
Setelah 1 Minggu menjalani pemulihan akhirnya hari ini Vyona sudah diperbolehkan pulang ke rumah.
"Vyona sayang, kamu kenapa nak?" Tanya Tante melati. Ya hari ini melati ikut menjemput Vyona, setelah sebelumnya kakak dari mamanya itu menetap di Korea dan baru beberapa hari lalu kembali ke Indonesia.
"Gapapa kok Tante" dusta Vyona.
"Nggak dijemput ayang tuh Tan, makannya wajahnya mendung kayak gitu" ledek Areksa hingga mengundang gelak tawa yang lainnya.
"Ihh, kak Areksa apaan sih" wajah Vyona langsung bersemu merah karena malu, apa isi otaknya segitu gampangnya untuk di tebak.
"Sa, lihat deh mukanya langsung merah kayak kepiting rebus"
"Tauk ahh. Abang, sama kakak nyebelin" ucap Vyona sembari mencebikkan bibirnya sebelum akhirnya gadis itu memilih untuk lebih dulu masuk kedalam mobil.
"Kalian nih ya seneng banget godain adiknya" Tante melati yang gemas dengan Areksa dan Alan langsung menjewer telinga keduanya hingga membuat tatapan beberapa pengunjung langsung tertuju pada mereka. Sedangkan Agra hanya bisa terkekeh melihat kedua putranya diperlakukan seperti itu oleh melati, kapan lagikan melihat seorang CEO yang terkenal galak di perlakukan seperti bocah kemarin sore.
"Pa, tolong"
"Ogah, papa nggak ikut-ikutan" ucap Agra sembari angkat tangan dan memilih menyusul Vyona ke dalam mobil.
"Tan, sakit. YaAllah ini kalau sampai ada bawahan kita yang tau, bisa habis citra kita sebagai boss galak, Tan" Alan berusaha protes ditengah kesakitan yang ia rasakan.
Namun bukannya melepaskan melati justru semakin menambah kekuatannya.
"Rasain kalian, nakal banget. Orang adiknya baru sembuh, udah dijailin aja" ucap melati sembari tersenyum puas saat melihat tampang melas kedua keponakan laki-lakinya.
*******
Sesampainya dirumah Vyona melihat beberapa motor sport berjejer rapi di garasi rumahnya, namun rumah itu terlihat sepi sunyi seperti tidak berpenghuni. Padahal Vyona berharap itu motor milik Jazz dan juga teman-temannya.
"Itu motor siapa?" Ucap Vyona sembari menunjuk deretan motor yang berada didalam garasi.
"Ya motor kakak, sama motor Abang lah. Yakali motor punya papa" jawab Areksa sembari merangkul pundak Alan.
"Iyakah! Emang kalian main motor lagi!" Melati menatap Areksa dan Alan secara bergantian, tatapannya sangat tajam dan begitu mengintimidasi.
"Mbak udah biarin, namanya juga anak muda"
"Agra kamu bener-bener ya. Bisa-bisanya kamu sesantai ini, ketika tau anak-anak main motor lagi"
Agra memilih mengabaikan melati dan segera mengajak putri kesayangannya masuk kedalam rumah. Kalau menanggapi melati bisa nggak selesai-selesai masalahnya.
"Tente marah-marah terus, awas nanti cepet tua" ucap Areksa dan langsung disetujui oleh Alan.
"Jangan kebanyakan marah-marah, Tan. Nanti keriputnya makin banyak loh" timpal Alan.
"Apa iya Tante udah setua itu!" Seru melati sembari meraba-raba wajahnya, namun beberapa detik kemudian ia sadar kalau itu hanya akal-akalan Areksa dan juga Alan agar ia segera berhenti mengomel.
__ADS_1
Namun ketika sadar kedua keponakan laknatnya itu sudah kabur berlari kedalam rumah.
"Astagfirullah punya keponakan gini banget"
****
"Selamat datang Vyona"
"Selamat datang kakak ipar"
Sesampainya di ruang keluarga Vyona nampak kaget begitu melihat keberadaan teman-temannya dan juga teman-teman Jazz, mereka menyambut kedatangan Vyona dengan menghias ruang keluarga rumah Vyona.
"Selamat datang Queen" ucap Jazz sembari berjalan mendekat ke arah Vyona, setelah berdiri tepat di depan gadis itu Jazz segera menyerahkan satu buket bunga mawar merah kepada gadisnya.
"Jangan pernah sakit lagi ya, aku maunya kamu terus sehat"
"Iya" jawab Vyona sembari tersenyum manis.
"Cerah bener itu muka setelah ketemu ayang, tadi aja mendung" ledek Alan.
"Ohh jadi tadi motor mereka" ucap melati sembari menunjuk teman-teman Vyona.
"Iyalah Tan, yakali kita beli motor sebanyak itu"
"Tante fikir kalian beneran main motor, dan ikut balapan lagi. Pantesan papa kalian santai aja"
"Areksa, makin kurang ajar ya kamu" ucap melati sembari melotot, sedangkan Areksa langsung tersenyum dan mengangkat kedua jarinya, hingga membuat yang lainnya langsung tertawa.
