I'M Not Antagonis

I'M Not Antagonis
pertandingan


__ADS_3

Vyona nampak menggeliat dan mengerjapkan matanya begitu silau cahaya matahari menembus melalu celah-celah gorden, begitu kesadaran sudah terkumpul Vyona segera bangkit dari tidurnya.


Dilihatnya jam di dinding menunjukkan pukul 06.15 mata Vyona langsung melotot begitu sadar kalau ia bangun kesiangan.


"Astagfirullah gue kesiangan anjir, belum sholat subuh. YaAllah maafin Vyo"


Dengan segera Vyona melompat dari atas ranjangnya dan bergegas mengambil air wudhu, sesudahnya Vyona tetap melaksanakan sholat subuh walaupun kesiangan.


Ketika tengah asik berzikir, tiba-tiba saja pintu kamarnya diketuk dari luar namun Vyona terus mengabaikan dan meneruskan zikirnya.


Hingga pada akhirnya bik yam menerobos masuk, begitu bik yam masuk kedalam kamar Vyona dan melihat anak majikannya itu tengah berzikir bik yam langsung melongo, sembari melirik jam dinding yang tak jauh dari tempat berdiri sekarang.


"Buset Solehah bener non Vyo" gumam bik yam sembari mendekati Vyona. "Non udahan dzikirnya, buruan mandi katanya mau ikut bibik ke pasar"


Vyona segera menghentikan dzikirnya, setelahnya gadis itu melengkungkan bibirnya kebawah.


"Loh-loh kenapa non, kok sedih?" Tanya bik yam sembari merengkuh tubuh Vyona kedalam pelukannya.


"Vyo kesiangan bik, jadi baru sholat"


Mendengar jawaban Vyona bik yam hanya bisa terkekeh, sembari mencubit gemas pipi Vyona.


"Bibik fikir kenapa. Yaudah gapapa, kan non Vyona nggak sengaja. Lain kali jangan diulangi lagi, bibik kan udah pernah bilang jangan begadang, lihat sekarang bangunnya kesiangan kan"


"Iya bik maaf. Lain kali Vyo nggak akan maraton drakor lagi deh"


"Yaudah sekarang non Vyo mandi, katanya mau ikut ke pasar"


"Siap bibikku sayang" ucap Vyona sembari mencium pipi bik yam, sebelum akhirnya ia melepas mukenanya dan segera melesat menuju kamar mandi.


*****


"Non Vyo mau beli apa sih? Kan bisa nitip bibik aja, nggak harus repot-repot ke pasar" tanya bik yam begitu keduanya telah sampai di pasar.


"Vyo pengen beli kue Bandros, sama kue pukis bik" jawab Vyona sembari menggamit manja tangan bik yam.


"Kan bisa nunggu dirumah aja non, biar bibik yang beli"


"Gapapa bik, kan sekalian nganter bibik belanja. Lagian Vyo bosen kalau dirumah terus"


"Emangnya non Vyo nggak jalan sama pacarnya?"


"Pacar Vyo kan jauh bik"


"Emang pacarnya non Vyo siapa?" Tanya bik yam sembari mengangkat sebelah alisnya.


"Kim Soo Hyun"


"Ihh non Vyo ngaku-ngaku nih, itukan pacar bibik"


"Ihh bibik selingkuh dong berarti, awas ya nanti Vyo aduin ke pak Agus"


"Aduin aja non, bapakmu itu sudah hafal kalau bibik ini suka halu" jawab bik yam sembari tertawa dan disambut kekehan oleh Vyona.


Setelah mendapatkan kue Bandros, dan kue pukis ke inginannya Vyona segera menemani bik yam berbelanja, mulai beli sayuran, lauk pauk, dan kebutuh dapur lainnya.


"Yey akhirnya selesai juga" ucap Vyona sembari menutup bagasi mobilnya.


"Aduh non, bibik kebelet. Bibik ke toilet dulu ya"


"Iya bik, perlu Vyo temenin nggak?"


"Nggak perlu non, bibik pergi dulu"

__ADS_1


Sembari menunggu bik yam yang pergi ke toilet, Vyona memutuskan menunggu didalam mobil sembari memutar lagu favoritnya.


Ketika tengah asik bersenandung mengikuti alunan musik yang ia putar tiba-tiba saja ponselnya bergetar menandakan ada sebuah pesan masuk didalamnya.


Jazziel: dimana?


Vyona: lagi pasar, kenapa?


Setelah selesai membalas pesan jazz, tak berselang lama cowok itu melakukan panggilan video.


"Hai, kenapa?" Ucap Vyona begitu telah mengangkat panggilan video jazz.


"Beneran di pasar?"


"Ya bener dong. Nih kalau nggak percaya" jawab Vyona sembari mengarahkan kameranya ke area pasar.


"Wihh keren. Awas hati-hati, nanti kalau diculik"


"Siapa juga yang berani nyulik aku" ucap Vyona sembari melotot, hingga membuat jazz terkekeh.


"Yaudah pulangnya hati-hati"


"Kamu telfon cuma mau tanya gitu doang!"


"Ya iya, emangnya kamu mau apa? Berharap aku ajak jalan! Nggak dulu deh, aku mau tidur lagi" ucap jazz sembari tersenyum.


"Dihh dasar kebo" ledek Vyona.


"Kamu salah, yang bener itu aku manusia ganteng. Kalau kebo mah ini" ucap jazz sembari mengarahkan kameranya ke wajah Rafa, dan juga Andi yang masih tidur pulas.


