I'M Crazy About You

I'M Crazy About You
Episode 34 - Terpojok


__ADS_3

Kalau mendung hitam sudah di atas kepala,


Jangan larang hujan turun ke bumi.


Kalau angin bertiup dengan kencangnya,


Jangan larang daun-daun kering berguguran.


Kalau senyummu selalu mekar dalam hatiku,


Jangan larang aku tetap setia dan rindu padamu. 


[D. Zawawi Imron]


---------


REZA POV


Bukankah itu sulit ? Mencintai seseorang, tapi tidak mencintaimu balik ?


Sekeras-kerasnya aku berusaha agar dia mau menerima hatiku. Segala macam usaha telah kulakukan. Tapi, semuanya sia-sia sebab hatinya telah tertutup untuk seseorang. Egoiskah diriku, berusaha agar ia tetap disisiku ? Egoiskah aku, jika aku berusaha mendapatkan hatinya? Egoiskah aku, bahkan setelah mengetahui ia menyukai pria lain, namun aku masih saja tetap berusaha mengejarnya dengan harap ia akan melihatku suatu saat nanti? berharap agar ia bisa menggenggam tanganku dan berjalan hanya bersamaku di kemudian hari ?


Setelah ia mengungkapkan kejujurannya padaku, sesaat aku seakan hilang arah. Aku merasa kehilangan harapan. Tidak tahu apa yang akan kulakukan selanjutnya. Aku tidak tahu harus bagaimana. Aku tidak ingin dia bersedih tapi aku juga tidak ingin kehilangannya. Sungguh aku tidak tahu harus berbuat apa.


Dia mengembalikan cincin padaku. Aku termenung, bingung. Dia menangis. Hatiku teriris melihatnya. Ternyata dia semenderita itu. Sungguh, aku merasa sangat bersalah. Kalau saja aku bisa menurunkan sedikit egoku, membiarkan dia bersama orang yang dia cintai. Tapi, mengapa itu sangat berat kulakukan ? Bukankah aku ingin melihatnya bahagia ? Tapi disisi lain, hatiku sangat berat untuk melepasnya.


Widel, sekarang aku harus bagaimana terhadapmu ?


Aku termangu, duduk memandang langit yang sudah hampir gelap. Berpikir keras, untuk mengatasi kebingunganku saat ini. Tapi tetap saja, aku masih tak tahu solusinya. Mungkin, berusaha terlihat baik-baik saja di depannya sekarang adalah satu-satunya yang bisa kulakukan agar ia tidak merasa sedih.


Aku menoleh padanya. Melihatnya saja, aku tersenyum. Dia sedang menggosok-gosok kedua lengannya. Sepertinya dia sudah merasa kedinginan. Waktunya untuk pulang. Aku sudah terlalu lama berpikir disini tanpa sadar waktu sudah malam.


Aku berdiri, mengulurkan tangan padanya untuk membantunya berdiri. “Yuk pulang, hari sudah gelap. Besok kamu sudah mulai kerja kan ?”


Dia tersenyum, mengangguk dan meraih tanganku.


Terkadang aku bertanya-tanya, apa dihatinya ada sedikit saja tempat buatku ?

__ADS_1


***


AUTHOR POV


Widel telah berada di rumah. Ia duduk di sofa ruang depan, sambil membuka bungkusan makanan yang dibelinya di pinggir jalan tadi saat Reza mengantarkannya pulang. Ia memakannya perlahan sambil memainkan ponselnya. Membuka, melihat-lihat sosial medianya. Otaknya masih berpikir tentang sikap Reza yang aneh tadi. Ia mengintip akun instagram milik Reza. Ia melihat-lihat satu persatu foto Reza. Tangannya terus men-scroll ke bawah dan terhenti seketika ketika matanya menangkap sebuah foto dirinya dan Reza. Di dalam foto itu, Widel terlihat sangat cantik dan menawan. Ia mengenakan dress span hitam model sabrina. Begitu juga dengan Reza yang terlihat sangat tampan memakai setelan jaz hitam yang sangat cocok dengannya. Foto itu diambil waktu pesta keberhasilan proyek di perusahaan keluarga Reza. Di foto itu, Reza sedang merangkul pundaknya. Mereka berdua tersenyum sangat manis.


Widel tersenyum ketika melihat foto itu. Ia baru tahu, kalau Reza ternyata mengposting foto itu di akun instagramnya. Captionnya tertulis ‘Hari ini adalah hari yang membahagiakan’ dengan simbol love diakhir captionnya.


Kalau diingat-ingat, ia bahkan tak pernah memposting foto atau status apapun tentang dirinya dan Reza di akun sosmednya sendiri. Seakan-akan terlihat jelas, hanya Reza yang menyukai dirinya, hanya Reza yang sangat bahagia ketika bersama dirinya. Raut wajah Widel berubah sendu. Betapa jahatnya dia pada Reza selama ini. Pasti sangatlah sulit bagi Reza.


