I'M Crazy About You

I'M Crazy About You
Episode 17 - Matilah Aku!


__ADS_3

WIDEL POV


Setelah dari kantor milik pria yang bernama Devan itu, aku langsung pulang ke rumah. Sepanjang jalan saat mengendari motor, aku terus uring-uringan karena sikap pria itu yang selalu saja merendahkan diriku. Harga diriku seperti diinjak-injak setiap kali berhadapan dengannya. Sungguh, aku sudah tidak tahan lagi dengan sikapnya itu!


karena kau bukan siapa-siapa untukku yang berhak mengutarakan pendapat padaku. Kau pikir siapa dirimu mau bernegosiasi denganku ?


“Hah! Aku bukan siapa-siapa untuknya, tapi kenapa dia selalu saja memaksaku ? Memangnya tidak ada wanita lain ? Begitu banyak wanita yang cantik dan seksi, kenapa harus aku ? Hah! Sungguh lucu! Dia pasti merencanakan sesuatu! Aku tidak akan mengikuti perintah si pria sombong itu!”


“Sungguh kesialan apa aku bisa bertemu dengannya, hampir saja aku di pecat karenanya.. dan ciuman pertamaku ? Arrrgghhh! Sialan!”


“DEVANO LEWIS AKU INGIN SEKALI MEMBUNUHMU!!!” teriakku sekencang-kencangnya di sepanjang jalan, membuat beberapa pengendara lainnya menoleh padaku. Aku sudah tidak peduli!



“Gadis kecil, kau tidak bisa lari dariku. Aku akan membuatmu dipecat! Tunggu saja!” ucap Devan.


“Silahkan lakukan apa maumu, aku tidak peduli!” bentakku dengan tatapan sinis padanya.


“SIALAN KAU!” umpat Devan lalu mencekik leherku tanpa ampun, dia sudah kehilangan kesabarannya.


“HEN.... TI....KAN.......A- A- KU.... TI- DAK-----” ucapku terbata, leherku sangat sakit, suaraku tersekat tidak bisa keluar. Aku terus meronta, sedikit lagi kalau dia tidak melepaskan tangannya, maka aku akan mati. Siapapun tolong aku!


Tiba-tiba senyap-senyap aku mendengar dering ponselku berbunyi. Semakin lama semakin terdengar nyaring di telingaku.


Aku terbangun dengan terbatuk-batuk sambil mencekik leherku sendiri. Ternyata cuma mimpi. Astaga!


“Sialan kau Devano Lewis! Aku sumpahi kau... ketika tertidur, kau akan selalu bermimpi buruk! Ketika kau makan, kau akan selalu keselek tulang! Makanan yang kau makan, semua akan terasa hambar dan rasanya seperti memakan makanan basi! Dan ketika kau bertemu dengan wanitamu, kau akan mengeluarkan kentut yang sangat sangat busuk! AKU SUMPAHI KAU DEVANO LEWIS!!!” rutukku setelah terbangun dari tidur siangku.


Ponselku masih berdering nyaring di atas nakas, lalu kuambil dengan cepat.

__ADS_1


Pak Ervin is calling..


Aku berdehem sebelum akhirnya kuangkat “Iya pak.. ada apa ?”


“Widel, nanti malam kau tidak perlu masuk kerja ya..., ada seseorang yang meminta izin untukmu. Jadi kau kuanggap cuti untuk hari ini”


Tut tut...


Belum sempat kujawab, Pak Ervin sudah memutuskan panggilannya sepihak. Kenapa orang yang berkuasa selalu semena-mena begini ya ?


“Siapa yang meminta izin untukku ? Apa pria sombong itu belum menyerah ?” gumamku sambil mengerutkan kening.



19.00 – Pesta di Aula Gedung


Sementara di outdoor, terjejer rapih meja-meja panjang. Meja yang terletak di sisi kiri khusus menyajikan aneka dessert, dan di sisi kanan khusus menyajikan aneka jenis makanan yang terlihat sangat lezat dan menggiurkan. Lalu meja yang berada di sisi depan, terdapat ribuan gelas kaca berkaki satu yang sudah terisi dengan berbagai macam minuman yang segar dengan warna-warni yang berbeda-beda.


Suasana dipesta ini begitu ramai. Sungguh, aku tak pernah berpikir bahwa Kak Reza yang telah meminta izin kepada Pak Ervin untukku, dan membawaku ke pesta besar seperti ini.