"Iuhh Andi ileran. Astaga bocah prik satu itu" ucap Vyona sembari bergidik jijik melihat jigong Andi.


"Yaudah aku tutup dulu, kamu pulangnya hati-hati" ucap jazz sembari terkekeh karena melihat ekspresi wajah Vyona.


Dari kejauhan Vyona dapat melihat seorang ibu-ibu tengah kesusahan membawa barang belanjaannya, dengan segera Vyona keluar dari dalam mobilnya dan berlari ke arah ibu itu.


"Saya bantu Tante" ucap Vyona sembari mengambil beberapa kantong belanjaan ibu itu.


"Terimakasih cantik" ucap ibu itu sembari tersenyum.


Kalau dilihat dari penampilannya ibu ini sebaya dengan mamanya, ibu ini juga tak kalah cantik dari mamanya.


Setelah menaruh belanjaan di mobil milik ibu itu Vyona segera berpamitan, karena mungkin saja bik yam sekarang telah mencari-cari dirinya.


"Kalau gitu saya permisi ya Tante"


"Makasih ya cantik, oh iya nama kamu siapa?"


"Nama saya Vyona Tante"


"Nama yang cantik, persis seperti orangnya. Oh iya ini nomor telfon Tante, hubungi Tante ya, biar lain kali kita bisa ngobrol" ucap ibu itu sembari memberikan selembar kartu nama kepada Vyona.


"Iya tan, kalau gitu Vyo permisi dulu. Assalamualaikum"


"Walaikumsalam" jawab ibu itu sembari tersenyum.


Vyona segera berlari untuk kembali ke mobilnya yang ia parkir lumayan jauh dari tempat parkir ibu tadi.


"Non darimana aja sih! Bibik khawatir tau, bikin jantungan aja. Bibik fikir non diculik"


Dengan nafas yang masih ngos-ngosan Vyona tertawa, bik yam ini ada-ada saja. Lagian siapa juga yang mau nyulik antagonis macam dirinya.


"Udah ah, ayo pulang bik" ajak Vyona sembari masuk kedalam mobil dan disusul oleh bik yam.

__ADS_1


*****


Weekend ini Karel mengajak Aretha pergi ke taman. Kini keduanya nampak asik menikmati es krim, sembari melihat anak-anak yang berlalu lalang bermain bersama kedua orangtuanya.


"Eh rel lihat deh, Jazz sama Vyona gemesin banget ya. Setelah kemarin Jazz upload foto Vyona, sekarang Vyona juga upload foto jazz" ucap aretha sembari menunjukkan ponselnya kepada Karel, Aretha memang sengaja menunjukkan itu kepada Karel, agar cowok itu segera melupakan Vyona begitu tau Vyona sudah memilih Jazz didalam hidupnya.



❤️200.900likes


Vqueensha my boy ❤️ @jazziel85


Astrid  nggak mau kalah banget sih V


Didit sakit hati gue V, tapi gapapa gue juga ikut seneng kalau loe seneng.


User2 Jazz gue udah sold out 😭 emak anakmu nggak jadi melepas masa lajang.


Andieverett mohon maaf mbak, foto diatas seperti boss saya ya!


Reva cowok loe ganteng V, kagak usah di postang-posting, Takutnya nanti laku lagi.


Prili anjir, cinta gue pupus sudah 😭


User3 semoga langgeng ya kak Vyo 🥰


Ada rasa sakit ketika melihat unggahan terbaru di Instagram milik Vyona, rasanya hati Karel seperti ditusuk oleh benda tumpul. Sungguh rasanya sangat sakit.


"Kenapa sakit banget" gumam Karel dalam hati.


"Ihh rel kok kamu diam aja sih"


"Ahh iya gemesin. Tapi lebih gemesin kamu" ucap Karel sembari menyelipkan rambut Aretha kebelakang telinga.


"Gombal"


"Fakta sayang"


*******


Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Dimana team basket SMA Satria Mandala melawan SMA merpati, pertandingan persahabatan ini dilakukan di kandang lawan.


"Semangat ya ayang, aku yakin kamu pasti bisa" ucap Ghea berusaha menyemangati sang kekasih hati.


Dengan gemas Rafa mengacak gemas rambut Ghea, hingga membuat sang empunya cemberut.


"Iya ayang, aku bakal semangat kalau ada kamu"


"Bucin terus. Ini anak-anakmu udah nungguin arahan Fa" sarkas Didit.


"Iya bawel" ucap Rafa sembari meninggalkan Ghea dan segera gabung dengan teamnya.


"Semangat" ucap Vyona sebelum Jazz ikut menyusul Rafa, sementara Jazz hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


Kini Vyona dan Ghea sudah duduk di tribun bergabung dengan Riri, Astrid, dan juga Niko.


Setelah pertandingan dimulai semua supporter dari dua belah pihak sudah berteriak secara heboh begitu pula dengan Vyona dan juga Ghea yang sedari tadi meneriaki nama Jazz dan juga Rafa.


"Heboh banget mereka berdua, mentang-mentang ayangnya ikutan main" ucap Riri sembari geleng-geleng kepala.


"Makanya cari pacar, biar kalau temennya bucin loe nggak iri" ledek Astrid sembari tertawa.


"Bachot" ucap Riri sembari menggerakkan tangannya membentuk pelangi.

__ADS_1


__ADS_2