Tanpa sadar, ia mengklik dua kali pada postingan itu.


“uhukk.. uhuk.. uhuk.. ”Widel langsung saja terbatuk-batuk menyemburkan sebagian makanan yang masih ia kunyah dari mulutnya ketika menyadari postingan itu baru saja ter-like sendiri olehnya.


Matanya membulat seketika “Apa ini ?? Apa yang baru saja kulakukan ?” gumam Widel yang sampai lupa menelan makanan yang masih terkumpul di dalam mulutnya hingga pipinya menggembung. Ia masih tak percaya dengan apa yang baru saja ia lakukan.


Reza yang juga kebetulan sedang online di akun instagramnya, langsung mendapat notifikasi.


Widelia_Syaqilla menyukai postingan anda


Begitu gembiranya Reza, sampai menerjabkan matanya berulang-ulang karena mendapatkan notifikasi yang tiba-tiba itu. Ia yang baru saja galau karena Widel, berubah drastis menjadi senang bukan kepalang juga karena Widel.


Tak ingin membuang waktu, Reza langsung mengirimkannya pesan di instagram.


Reza : Terimakasih sudah menyukai postingan foto kita :)


Sementara di seberang sana, Widel kembali menerjabkan matanya melihat pesan masuk dari Reza. Ia membuka pesan itu, dan terbatuk-batuk untuk kedua kalinya, sampai memukul-mukul dadanya sendiri untuk meredakan batuknya.


Reza yang telah mengetahui pesannya telah dibaca oleh Widel merasa gembiranya bukan main. Ia sampai berguling-guling di tempat tidurnya. Sekarang dia menunggu Widel untuk membalas pesannya.


Lama Reza menunggu, tapi tidak kunjung mendapatkan balasan dari Widel ataupun melihatnya sedang mengetikkan pesan. Ia terus menunggu dengan harap-harap cemas, tak sekalipun mengalihkan pandangannya dari layar ponselnya.


“Apa dia mengabaikan pesanku ?” gumam Reza dengan wajah yang mulai hampir murung.


Ia bangkit dari tempat tidurnya, lalu berjalan mondar-mandir di dalam kamarnya.


5 menit.. 10 menit..

__ADS_1


Hingga akhirnya, ia melihat Widel sedang mengetikkan pesan, barulah ia tersenyum kembali.


2 menit.. 3 menit..


“Sebenarnya apa yang dia tulis sih ? Kok lama sekali mengetikkan pesan ?” racau Reza sudah tak sabaran menunggu balasan dari pesannya.


Widel : Sorry, salah tekan. Heheh..


Reza cemberut “Salah tekan apaan ? Tinggal jujur saja kek, bilang ‘iya.. sama-sama, gitu’ kok susah ?”


Reza : Ciee.. yang diam-diam stalking. Hihiihi :)


Sebaliknya, jauh di sana, Widel yang kini cemberut tapi pipinya memerah karena sangking malunya, tertangkap basah oleh Reza sendiri, telah ketahuan diam-diam stalking.


Widel : Siapa yang stalking ? Tidak, aku hanya salah tekan!!


Reza terkekeh “Cih, sudah ketahuan masih saja menyangkal. Coba saja menyangkal terus”


Reza : Iyadeh.. Btw.. bagus kan fotonya ? Terlihat sangat serasi kan ? :)


Widel semakin terpojok. Kini ia bingung harus membalas apa lagi.


Widel : Oh ya kak, katanya, Pak Ervin lagi berangkat ke luar kota ya ?


Reza semakin tertawa melihat pesan Widel yang tiba-tiba saja mengalihkan pembicaraan. Benar saja kalau gadis itu sudah semakin terpojok. Dengan segera Reza langsung menghubungi Widel.


“Hahahahhahahahaha....” Reza langsung menyambut dengan tawanya begitu panggilannya terhubung. “Jujur saja kenapa sih ? Pakai acara nanyain Pak Ervin lagi. Jelas sekali mengalihkan pembicaraan” sambung Reza semakin memojokkan Widel.


“Iss.. apa sih kak ? siapa yang terpojok ? aku kan cuma bertanya” elak Widel dengan cepat mencari alasan.


“Hm.. Yayayaa... tapi kamu belum balas pertanyaan aku sebelumnya Widel, bagus kan fotonya ? serasi kan kita disitu ?” Reza terkekeh, masih berkeras agar Widel menyerah.


“I-iya, bagus. Sudah dulu ya kak, aku mau tidur” jawab Widel dengan cepat lalu memutuskan panggilannya. Ia terlalu malu.


“E-EH.. tung.. Halo ?? Halo ??” Reza mengecek ponselnya dan ternyata Widel benar-benar sudah memutuskan panggilannya. Tapi tidak masalah, karena Reza sekarang sudah sangat senang. Ia bahkan sampai tidak bisa tidur karena terus tersenyum.


***

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2