I'M Crazy About You

I'M Crazy About You
Episode 35 - Devan Akan Kembali


__ADS_3

Sudah pukul hampir jam 9 malam, Devan bahkan masih berkutat dengan berkas-berkas penting di meja kantornya. Sibuk memeriksa file-file yang harus ditanda tanganinya.


“Apa masih ada lagi yang harus kutanda tangani ?” Tanyanya pada Sarah, sekretarisnya yang masih setia menunggu di sebelah Devan. Kaki dan bahu wanita itu mungkin sudah sangat pegal karena memiliki bos yang terlalu bekerja keras hingga ia bahkan belum sempat untuk makan malam.


“Tidak ada lagi Tuan” jawab Sarah berharap agar bosnya itu segera berhenti bekerja agar ia juga bisa pulang dan istirahat.


Devan mengetuk-ngetukkan jarinya di meja, berpikir pekerjaan apa lagi yang bisa ia kerjakan sekarang. Ia masih belum ingin pulang. Dilihatnya jam yang melingkar di pergelangan tangannya yang sudah menunjukkan pukul 9 malam. “Hm.. baiklah, kau boleh pulang” katanya ketika melihat sekretarisnya itu yang sudah berdiri dengan tak nyaman.


“Tapi, Tuan ?” Sarah merasa tak enak hati jika dia duluan pulang, sementara bosnya saja masih bekerja di ruangannya.


“Tidak apa-apa, aku juga mau pulang. Maafkan aku, seharusnya kau pulang dari tadi” kata Devan masih sementara duduk di kursi kerjanya sambil memijit titik tengah antara dahinya.


“Baiklah kalau begitu Tuan, saya undur diri”


Sarah menghilang dari balik pintu, kantor sudah sepi sebab hampir semua karyawan telah pulang. Tinggallah Devan yang masih berada di ruangannya. Ia berdiri dari kursinya setelah duduk beberapa saat, kini ia menghadap kaca jendela sembari menghidupkan sebatang rokok yang diambil dari saku celananya. Ia ingin menghabiskan setidaknya sebatang rokok sebelum pulang, sambil memandangi langit malam yang tak berbintang di atas ketinggian gedung pencakar langit itu.


***


Tepat pukul 10 malam, Devan pulang ke apartemennya. Ia membantingkan dirinya di sofa, menyandarkan punggungnya sejenak, sembari memijit tengkuknya yang terasa tegang. Ketika Devan memejamkan matanya, ia baru teringat akan wanita aneh yang menghancurkan dapurnya tadi pagi. Ia pun bergegas melangkah ke dapur, untuk melihat apakah wanita itu masih ada di rumahnya atau tidak. Namun, begitu sampai di dapurnya, ternyata dapurnya telah bersih dan sudah kembali ke keadaan semula. Devan pun pergi mengecek ke segala sisi ruangan di rumahnya, namun tak menemukan wanita itu. Xena ternyata sudah pergi.


“Kuharap dia sudah sadar, dan tak membuang-buang waktunya lagi” kata Devan sebelum akhirnya kembali ke kamarnya. Ia duduk di pinggir ranjang sambil membuka sepatunya. Ia ingin segera mandi karena badannya terasa sangat lengket dan gerah.


Baru saja Devan berendam di dalam bathup dengan air hangat, perutnya tiba-tiba saja berbunyi. Devan sampai lupa kalau teryata ia belum memakan apapun malam ini. Akhirnya ia menuntaskan mandinya dengan cepat, dan segera memesan makanan dengan aplikasi online di ponselnya. Akhir-akhir ini, ia sering sekali lupa makan.

__ADS_1


Selang beberapa saat, makanannya pun tiba, diantar oleh seorang kurir wanita. Melihat kurir itu, ia jadi teringat pertemuan pertamanya dengan Widel, gadis manis yang lucu itu. Devan jadi tersenyum.


“Ada apa Tuan ?” Tanya kurir itu yang melihat Devan tiba-tiba saja tersenyum dan terkekeh.


