
DEVAN POV
19.30
Aku baru saja sampai di pesta bersama Wilona di sambut oleh banyak orang yang merupakan rekan bisnis, dan para pemegang saham lainnya. Saat aku berjalan kemanapun, Wilona terus saja menggandeng tanganku dengan sangat erat. Aku sangat tak nyaman dengan wanita ini. Terus menempel layaknya perangko. Kalau bukan karena dihadapan banyak orang, aku akan melempar wanita ini langsung.
Saat berada di aula, aku langsung menyuruhnya duduk. Aku permisi ingin ke toilet sebentar.
Entah kebetulan atau tidak, aku seperti melihat bayangan Widel di acara ini. Aku memandangi seorang gadis berbadan mungil namun kali ini terlihat sangat cantik, dan menawan. Kujelaskan indera penglihatanku, dan terus mengikuti wanita bergaun hitam itu dari kejauhan. Dia menuju ke arah outdoor.
Kuperhatikan wajahnya dari jauh.
Widel ?
Gadis itu dengan semangat mengambil beberapa kue dari meja, dan ditaruhnya semua diatas piringnya sampai penuh. Sesekali dia mencicipi jarinya yang terkena krim kue, lalu tersenyum sangat manis.
Aku menangkapmu gadis kecil. Beraninya kau menolakku dengan alasan kerja, sementara kau ternyata juga datang ke pesta ini. Tak akan kuampuni kau Widel!
Aku menghampirinya dari belakang dengan perlahan.
“Katanya kerja, malah kesini.. sama siapa ? pacar ?” tanyaku dengan nada yang menyinggung.
Gadis itu terdiam, perlahan meletakkan piringnya di atas meja lalu berbalik pelan-pelan ke arahku. Dia tidak sadar dagunya sampai jatuh saat melihatku.
__ADS_1
Kau kaget ya ? Karena ketahuan berbohong kan?
“Eh.. Ka.. kau ?” katanya terbata masih dengan wajah pucat pasi.
“Iya kenapa Widel ? Kita ketemu lagi” ucapku santai sambil menyeringai lebar.
Sungguh mengejutkan, gadis itu tiba-tiba berlari dengan tertatih menjauhi diriku. Aku mengejarnya dan langsung menangkap tangannya hingga dia berbalik, lalu kutarik pinggang rampingnya hingga badannya menubrukku, membuat tubuhnya menempel dibadanku hingga tak bisa kemanapun. Kedua tangannya memegang dadaku berusaha mendorong jauh dan mata bulatnya terus menatapku dengan tatapan tak suka.
“Sayang ?” Tatapanku dan Widel refleks beralih pada asal suara.
Wilona sedang melihatku dengan wajah tak percaya, lalu menatap Widel dengan pandangan yang sinis. Akhirnya aku melepaskan Widel dari pelukanku dan tanpa aba-aba Wilona langsung menghambur ke arahku, lalu melingkarkan tangannya di pinggangku.
Aku menatap Wilona dengan pandangan risih dan Widel berjalan mundur beberapa langkah “Maaf” katanya pada Wilona.
“Widel, ternyata kau disini... sama siapa ?” suara seorang lelaki yang tiba-tiba memanggil gadis itu. Aku menoleh ke samping bersamaan dengan Widel dan Wilona.
Pria itu mendekat dan melingkarkan tangannya di pundak Widel.
Tanganku mengepal erat hingga membuat buku-buku tanganku memutih melihat tangan pria itu yang menyentuh lengan gadisku.
Gadisku ? Hahaha... Aku benar-benar sudah gila.
“Kak Reza ?” ucap gadis itu lembut sambil menatap pria itu dalam.
__ADS_1
“Pak Devan, senang bertemu anda disini, saya Reza.. direktur utama dari Rajawali Company. Terimakasih sudah menanggapi undangan kami untuk datang ke acara yang sederhana seperti ini” ucap pria itu dengan senyum lebarnya sambil mengulurkan tangan padaku.
Aku membalas jabatan tangannya “Senang juga mengenal Anda, Pak Reza”
“Ini kekasihmu ya Pak Devan ? kalian terlihat sangat serasi” ucapnya melihat Wilona di sampingku.
“Oh iya Pak Reza, saya Wilona kekasih Devan” sahut Wilona dengan tersenyum.
“Oh ya, kenalkan ini gadisku” ucapnya lalu menoleh ke arah Widel. Gadis itu langsung menatap pria itu dengan mengerutkan keningnya dan dibalas dengan anggukan oleh pria itu.
*Gadismu ? Dia hanya milikku*!
Widel mengulurkan tangannya padaku ragu-ragu dan menyunggingkan senyum paksaan “Halo. Senang mengenal Anda Tuan. Saya Widel”
Cih! Pura-pura tidak kenal ya?
Kubalas uluran tangannya tanpa melepaskan pandanganku padanya “Saya Devan“. Aku menyunggingkan senyum termanisku ”Kau sangat cantik nona” sambungku.
“Maaf Pak Devan, saya harus ke dalam sebentar bersama gadisku. Anda bersenang-senanglah” ucap pria itu menekankan kata ‘gadisku’, lalu membungkuk dan pergi dengan tangannya yang masih merangkul pundak Widel.
Kau salah Reza.. Dia Gadisku! Hanya milikku ! MILIK DEVANO LEWIS!
__ADS_1
Bersambung...