I'M Crazy About You

I'M Crazy About You
Episode 6 - Entah kenapa


__ADS_3

“Tidurlah, masih sejam lagi baru akan sampai ke rumahmu. Kau capekkan ?” ucapnya lagi, masih terus fokus


menyetir tanpa menoleh padaku.


“Tidak tuan, aku tidak mengantuk” jawabku sambil menatap ke depan.


Tidak mungkin lah aku tidur di dalam mobil pria asing. Kalau aku diapa-apain gimana? Setelah itu kami tidak berbicara apapun lagi. Hanya terdengar musik slow yang membuat pikiran dan suasana hatiku melayang kemana-mana.


***


“Hei. Widel ? ” samar-samar aku mendengar suara seseorang menyebut namaku dan merasakan tepukan pelan nan hangat dipipi kananku.


“Del ? bangun Del kita sudah sampai” suara itu terasa semakin jelas di telingaku membuat kesadaranku kembali. Aku mengernyitkan dahi lalu mengerjapkan mataku. Disaat kesadaranku sudah terkumpul sepenuhnya, aku memperbaiki posisi dudukku.


“Eh, maaf tuan tadi saya ketiduran” ucapku sembari menggaruk kepalaku yang tidak gatal.


“Itu benar rumahmu ?” tanya nya memastikan sambil menunjuk sebuah rumah kecil bercat kuning.


“Iya tuan, saya mengontrak disitu” jawabku membenarkan.

__ADS_1


“Kamu tinggal sendiri ?” tanyanya lagi dan aku mengangguk membenarkan.


“Belajar yang rajin, jangan cuma kerja yang rajin” tak lupa juga dia memberiku nasehat sebagai orang yang sepertinya sedikit lebih tua dariku.


“Iya tuan” jawabku tersenyum.


“Oh, ini kartu namaku. Kalau kamu butuh pekerjaan lain, kamu bisa menghubungiku” katanya sambil menyerahkan kartu namanya.


“Baik Tuan, kalau begitu saya pamit dulu. Terimakasih banyak Tuan” ujarku dengan sedikit membungkuk padanya.


Aku berdiri di pinggir jalan menunggu mobilnya pergi. Setelah menghilang dari pandanganku, aku melangkah mendekati pintu rumahku sembari merogoh kunci rumah di dalam sakuku, lalu membuka pintu dengan cepat.


Aku berjalan gontai menuju kamarku, menyalakan lampu dan langsung membantingkan diri di atas ranjangku yang empuk. Dengan posisi masih terlentang, aku mengangkat tangan kananku yang masih memegang kartu nama tadi dan mengarahkannya tepat di atas wajahku.


Aku membaca setiap huruf yang tertulis dalam secarik kertas kecil itu dengan teliti. Namanya Devano Lewis. Mataku membulat saat mengetahui kalau pria itu ternyata adalah seorang CEO muda yang mengepalai beberapa perusahaan besar lainnya di luar negeri dan juga memiliki perusahaan terbesar di Indonesia.


“Pantas saja wanita itu tadi walaupun sudah diperlakukan begitu kasar namun dia tetap gak rela dicampakkan oleh pria itu” Pikirku tiba-tiba mengingat wanita yang tadi.


“Ah, bodo amatlah. Kenapa aku jadi mikirin hal yang gak penting itu? Aku capek dan ngantuk banget” batinku.

__ADS_1


Dengan malas, aku beranjak dari ranjangku dan mengganti bajuku yang sedari tadi masih memakai seragam kerja, dengan baju tidur yang nyaman. Setelah selesai aku langsung merebahkan badanku senyaman mungkin di atas ranjangku lalu memejamkan mata.


***


AUTHOR POV


Setelah mengantarkan Widel pulang ke rumah, Devan pulang kembali ke apartemennya.


Setelah sampai di apartemen, dia berlalu melewati ruang tengah dengan sofa besar, dan meja pendek di depannya yang masih berserakan. Matanya kemudian melihat baskom yang tadi ia gunakan untuk mengompress kaki gadis kecil itu. Devan tersenyum lebar hingga menampilkan gigi putihnya yang berjajar rapih saat mengingat gadis itu.


Widel. Widel. Widel. Gadis kecil yang lucu.


Devan masuk ke kamar dan dan hendak membuka bajunya. Namun saat melihat bajunya yang basah karena air mata dan ingus gadis itu, Devan terkekeh.


Widel, entah kenapa aku penasaran padamu.


 


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2