I'M Not Antagonis

I'M Not Antagonis
belajar bersama


__ADS_3

Tak terasa hari yang di tunggu-tunggu pun datang, hari ini seluruh siswa-siswi SMA Satria Mandala akan menjalani ujian akhir semester, namun sebelum ujian di adakan mereka seperti biasa akan melakukan upacara bendera terlebih dahulu.


"Vyo, ayo ke lapangan" ajak Astrid ketika melihat Vyona masih duduk Santai sembari ngobrol dengan Ghea, dan juga Riri. Dan berakhir dengan dirinya dikacangi.


"Masih lama juga, trid" ucap Riri sembari melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya.


"Tau ih Astrid, disana panas" timpal Ghea.


Suasana kelas sekarang memang sudah sepi, Karena sebagian dari teman-temannya sudah turun ke lapangan, dan sebagian lagi masih di kantin.


Namun tiba-tiba saja ide gila muncul dari otak Vyona, hingga membuatnya tersenyum devil.


"Senyum loe gitu banget sih, V. Jadi ngeri gue" Astrid jadi merinding sendiri.


"Gue ada tugas buat loe berdua" ucap Vyona sembari memberi isyarat agar Astrid dan Riri mendekat kearahnya.


"Gila loe" ucap Riri dan Astrid secara bersamaan ketika Vyona telah selesai membisikkan sesuatu kepada keduanya, sedangkan Ghea hanya geleng-geleng kepala ketika sahabatnya itu kembali mengeluarkan ide jahil.


"Nih, buruan" lanjut Vyona sembari menyerahkan lima lembar uang seratus ribuan kepada Astrid dan juga Riri.


"Oke gaskan, meskipun agak gila. Tapi gue suka" ucap Astrid dengan mengambil uang yang Vyona berikan.


Setelah kedua temannya itu keluar kelas, Vyona segera menjalankan rencana busuknya.


"Mampus" gumam Vyona sembari membuang sesuatu kedalam tong sampah dan ia guyur dengan susu coklat milik Ghea.


"Udah belum sih V? Itu Riri sama Astrid udah nungguin dibawah" ucap Ghea sembari menunjuk Riri dan Astrid yang sudah berdiri dilapangan bersama anak-anak cowok yang juga sudah kembali dari kantin.


"Udah kok, tapi jangan ngadu-ngadu sama Jazz loe ge"


"Iya-iya, udah ayo"


"Baik banget sih, sahabat gue ini. Jadi makin sayang" ucap Vyona sembari mencubit kedua pipi Ghea, hingga membuat sang empunya meringis kesakitan.


"Sakit"


"Maaf kelepasan" Vyona hanya mampu nyengir dengan muka seolah tanpa dosa.


Dengan segera keduanya turun kelapangan dan segera bergabung bersama teman-temannya.


"Mohon perhatiannya, untuk anak-anak yang tidak memakai atribut lengkap mohon segera berdiri didepan" ucap Karel dari mikrofon, hingga menyedot perhatian seluruh siswa SMA Satria Mandala.


Setelah Karel memberikan peringatan seluruh siswa yang melanggar segera berdiri di depan, kebanyakan dari mereka tidak memakai topi, dasi, dan ada juga yang nekat memakai sepatu putih.


Dari kejauhan Vyona dapat melihat kalau mangsanya tengah berlari dengan nafas yang ngos-ngosan, hingga membuat Vyona dan ketiga temannya diam-diam tertawa.


"Kamu kenapa beb?" Tanya Niko yang menyadari jika kekasihnya itu tengah tertawa.


"Gapapa kok"


"Gapapa kok ketawa!" Ucap Niko penuh selidik.

__ADS_1


"Itu cuma silau aja lihat kepala pak Bambang" dusta Astrid sembari mengendalikan dagunya kearah pak Bambang yang berdiri tak jauh dari Karel.


"Berdosa banget loe trid" ucap Andi yang tak sengaja mendengar percakapan Niko dan juga Astrid.


"Lah emang botaknya pak Bambang bikin silau, ndi. Emangnya letak salah gue dimana sih!"


"Kagak ada, trid. Loe emang bener" ucap Andi sembari mengangkat kedua jempolnya.


Setelah semua berkumpul dengan segera upacara bendera dimulai dan upacara berjalan dengan lancar. Hanya saja pidato kepala sekolah barusan sangat panjang lebar, hingga membuat mereka bosan sendiri.


Setelah upacara selesai mereka semua langsung bubar dan menuju kelas masing-masing, kecuali anak-anak yang melanggar aturan.


"Kamu kenapa disini sih?" Tanya Karel kepada gadis yang kini berada di hadapannya. "Kenapa nggak bawa topi, bukannya tadi aku udah ingetin kamu"


"Aku juga nggak tau rel, tiba-tiba aja topi aku hilang. Dan tadi ketika aku pergi ke koperasi buat beli, topinya udah habis dan nggak ada stok" jelas Aretha, dengan muka memelas berharap Karel tak menyuruhnya berlari mengelilingi lapangan.


"Lari sekarang"


"Tapi rel"


"Nggak ada tapi-tapian, aturan tetap aturan"


Dengan terpaksa Aretha pun berlari mengelilingi lapangan mengikuti anak-anak yang lainnya. Sementara itu ke empat gadis yang melihat itu dari lantai dua hanya dapat tertawa jahat.


