I'M Not Antagonis

I'M Not Antagonis
mulai serakah


__ADS_3

Setelah selesai melakukan pesta barbeque Vyona, Ghea dan juga Riri langsung kembali kedalam kamar.


Namun baru beberapa saat mereka memejamkan mata, Riri terusik dari tidurnya karena mendengar Vyona mengigau.


"Jijiel!" Gumam Riri sembari terus menatap Vyona yang terlihat tidak tenang dalam tidurnya. "Siapa jijiel? Kenapa Vyo terus manggil nama itu"


"V__" Riri terkejut ketika merasakan hawa panas dari tubuh Vyona, ketika gadis itu hendak membangunkan Vyona.


"Astaga loe demam V"


Dengan segera Riri membangunkan Ghea, gadis itu sudah terlihat pulas. Bahkan tidak terusik sama sekali, walaupun Vyona terus mengigau.


"Ihh, kenapa sih Ri. Aku ngantuk banget" ucap Ghea ketika Riri tiba-tiba saja membangunkan dirinya, padahal Ghea merasa belum lama tidur. "Apa ini udah subuh, sampai kamu bangunin aku"


"Cepet buka matamu, Vyona demam anjir"


Mendengar penuturan Riri bahwa sahabat kesayangannya sedang demam, sontak saja Ghea langsung melotot. Bagaimana mungkin, padahal tadi Vyona terlihat baik-baik saja.


Dan benar saja apa kata Riri, ketika Ghea menyentuh kening Vyona Ghea dapat merasakan hawa panas.


"Dari tadi dia terus ngigau kayak gitu, emangnya siapa sih jijiel?"


"Emt, dia teman masa kecil Vyona"


"Oh. Yaudah loe tunggu Vyo, gue kebawah dulu minta obat sama Bu asma"


"Iya, sekalian bawa baskom ya Ri"


"Oke"


Ketika Riri menginjakan kakinya menuruni anak tangga dapat ia lihat anak-anak cowok masih terjaga sembari bermain kartu.


"Ri loe belum tidur?" Tanya Rafa yang menyadari kedatangan Riri.


"Tadinya sih udah, cuma gara-gara Vyona ngigau terus gue kebangun"


"Emang ngigau apa?" Tanya Jazz dengan sedikit penasaran.


"Vyona demam, tapi dari tadi tu bocah manggil-manggil jijiel terus"


"Queen demam?"


"Iya"


Mendengar kabar Vyona sakit Jazz langsung saja berlari menuju lantai dua dimana kamar gadis itu berada.


"Bucin banget si Jazz" ucap Niko sembari menatap Jazz yang tengah berlari seperti orang kesetanan.


"Ngaca bege" ucap Rafa, Riri, dan Andi secara bersamaan.


"Nik, ambilin parasetamol ya. Gue mau ambil baskom dulu"


"Oke" jawab Niko sembari bangkit dari duduknya, untuk segera mengambilkan obat untuk Vyona.


*****

__ADS_1


"Queen" panggil Jazz dari ambang pintu, sebelum akhirnya cowok itu masuk dan langsung berjongkok didekat Vyona yang kini tengah memejamkan matanya.


"Kenapa jadi gini sih, maaf ya aku nggak bisa jagain kamu dengan baik" gumam Jazz sembari mengelus puncak kepala Vyona.


"Jijiel,,,, jijiel,,, jijiel" racau Vyona dengan mata yang masih senantiasa tertutup.


"Sebenarnya seberapa sayang kamu sama jijiel sih V!" Seru Ghea sembari memeluk Vyona.


"Jazz ini kompresan, sama obatnya" ucap Riri sembari meletakkan baskom yang ia bawa diatas meja.


"Thanks"


Dengan segera Jazz mengambil handuk kecil yang telah Riri siapkan dan segera menaruhnya di kening Vyona.


"Kalian berdua tidur aja dikamar gue, biar gue yang jagain Queen"


"Ini urusan perempuan. Mendingan loe aja yang tidur, loe kan juga baru aja pulih"


"Gue udah gapapa, mendingan loe berdua tidur. Tenang aja, sahabat loe aman kalau sama gue"


"Tapi beneran gapapa kalau kita tingal?" Tanya Riri sekali lagi untuk memastikan bahwa cowok itu benar-benar sudah membaik.


"Gapapa kok"


"Yaudah kita tinggal dulu ya Jazz, titip Vyona" ucap Ghea sembari mengelus puncak kepala Vyona sebelum akhirnya ia pergi bersama Riri menuju kamar samping yang ditempati Jazz dan juga Rafa.


Setelah kepergian Ghea dan juga Riri, jazz hanya duduk sembari bersandar pada headboard sembari sebelah tangannya tak henti-hentinya mengelus puncak kepala Vyona.


Sedangkan Vyona sesekali masih mengigau memanggil jijiel, terkadang juga memanggil-manggil papa, dan juga kakaknya.


"Sebenarnya perasaan kamu ke aku gimana sih Queen? Aku nggak tau apa yang sebenarnya kami rasain, tapi kamu harus tau kalau aku suka sama kamu. Aku harap, rasa ini nggak bertepuk sebelah tangan ya" gumam Jazz sembari tersenyum miris.


******


Pagi ini Vyona terbangun dengan sedikit lesu pasalnya badannya masih terasa sedikit lemah, untung saja demamnya sudah turun.


Namun ketika ia baru saja membuka mata, hal pertama yang ia lihat adalah Jazz yang sedang tersenyum manis ke arahnya.


