I'M Crazy About You

I'M Crazy About You
Episode 8 - Tamu Tak Disangka


__ADS_3

WIDEL POV


Setelah sarapan, aku masuk ke dalam kamar hendak mengambil kartu nama yang diberikan oleh pria itu tadi malam. Aku berniat menghubunginya hanya untuk mengucapkan terimakasih padanya. Setelah mengetikkan nomor pria itu pada layar ponselku sesuai dengan yang tertera pada kartu namanya, dengan ragu aku memencet tanda call dan tak lama akhirnya berbunyi tanda panggilanku telah masuk. Aku mendekatkan ponsel ke telingaku menunggu ia mengangkat teleponku.


“APALAGI SIALAN??!!” Aku terlonjak kaget saat mendengar bentakkan yang keras dari sana. Aku membeku tak tahu harus mengucapkan apa. Aku terdiam sesaat lalu mematikan teleponnya dan kuletakkan ponselku kembali ke atas nakas.


Sepertinya bukan waktu yang tepat untuk menghubunginya saat ini. Lebih baik aku segera mencuci baju kotorku yang sudah menumpuk di keranjang mumpung hari ini adalah hari minggu.


Aku berdiri dan hendak keluar kamar, tiba-tiba ponselku berbunyi membuat langkahku terhenti dan berbalik meraih ponsel. Kulihat nomor yang menghubungiku itu adalah nomor yang baru saja aku hubungi. Aku hendak mengangkatnya tapi akhirnya tak jadi, takut mendengar suara bentakkan lagi pagi ini untuk yang kedua kalinya mengingat mungkin pria itu marah karena telah mengganggunya dengan teleponku pagi ini. Kutaruh ponselku kembali, lalu akhirnya berjalan menuju dapur melanjutkan aktifitasku pagi ini.


***


Setelah mengepel dan baju juga sudah selesai kujemur, aku berjalan gontai dan membantingkan diri ke atas tempat tidur. Kupejamkan mataku sebentar lalu kulirik jam didinding yang tak terasa sudah menunjukkan pukul 10 pagi. Peluh membasahi keningku, dan seluruh badanku rasanya sudah terasa sangat lengket.


Tok tok tok


Siapa lagi sih yang datang ? Aku berjalan cepat ke arah pintu depan dan membukanya segera. Mataku melebar saat melihat siapa yang baru saja mengetuk pintu. Kak Reza ? Ia adalah Kak Reza, kakak seniorku yang telah lulus dua tahun yang lalu. Setelah lulus, aku tak pernah mendengar kabarnya lagi dan sangat tak disangka sekarang ia~~~~ tiba-tiba muncul dihadapanku. Sialnya adalah kenapa dia harus datang sekarang saat aku masih acak acakan belum mandi dan masih memakai baju tidur motif doraemon yang kebesaran di badanku. Oh Shit!


“Hai Widel” sapanya ramah dengan senyum yang mengukir diwajahnya.


“Eh, Kak Reza, kok tiba-tiba datang kesini ?”


“Tadi aku gak sengaja lewat sini, sekalian aja singgah sebentar” jawabnya santai.

__ADS_1


“Ya ampun Kak, ayo masuk” ucapku mempersilahkan masuk dan duduk di sofa ruang tamu.


“Kak Reza mau minum teh apa kopi ?” tanyaku ramah.


“Gak usah repot-repot Wi, aku ke sini bentar aja kok”


“Kamu belum mandi Wi ?” tanyanya tiba-tiba dengan mata menelusuri penampilanku yang acak-acakan.


“Eh.. Anu kak..belum.. hehhe”  jawabku salah tingkah, menyeringai sambil menggaruk kepalaku yang tidak gatal.


“Kamu gak berubah ya dari dulu malas mandi” jawabnya dengan terkekeh membuat pipiku memerah karena marah


bercampur malu.


“Iya maaf, tapi kamu masih imut kok seperti dulu. Ngegemesin!” ucapnya masih dengan seringai lebarnya membuatnya kini terlihat sangat manis.


“Kakak juga gak berubah ya masih suka ngegoda orang bisanya” jawabku juga tak mau kalah.


“Tapi kan cuma kamu yang aku goda Widel” ujarnya yang seperti sebuah skakmat bagiku.


“Kamu blushing loh Wi” sambungnya kemudian sambil tertawa geli melihat wajahku yang sudah merah padam seperti kepiting rebus.


“Ah, udah dong Kak Reza!” pekikku sambil melemparkan bantal sofa ke arahnya.

__ADS_1


“Iya.. iya maaf Wi” ucapnya lalu menghentikan tawanya.


“Widel, nanti malam kamu kosong gak ?” sambungnya dengan nada serius.


“Aku kerja kak nanti malam masuk jam 6 sore, emang kenapa kak ?”


“Yauda, ntar siang bisa kan ? Aku cuma mau ajak kamu makan aja” ucapnya santai namun terselip nada yang serius.


“Oke.. Tapi nanti bantu aku buat skripsi ya kak?” jawabku menyeringai.


“Iya.. gampang itu Wi. Kalau gitu entar siang aku jemput ya” ucapnya sembari bangkit dari duduknya.


“Eeh ? Kakak udah mau balik ?” tanyaku mengerutkan kening lalu ikut berdiri.


“Iya. Aku ada urusan sebentar. Kamu mandi gih, asem tau!” ucapnya sambil keluar dari pintu lalu tertawa meledek.


“Kak Reza ih, ngejek mulu!” ucapku dengan cemberut.


“See you Widel” ucapnya sambil tersenyum manis padaku lalu masuk ke dalam mobilnya yang terparkir depan rumah.


“See you....” jawabku melambaikan tangan sambil tersenyum padanya.


***

__ADS_1


__ADS_2