I'M Not Antagonis

I'M Not Antagonis
motor andi


__ADS_3

Teng,,,, teng,,,, teng


Jam tanda istirahat pertama telah berbunyi dengan nyaringnya, hingga membuat sebagian siswa berlomba-lomba keluar kelas untuk menghambur menuju kantin, mengisi kekuatan setelah berkutat dengan pelajaran yang mungkin saja menguras tenaga mereka.


"Pak boss, Rapa" Andi merenggangkan kedua tangannya, dan berjalan menuju meja dimana jazz dan juga Rafa duduk.


Dengan refleks jazz mengangkat kedua kaki, dan tangannya. Berjaga-jaga jika saja Andi tiba-tiba memeluk dirinya, jazz akan langsung menendang bocah tengik itu.


"Mau apa loe? Berani maju selangkah lagi, gue tendang juga Otong loe"


"Astagfirullah, boss jaga image dong" ucap Andi sembari menurunkan kedua kaki jazz yang telah melayang siap untuk menghantam muka tampannya. "Ada cewek cantik boss, imagenya dijaga"


"Lagian loe ngapain sih ikutan pindah kesini ndi?" Rafa bertanya sembari menimpuk Andi dengan buku paket miliknya yang sialnya lumayan tebal hingga membuat Andi meringis sembari memegangi jidatnya.


"Sakit bege, gue baru aja pindah udah loe aniaya aja"


"Iya, loe ngapain ikutan pindah nyet?"


"Boss, loe pergi ninggalin gue sendirian di merah putih. Gue lonely boss, hidup gue terasa hampa"


"Drama banget sih loe" sarkas Vyona.


"Vyona cantik, ini itu nggak drama. Loe lihat mereka berduaan disini, nah gue ditelantarin udah kayak anak tiri"


"Terserah kamu deh. Ayo V kita ke kantin, aku laper banget" ajak Ghea sembari menarik Vyona agar bergegas keluar.


"Ayang tungguin" Rafa berteriak sembari menarik tangan jazz, begitu pula dengan jazz, cowok itu juga refleks menarik tangan Andi.


Disepanjang perjalanan menuju kantin kelimanya menjadi pusat perhatian. Hingga membuat Vyona merasa risih sendiri, dan terkadang melempar tatapan mautnya.


"V apa menurut loe gue makin hari makin cantik!"


"Dihh Pede gila loe ge"


"Abisnya mereka ngelihatin gitu banget"


"Ya gimana mereka nggak ngelihatin, kalau dibelakang loe ada tiga cowok ganteng"


"Ckk, iya juga ya. Lain kali, aku bakal bilang sama ayang Rafa buat jangan ganteng-ganteng"


"Kenapa?" Tanya Vyona sembari mengerutkan kedua alisnya.


"Aku nggak suka mereka lihatin cowok aku"


"Bisa cemburu juga loe ge!"


"Ya bisa lah Vyo, aku kan juga manusia"


Sesampainya dikantin Rafa segera memfokuskan matanya, hingga ia menemukan bangku kosong di pojokan dekat taman. Dengan kekuatan super Rafa berlari menuju meja itu, dan segera disusul oleh yang lainnya.


"Wahh ayang emang the best" puji Ghea sembari merangkul lengan Rafa.


"Modal uwu-uwuan kagak kenyang woi" sindir Vyona.


"Yaudah ayo pesan" ucap jazz sembari menarik tangan Vyona untuk ikut mengantri dengan yang lainnya.


"Mau pesen apa mas jazz, mabak Vyona?" Mbak juminten bertanya dengan ramahnya, sembari tangan sibuk meracik bakso untuk pesanan sebelumnya.


"Loe mau makan apa?" Tanya Vyona yang terlihat masih bingung ingin menyantap apa.


"Emtt, gue pengen seblak yang pedes"

__ADS_1


"Oke deh, samain aja kalau gitu"


"Tapi punya Ghea jangan pedes, anak itu nggak bisa makan pedes"


"Emt"


"Jadinya mau makan seblak aja?"


"Iya mbak, seblak ya lima. Sama minumnya es jeruk lima"


"TAMBAH SATU V" Riri berteriak dengan bar-barnya hingga membuat seluruh atensi menatap gadis itu, sedangkan yang ditatap hanya senyam-senyum tidak jelas.


"Tambah satu mbak" ucap Vyona kepada mbak juminten, dan dijawab acungan jempol oleh janda kembang itu.


"Bar-bar banget sih loe ri, teriak-teriak udah kayak di hutan aja"


"Hehe habisnya gue males antri V"


"Kok loe sendirian, Astrid mana?"


"Ada di UKS sama Niko"


"Pasti ngebucin" tebak Ghea sembari memainkan jari jemari Rafa.


"Ngaca woi" ucap Vyona dan Riri dengan ngegas, dan tak bisa santai.


********


"Rapa ganteng, loe bawa motor gue ya. Biar gue yang nebeng sama si boss"


"Ogah. Gue lagi mager, loe bawa aja sendiri motor loe"


"Ishh nggak setia kawan banget"


Dengan segera Vyona merampas kunci motor milik Andi. Vyona Fikir ia sudah lama juga tidak naik motor.


