombongkan diri.


“Heh! Pake uang orang tua aja bangga!” celetuk Widel yang membuat Reza langsung terbatuk-batuk dan menatap wajah mungilnya dengan tatapan tajam menunjukkan ketidaksukaannya atas ucapan Widel barusan. Widel balas menatap Reza dengan pandangan menantang karena merasa tak ada yang salah dengan ucapannya itu.

__ADS_1


Lama-lama memandang wajah gadis mungil ini, membuat Reza tidak bisa menahan tawanya. Reza terkekeh lalu mencubit kedua pipi Widel yang chubby itu dengan gemas “Aku udah kerja Widel... Makanya jangan asal celetuk aja”


“Aww!! Sakit Kak Reza!” Pekik Widel cemberut sambil mengelus bekas cubitan di pipinya yang memerah dan Reza hanya tertawa melihat ekspresi lucu Widel saat lagi marah.


“Emang kak Reza kerja apa sekarang sampai bisa makan di restoran mewah gini? Jangan-jangan kakak jadi Gigolo yaa? ” canda Widel dengan nada ejekan berusaha membalas Reza.


“Ooohh.. Jadi kamu mau aku jadi Gigolo buat kamu yaa ?” Goda Reza beranjak dari kursinya lalu mendekati Widel sambil membuka kancing atas kemejanya satu persatu dengan perlahan.


“Eh eh, kak? Kak Reza mau apa ?” ucap Widel gelagapan dengan menyilangkan tangannya berusaha melindungi tubuhnya.


Saat Reza sudah berada dalam jarak yang sangat dekat dengan Widel, ia lalu berhenti dan tertawa dengan kencangnya tak tahan melihat ekspresi Widel saat ini. Memang sangat menyenangkan mempermainkan gadis kecil ini. Widel yang sadar merasa telah dipermainkan, kemudian menabok kepala Reza dengan tas kecil ditangannya tanpa ampun.


“Ah! Udah, udah Widel. Ampun! Kalo kamu gak berhenti, kamu yang bayar makannya ya” Ancam Reza sambil melindungi kepalanya dari amukan Widel dengan kedua tangannya.  Akhirnya Widel berhenti dengan wajah yang masih cemberut lalu duduk kembali dan memanggut makannya lagi dengan suapan besar-besar seakan melanjutkan pelampiasan amarahnya pada makanan di depannya.


***


Aku menyibukkan diri didalam ruang kerja apartemenku, memeriksa beberapa berkas yang menumpuk di atas meja besar berlapis kaca hitam tebal.


Sungguh, aku merasa sangat frustasi dengan kelakuan Angel. Bisa-bisanya wanita itu menyelingkuhiku. Kurang apa diriku ini sehingga dia harus berselingkuh dibelakangku ? Atau aku memang telah menjadi bodoh telah mempercayai cinta palsunya itu. Arrghh!! Brengsek. Semua wanita memang sama saja. Hanya menginginkan harta saja.


Aku beranjak dari dudukku lalu menatap kaca besar yang menghadap pada pemandangan malam kota Jakarta yang begitu gemerlap dengan lampu, dan jalanan masih terlihat begitu padatnya. Aku memijit keningku yang terasa sakit.


Tok tok tok


“Masuk”

__ADS_1


“Tuan, saya sudah melacak nomor yang tadi pagi Tuan perintahkan”ucap Riko.


“Siapa?” Tanyaku menoleh padanya.


“Dari data yang berhasil kami terobos, pemilik nomor itu bernama Widelia Syaqilla, yang tak lain adalah gadis kurir dari Restoran Luxury Food yang sempat Tuan antar pulang kemarin malam” ucap Riko yang membuat suasana hatiku membaik. Aku menyeringai lebar menemukan rencana yang bagus untuk membalas gadis itu karena dengan beraninya sudah mempermainkanku tadi pagi.


“Kau segera pesan makanan dari restoran itu lagi, dan pastikan harus gadis itu yang mengantarkannya kesini, dan harus langsung menyiapkan makanan itu dengan rapih di atas meja ruang makanku” perintahku pada Riko lalu kugerakkan tanganku mengisyaratkannya keluar. Akan tetapi Riko masih terlihat ragu tampak dari keningnya yang berkerut.


“Ada apa lagi Riko ?” tanyaku.


“Mengenai pria yang ada di foto bersama Angel Tuan, mereka memang sering ketemuan di kelab malam saat Tuan


tidak disini. Pria itu-” ucap Riko ragu-ragu membuat wajahku kembali muram, benar-benar tak ingin mendengar nama wanita itu lagi.


“Sudah, kau tak perlu melanjutkannya. Aku sudah tahu” ucapku dingin.


“Baiklah Tuan, kalau begitu saya permisi” Riko keluar dari ruangan.


Mendengar nama wanita menjijikkan itu merusak moodku kembali. Aku melempar gelas berisi air yang berada di atas mejaku sampai pecah berserakan di lantai. Arrgghh! Sialan!!


Aku melonggarkan dasi dileherku dan membuka dua kancing atas kemejaku. Kusandarkan diriku di sofa dekat meja kerjaku yang berada di sudut ruangan. Aku menghela napas panjang berusaha mengontrol emosiku. Aku merogoh ponsel di saku celanaku, dan mencari nomor misterius yang telah kuberinama “Mangsa Bodoh” di layar ponselku. Aku tertawa jahat mengingat rencanaku untuk si Gadis Kecil yang telah berani itu.


Kau telah bermain-main dengan orang yang salah Gadis Kecil.


***

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2