"Hari ini bukannya sekolah ya!" Ucap Vyona begitu ia dan Jazz sudah berdiri di taman belakang rumah.
"Iya"
"Terus kok sekarang kamu sama anak-anak ada di rumah aku"
"Kita bolos" jawab Jazz sembari tersenyum. Hari ini Jazz dan yang lainnya memang sengaja bolos sekolah hanya untuk menyambut kepulangan Vyona, bahkan Niko yang notabene seorang ketua kelas pun juga ikut membolos.
"Kalian nih ya, kalau sampai besok dihukum gimana?"
"Kalaupun dihukum, kita dihukumnya juga bareng-bareng"
"Dasar bandel" ucap Vyona sembari menyentil kening Jazz.
"Buat kamu apa sih yang nggak, Queen"
"Udah ada berapa puluh cewek yang kamu gombalin kayak gini!"
"Cuma kamu" ucap Jazz sembari menatap Vyona. Begitu pula sebaliknya, Vyona juga menatap mata Jazz berusaha mencari kebohongan didalamnya, namun hasilnya nihil Vyona sama sekali tidak menemukan kebohongan Jazz mengucapkan itu dengan sungguh-sungguh.
__ADS_1
*****
Jam menunjukkan pukul 16.00 dan seluruh teman-teman Vyona sudah berpamitan untuk pulang, begitu pula dengan teman-teman Jazz.
Kini hanya menyisakan Areksa, Alan, Vyona, jazz, papa Agra, dan Tante melati.
"Areksa udah Nemu siapa yang udah nabrak Vyona"
Agra dan melati terlihat begitu kaget, tidak menyangka kalau Areksa berhasil menemukan pelaku tabrak lari itu.
"Siapa kak?" tanya Jazz dengan penasaran.
"Karel, mantan pacar Vyona"
Vyona yang mendengar jawaban kakaknya kaget bukan main. Mantan pacarnya! Memangnya dirinya punya salah apa, sampai mantan pacarnya itu menabrak dirinya. Apa dirinya berselingkuh dengan Jazz hingga membuat mantan pacarnya itu murka dan menyelakai dirinya. Ya kira-kira seperti itu lah yang Vyona fikiran saat ini.
"Kenapa dia jahat sama aku, memangnya aku salah apa?"
"Kamu nggak salah dek. Kelihatanya dia juga nggak sengaja, mungkin dia bawa mobil dengan kecepatan tinggi, sedangkan kamu nyebrangnya sembarangan akhirnya dia nggak bisa menghindari kecelakaan itu" terang Alan.
Vyona sedikit merasa lega setelah mendengar penjelasan Alan, itu tandanya dirinya tidak berselingkuh dengan Jazz dan memancing amarah mantan kekasihnya itu.
"Eksa bakal bawa ini ke jalur hukum, pa"
"Jangan kak" ucap Vyona sembari menggenggam kedua tangan Areksa.
"Kenapa, dek?"
"Dia masih kecil kak, masa depan dia masih panjang. Tolong jangan laporkan dia ke polisi, kasihan kak"
"Tapi dia udah buat kamu koma, kamu terluka gara-gara dia"
"Tapi sekarang Vyona gapapa kan kak! Vyona mohon, jangan laporin dia"
Areksa maupun Alan sama-sama mendengus kesal, keduanya benar-benar tidak paham dengan jalan fikiran Vyona. Bisa-bisanya Vyona memaafkan Karel dengan begitu mudah, sedang dirinya saja terluka dan hampir kehilangan nyawanya.
"Vyona mohon kak, bang" ucap Vyona dengan memohon.
"Oke" final Alan sembari bangkit dari duduknya. "Abang turutin keinginan kamu" lanjutnya sebelum akhirnya Alan pergi naik kelantai dua dimana kamarnya berada.
Tak lama Areksa pun juga menyusul Alan. Vyona sedikit sedih ketika melihat wajah kedua kakak laki-lakinya yang terlihat begitu kecewa dengan keputusan yang Vyona ambil. Tapi Vyona juga tidak tega jika harus menjebloskan Karel ke dalam penjara, Vyona fikir masa depan Karel masih panjang. Dan di umur mereka yang sekarang harusnya Karel masih menikmati masa-masa mudahnya, Vyona nggak bisa membayangkan akan jadi seperti apa Karel jika harus mendekam didalam penjara.
"Aku bangga sama kamu" ucap Jazz sembari mengelus puncak kepala Vyona.
"Kamu nggak marah sama keputusan yang aku ambil!"
"Nggak dong, apapun keputusan yang kamu ambil aku bakal terus dukung kamu. Aku bangga punya pacar yang punya hati baik kayak kamu"
__ADS_1
"Makasih" ucap Vyona dengan tersenyum. Sedangkan Agra dan melati ikut tersenyum haru melihat betapa manisnya Jazz memperlakukan Vyona.