"Selamat pagi nona, gimana keadaan kamu?"


"Aku udah baikan. Kamu kok disini sih"


"Gimana aku bisa pergi kalau pacar aku sakit" ucap Jazz sembari mengedipkan sebelah matanya, hingga membuat Vyona terkekeh.


"Makasih ya udah jagain aku"


"Itu udah kewajiban aku buat jagain kamu"


"Kitakan cuma pura-pura pacaran aja, tapi kenapa Jazz seperhatian ini. Tapi gue mulai nyaman sama dia, Tuhan tolong jangan ambil dia ya. Maaf aku mulai serakah, tapi aku memang nggak bisa nglepas dia sekalipun dia bertemu dengan wanita yang ia cintai nantinya" gumam Vyona dalam hati, sembari menatap Jazz.


"Kenapa liatin aku kayak gitu? Aku ganteng ya!"


"Pede abis"


******

__ADS_1


Jam dipergelangan tangannya sudah menunjukkan pukul 09.00 Karel pun menuruni anak tangga dengan tergesa-gesa, pasalnya ia sudah membuat janji dengan Aretha untuk pergi ke taman bermain.


"Karel"


Namun langkahnya terpaksa terhenti ketika melewati ruang keluarga, papanya yang sedang menonton acara TV bersama mamanya tiba-tiba saja memanggil dirinya, hingga mau tak mau Karel harus duduk terlebih dahulu.


"Kenapa pa? Karel lagi buru-buru"


"Mau kemana kamu?"


"Kemarin kan Karel udah izin, Karel mau keluar sebentar sama Aretha"


"Karel-karel, kegiatan kamu nggak ada yang lebih berguna apa?"


"Papa sebenarnya mau ngomong apa sih?"


"Oke-oke kita langsung saja pada intinya, beberapa hari yang lalu papa dengar CEO gentala grup sudah kembali. Jadi cepat kamu cari tahu siapa adik dari CEO itu"


"Harus sekarang ya pa?"


"Ya iya, apa kamu mau nunggu kita miskin dulu, baru kamu jalanin rencana kita"


"Okelah pa, kalau gitu Karel pergi dulu"


"Nggak ada pergi-pergian, kembali ke kamar kamu Karel"


"Tapi Karel udah ada janji sama Aretha, pa?"


"Papa nggak peduli, cepat masuk kamar kamu"


Dengan sangat terpaksa akhirnya Karel kembali lagi ke kamarnya.


"Kenapa hidup gue gini banget sih" gumamnya sembari menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang.


Dirogohnya ponsel miliknya yang ia taruh didalam saku celana, buru-buru Karel mengirim pesan kepada Aretha bahwa mereka gagal pergi hari ini.


"Semoga aja Aretha nggak marah"


Setelah mengirim pesan kepada Aretha, Karel memutuskan untuk membuka akun Instagramnya, sudah lumayan lama ia tidak membuka aku miliknya. Terakhir kali ia membukanya waktu ia mengunggah foto Aretha waktu keduanya tengah bermain ke taman.


Karel ingat betul, dulu akun Instagramnya dipenuhi oleh foto-foto Vyona dan juga dirinya, namun sekarang terlihat begitu kosong setelah dirinya menghapus seluruh foto Vyona.


"Kenapa rasanya kosong ya V" gumam Karel sembari memperhatikan ponselnya.


" Apa loe juga hapus foto-foto gue?" Tanya Karel seolah-olah ada Vyona di dekatnya.


Karena merasa sedikit penasaran akhirnya Karel berusaha mencari akun milik Vyona. Sampai akhirnya cowok itu sadar, bahwa Vyona telah memblokir akun Instagram miliknya.


"Vyona ngebokir gue" gumamnya dengan sedikit tidak percaya.


Hingga pada akhirnya Karel memutuskan untuk membuat fake account. Setelah selesai membuat fake account, Karel bergegas membuka Instagram milik Vyona.


Dapat Karel lihat bahwa gadis itu juga melakukan hal yang sama seperti yang ia lakukan. Foto-fotonya sudah nampak lenyap dari Instagram Vyona berganti dengan foto-foto milik Jazz.


Ada sedikit rasa kecewa di hati Karel, ketika melihat sang mantan telah menghapus semua foto-fotonya. Entah mengapa hatinya menjadi sesak, apalagi ketika melihat sekarang Vyona nampak bahagia bersama dengan pria lain.

__ADS_1


"Kenapa gue selalu ngerasain sesak, setiap kali lihat loe bareng sama cowok lain V! Harusnya kan gue benci sama loe, loe itu cewek jahat dan nggak pantes buat gue cintai. Tapi kenapa seperti ini, kenapa jantung dan hati gue nggak bisa berbohong. Hati kecil gue selalu bilang, kalau gue masih cinta sama loe, walaupun gue selalu berusaha mengelak. Tapi tetap aja gue nggak bisa" gumamnya dengan mata yang mulai memerah.


Tangan kirinya ia gunakan untuk mencengkram seprai sedangan tangan kanannya memegang ponsel yang memperlihatkan unggahan terbaru Vyona yang baru saja di unggah gadis itu sekitar satu jam yang lalu, bahkan gadis itu terlihat tersenyum. Senyum yang selama ini selalu berhasil menghipnotis Karel, senyum yang selalu Karel suka dari seorang Vyona Queensha Arabella.


__ADS_2