*Flashback On


Setelah menerima panggilan dari Pak Ervin, aku membaca pesan dari Kak Reza yang mengajakku menemaninya ke acara kantor. Katanya, perusahaan ayahnya sedang menyelenggarakan pesta atas keberhasilan proyek baru yang berjalan sangat sukses.


Sore tadi, dia menjemputku dan membawaku ke sebuah salon ternama. Setelah selesai di dandani, ternyata dia sudah memberikan aku sebuah kado yang diserahkan ke pihak salon sebelumnya. Kado itu berisi dress yang akan kupakai. Dress span hitam model sabrina yang panjangnya 7/8, lengkap dengan perhiasan dan high heels berwarna senada yang tidak terlalu tinggi.


Dressnya memang sangat pas dibadanku, terlihat sangat elegan. Tapi, aku merasa sedikit tak nyaman memakainya. Bahuku sangat terbuka, dan karena dressnya yang bermodel span, jadi sangat mencetak setiap lekuk tubuhku. Aku tidak percaya diri dengan berpenampilan seperti ini. Tapi, karena hanya dress itu yang sudah disiapkan oleh Kak Reza untukku, aku terpaksa memakainya. Aku hanya meminta pegawai salon untuk membiarkan rambutku tetap dibiarkan tergerai panjang saja, agar sedikit menutupi bagian bahuku.


Kini aku sudah siap. Aku melangkah keluar dari ruangan make up untuk menemui Kak Reza.

__ADS_1


Kulihat kak Reza yang sedang duduk di sofa, tengah memainkan ponselnya. Dia pasti sudah sangat bosan menungguku lama di luar. Sungguh aku sangat malu! Aku jadi tidak percaya diri untuk menemuinya.


“Kak Reza..” panggilku ragu membuatnya langsung menoleh padaku.


Aku merasa kikuk. Kak Reza hanya diam memandangiku lama.


Apakah penampilanku aneh ya? Kok dia diam saja ? batinku.


Aku menunduk dan memindai penampilanku dari atas sampai ke bawah.


“Kau.. sangat.... cantik Widel” ucapnya tiba-tiba membuatku langsung mengangkat kepalaku yang tertunduk. Wajahku pasti sekarang sangat bersemu merah. Terasa pipiku yang menghangat. Kak Reza tersenyum dengan manisnya melihatku. Aku tersipu malu melihatnya.


Dia mengulurkan tangannya bak menjemput seorang putri. Aku seperti berada di dunia mimpi. Aku berjalan menuju mobil sport berwarna hitam miliknya sambil merangkul sikunya. Aku terus berpegang padanya karena takut terjatuh. Hak sepatuku terlalu lancip hampir tidak jauh beda dengan sebuah paku tembok. Sepatu yang sangat merepotkan.


Dia membukakan pintu mobil di jok penumpang dan menyuruhku masuk dengan lembut. Setelah itu dia setengah berlari lalu menyusul duduk di sebelahku mengambil kemudi. Sebelum menyalakan mesin mobilnya, dia menoleh ke arahku tak lepas dari senyum yang tersungging di wajah tampannya itu, lalu memakaikan seat belt padaku. Perlakuannya itu.. sungguh sangat manis. Sangat berbeda dengan pria sombong itu.


Eh kenapa aku membandingkannya dengan pria sombong itu ?


*Flashback Off


Aku sedang di outdoor mengambil beberapa kue yang terlihat sangat lezat di mataku. Jarang-jarang aku datang ke pesta beginian, jadi akan kumanfaatkan sebaik-baiknya... tidak akan kusia-siakan. Aku akan mengambil apa yang aku mau. Sementara Kak Reza sedang di indoor sedang berkumpul dengan rekan-rekan bisnisnya. Setelah lulus kuliah dengan nilai terbaik, ia bekerja membantu mengembangkan perusahaan ayahnya yang terbilang cukup besar.


Tidak ada siapapun yang kukenal disini, hanya beberapa artis papan atas yang memang sangat terkenal.


“Katanya kerja, malah kesini.. sama siapa ? pacar ?” suara berat seorang pria yang sangat kukenali terdengar jelas di belakangku.. Seketika aku membeku di tempat, lalu perlahan kuletakkan piringku di atas meja dan membalikkan badanku ragu ke arah datangnya suara itu.


Ya Allaahhh... Matilah aku! Kenapa dia bisa muncul disini ?  


__ADS_1


__ADS_2