Ya, ini semua adalah ide gila Vyona tadi. Begitu melihat topi Aretha tergeletak di atas meja ide jail itu langsung keluar dari otak Vyona.


Vyona memberi uang pada Astrid dan Riri untuk memborong semua topi yang ada di koperasi sekolah, dan terakhir Vyona membuang topi Aretha di tong sampah dan ditumpahi dengan susu coklat milik Ghea.


"Pada ngetawain apa sih?" Tanya Rafa yang tiba-tiba saja sudah berdiri di samping Ghea.


"Gapapa kok"


"Kamu nggak lagi ngerjain anak orang kan Queen?" Tanya Jazz dengan penuh selidik.


"Mana ada, udah yuk masuk kelas" jawab Vyona sebelum akhirnya menggandeng Jazz untuk segera menuju kelas mereka.


*****


Setelah pulang sekolah Jazz, Rafa, Andi, Niko, Riri, Astrid, dan juga Ghea berkumpul di rumah Vyona untuk belajar bersama. Karena besok mata pelajaran yang akan mereka kerjakan adalah matematika dan juga fisika, dimana dua pelajaran itu berisikan hitung-hitungan dan juga membutuhkan rumus-rumus yang cukup membuat otak pusing.


Namun ketika Jazz dan Vyona terlihat sibuk belajar teman-temannya justru terlihat sibuk berghibah.


"Ehh, loe tau nggak sih si prili setelah di tolak sama Jazz, sekarang dia pacaran sama Diki ketua PMR" ucap Astrid si tukang update gosip disekolah.


"Yang bener kamu trid?" Tanya Ghea.


"Ya iyalah, tapi kok bisa anjlok banget ya. Dari Jazz loh, masak tiba-tiba ke Diki"


"Ya kalau mau cari yang spek Jazz jelas kagak ada lah" timpal Riri dan langsung disetujui oleh Ghea.


"Iya juga sih. Oh iya loe udah nggak galau-galau lagi, ndi?" Tanya Astrid.

__ADS_1


"Kagak lah, ngapain juga gue galau lama-lama. Cewek yang mau sama gue masih ngantri panjang, trid"


"Sombong amat" ucap Riri dan Ghea secara bersamaan.


"Bukan sombong, tapi emang kenyataannya gitu ya wahai Mak lampir dan gemoy"


"Cihh, banyak mantan kok bangga" sinis Riri.


"Kenapa? Loe mau juga jadi mantan gue!" Ucap Andi sembari menaik turunkan kedua alisnya.


"Ini sebenarnya loe semua kesini mau belajar atau mau ngobrol sih?" Ketus Vyona ketika konsentrasinya pecah karena keributan yang diciptakan oleh teman-temannya yang tengah berghibah ria.


"Niatnya sih belajar V, cuma setelah melihat angka-angka kepala gue langsung pusing" jawab Niko sembari memasukkan camilan kedalam mulutnya.


"Nah bener tuh kata Niko" ucap Andi, Riri, dan Ghea secara bersamaan.


"Ciri-ciri calon sampah negara ya gini"


"Nggak kurang pedes tuh mulut loe V!"


"Kalau kurang pedes loe tambahin aja boncabe" tambah Vyona.


"Cewek loe tuh Jazz" ujar Niko sembari menabok Jazz yang duduk disampingnya.


"Dia nggak salah, loe aja yang goblok"


"YaAllah cobaan banget punya temen kayak Jazz dan Vyona" ucap Niko sembari mengelus dada.


Setelah hampir 2 jam berkutat dengan rumus-rumus yang lumayan memusingkan kepala akhirnya mereka semua memutuskan untuk mengakhiri belajar hari ini. Bukan mereka semua lebih tepatnya hanya Jazz, Vyona, dan juga Rafa. Sedangkan yang lainnya hanya sibuk makan dan bergosip.


"Sampai besok loe semua pada ngerecokin gue awas aja" Vyona menatap temannya satu persatu dengan tatapan yang mematikan.


"Buset, galak bener sih V"


"Bodo amat, udah pada pulang sana"


"Cabut men, tuan rumahnya galak" ajak Niko sembari mengemasi barang-barangnya dan disusul yang lainnya.


"Aku pulang dulu" pamit Jazz sembari mengelus puncak kepala Vyona.


"Hati-hati ya"


"Siap, nona"


"Giliran ama cowoknya aja manis banget, jijik gue lihatnya V"


"Ngebacot lagi gue lempar loe ke kutub Utara"


"Ishh, nyari gara-gara terus" ucap Astrid sembari mencubit pinggang Niko. "Kita balik dulu ya, bye Vyo" lanjutnya sembari melambaikan tangan kepada Vyona.


Setelah semua teman-temannya pulang, Vyona dengan segera merapikan ruang keluarganya yang sudah berubah menjadi kapal pecah. Sungguh kalau saja ini Vyona tak sayang kepada teman-temannya sudah pasti bocah-bocah laknat itu akan Vyona bejek-bejek menjadi perkedel, karena sudah berani mengacau dirumahnya.

__ADS_1


__ADS_2