“Tidak apa-apa, aku hanya teringat akan seseorang” Kata Devan jujur sambil menerima bungkusan kotak makanan yang dipesannya sekalian membayarnya “Lebihnya untukmu saja”


“Terimakasih Tuan” kata kurir itu sambil tersenyum lalu pamit pergi.


Devan masuk ke dalam setelah kurir itu pergi. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum karena bisa-bisanya ia teringat dengan Widel, ketika melihat kurir tadi. Ia merasa sudah hampir gila. Devan duduk santai sambil membuka kotak makanan itu di atas meja makannya. Ia terkekeh, lalu menghentikan makannya sejenak. Tangannya merogoh saku celananya hendak mengambil ponsel. Ia menghubungi Riko asistennya yang masih berada di Indonesia.


“Riko, kau tak perlu ke sini. Aku akan kembali besok. ” kata Devan begitu panggilannya terhubung.


“Baik Tuan” sahut Riko di seberang sana tanpa bertanya apapun.


***


Devan menghubungi sekretarisnya ketika ia sudah dalam perjalanan ke kantor.


“Sarah, aku sedang dalam perjalanan ke kantor. Beritahu semuanya, jam 07.30, kita akan ada rapat penting. Aku akan sampai kira-kira 15 menitan”


Sarah yang menerima pemberitahuan dadakan itu, segera mengumumkan pada semua karyawan yang terkait, bahwa akan ada rapat dadakan 30 menit dari sekarang. Seketika, semuanya langsung sibuk pagi itu, beberapa ada yang ngedumel sendiri, ada juga yang berlarian-larian membawa tumpukan berkas yang harus di fotocopy. Beberapa juga mempercepat ketikannya di keyboard komputer. Sedang Sarah pun sama sibuknya, yang berjalan cepat, bolak-balik mempersiapkan apa yang harus disiapkan pada rapat nanti. Belum lagi, ia harus menyiapkan menu sarapan pagi untuk bosnya itu sebelum bosnya sampai. Karena Sarah sudah tahu persis, bosnya kalau datang sepagi itu, ia akan langsung menanyakan menu sarapannya begitu ia duduk di ruangannya. Jadi, ketika bosnya datang, semuanya sudah siap, dan itu sangat membantu mood bosnya untuk tidak lebih buruk.


15 menit kemudian, Devan sampai di gedung perusahaannya sendiri. Begitu ia turun dari mobil, ia langsung disambut oleh sekretaris dan beberapa petugas di kantornya. Devan berjalan dengan tegap dan cepat diikuti oleh beberapa staf di belakangnya. Begitu gagah dan sangat berwibawa. Semua karyawan yang melihatnya akan berhenti sejenak untuk membungkukkan badan dan menyapa bosnya. Namun Devan tidak terlihat peduli dengan itu. Ia terus berjalan dengan aura dinginnya dan langsung menuju ruangan pribadinya.

__ADS_1


Devan duduk di sofa ruangan kerjanya. Di meja ternyata sudah tersedia Sandwich, omelet, dan segelas susu hangat.


“Selamat menikmati Tuan” kata Sarah.


Devan mengangguk “Sekarang kau sudah cepat tanggap. Kerja bagus”. Ia mulai menyantap menu sarapan yang telah disediakan itu. Sarah tersenyum, mood bosnya kini sedang baik. Biasanya ia tak memuji, tak mengatakan apapun.


“Terimakasih Tuan” jawab Sarah yang kemudian berpikir untuk menanyakan sesuatu “Tuan, sebenarnya kenapa mengadakan rapat mendadak ? Apa ada masalah tiba-tiba ?”


Devan menggeleng. “Tidak ada, aku akan berangkat siang ini. Kembali ke Indonesia”.


“Baiklah, saya akan menyiapkan tiket untuk anda dan mempersiapkan semuanya”


“Hmm..” gumam Devan.


Bersambung....


Jangan lupa mampir di novel terbaru ku yah..


Judulnya "MY FLOWER NEIGHBORS"..


Menceritakan tentang bagaimana rasanya dikelilingi oleh tetangga-tetangga tampan dengan beda-beda karakter..


Ini sampulnya

__ADS_1




__ADS_2