"V loe mau ngapain?"


"Gue mau pulang bawa motor Andi, loe bawa mobil gue sekalian antar Ghea pulang"


"Gue nggak izinin" jazz dan Rafa dengan kompak melarang Vyona, mengingat gadis itu fikirannya masih kacau karena putus cinta.


"Apaan sih, gue bisa kok bawa motor"


"Queen jangan nekat"


"Gue bisa jazz"


"Gue tetep nggak izinin, biar gue yang bawa"


"Ckk, gue pengen bawa motor sendiri" Vyona berdecak kesal ketika jazz lagi-lagi melarang dirinya. "Pliss gue mohon"


"Udah biarin aja jazz, Vyo bisa kok bawa motor sendiri"


"Tuh dengerin apa kata Ghea, gini-gini gue juga bisa naik motor"


"Oke, tapi ganti rok loe"


"Oke gue ganti dulu, kebetulan di mobil ada celana jeans"


Dengan penuh semangat Vyona masuk kedalam mobil untuk mengganti rok sekolah yang sedang ia pakai sekarang.

__ADS_1


"V loe beneran bisa bawa motor kan?"


"Iya loe nggak percayaan banget sih. Gue duluan ya, Rafa besok loe bawa mobil gue"


"Iye Vyo ku sayang, siap laksanakan" jawab Rafa sembari memberi hormat kepada Vyona, dan Vyona pun menanggapinya dengan mengacungkan kedua jempol nya.


"Gue balik dulu" pamit Vyona sembari melesat menggunakan motor milik Andi.


"Vyo hati-hati motor kesayangan gue itu" Andi berteriak heboh ketika Vyona telah melesat menggunakan motornya, padahal sekeras apapun ia berteriak Vyona tak akan bisa mendengarkan dirinya.


"Boss kalau motor gue kenapa-kenapa loe harus ganti motor gue dengan H2R"


"Kenapa gue?"


"Ya karena loe yang paling banyak duit" Andi berucap dengan entengnya sembari masuk kedalam mobil jazz.


"H2R boss" Rafa menepuk pundak jazz sembari tertawa lepas.


"Punya temen gitu banget. Padahal Vyona bukan siapa-siapa gue, kenapa gue yang harus tanggung jawab"


********


"Wihh motor baru nih non?" Ucap mbok sum begitu melihat Vyona memasuki bagasi menggunakan motor. "Tapi nanti den Eksa bisa marah non, kalau tau non Vyo beli motor lagi"


"Vyo nggak beli mbok. Ini motor temen, Vyo cuma pinjam kok. Vyo kangen aja naik motor"


"Ahhh syukurlah, mbok fikir non Vyo jual mobil terus ditukar sama motor"


"Nggak dong, Vyo masih pengen hidup mbok. Kalau sampai kak Eksa tau bisa digantung Vyo" ucap Vyona sembari terkekeh hingga membuat mbok sum ikut tertawa.


"Yaudah kedalam yuk, mbok udah masak makanan kesukaan non Vyo"


"Asik mbok emang paling the best" Vyona memeluk mbok sum dengan penuh sayang.


"Jadi bubuk nggak the best nih non?" Tanya bik yam yang baru saja keluar dan menghampiri dirinya dan mbok sum.


"Bik yam juga the best kok. Ibu kedua, dan ketiga aku emang paling oke"


"Ihh si non bisa aja. Yaudah yuk makan, jangan sampai non Vyo makin kurus, nanti den Eksa bisa marah-marah sama bibik dan simbok"


"Siap"


Vyona berjalan memasuki rumah dengan menggandeng tangan mbok sum dan bik yam, ketiganya melangkah dengan riang menuju dapur.


"Wah-wah pada bahagia banget kelihatannya"


"Iya dong, kenapa? Pak Agus iri kan!"


"Iya pak Agus juga pengen dipeluk non Vyo" ucap pak Agus sembari merenggangkan kedua tangannya.


Vyona pun tersenyum dan dengan senang hati masuk kedalam pelukan pak Agus.


"Bapak sehat-sehat ya, Vyo juga sayang sama bapak"


"Iya non, bapak pasti bakal jaga kesehatan"


"Janji ya, jangan tinggalin Vyo" ucap Vyona sembari mengakar jari kelingkingnya.


"Janji dong, yakali bapak ninggalin anak bapak yang cantik ini" pak Agus menyambut jari kelingking Vyona sembari tersenyum, tak lupa tangan kirinya mengelus sayang puncak kepala Vyona.


"Makasih ya. Vyo nggak tau bakal jadi kayak apa hidup Vyo kalau nggak ada pak Agus, bik Yem, sama mbok sum. Kalian itu support sistem paling baik yang Vyo miliki setelah papa dan juga kak Eksa"

__ADS_1


Setelah selesai acara peluk-pelukan Vyona segera melahap makanannya, semua yang dimasak bik yam dan mbok sum adalah makanan favoritnya.ahh andai saja makanan itu butan mamanya, Vyona pasti akan lebih bahagia lagi.


__ADS_2