I'M Not Antagonis

I'M Not Antagonis
drama pagi hari


__ADS_3

Jam baru saja menunjukkan pukul 06:15 tapi Andi, jazz, dan juga Rafa sudah sampai disekolah. Bahkan kini jazz dan juga Rafa masih terlihat sangat mengantuk dan memutuskan melanjutkan tidurnya didalam mobil, sedangkan Andi sedari tadi berdiri didepan mobil sembari bersidekap dada. Matanya terus mengarah pada gerbang sekolah, seolah-olah tengah menunggu kedatangan seseorang.


"Sialan emang si Andi, perkara motor aja bangunin orang pagi-pagi buta" Rafa ngedumel dengan mata terpejam, ia sangat kesal sekali dengan bocah tengik itu.


"Temen loe tuh" seru jazz


"Temen loe juga kalau loe lupa"


"Diem, gue masih ngantuk"


Bagaimana tidak mengantuk kalau keduanya saja tidur tepat pukul 4 pagi, dan Andi malah membangunkan mereka tepat pukul 5. Itu tandanya jazz dan Rafa hanya mempunyai waktu tidur 1 jam saja.


"Anjing emang si Andi" Rafa mengumpat sembari menutup kepalanya dengan tudung Hoodie dan ikut memejamkan matanya.


"Andi kamu ngapain disini pagi-pagi gini?" Ghea yang baru saja datang sangat kaget melihat Andi sudah berdiri di parkiran sekolah, di dekat cowok itu juga sudah ada mobil jazz dan Vyona, itu tandanya Rafa juga sudah berangkatkan, mengingat cowok itu kemarin membawa mobil Vyona.


"Ayang aku mana?"


"Nih tidur didalam mobil sama boss jazz"


"Kok tidur?"


"Ya biasa ayang bebeb loe tadi malam begadang sama jazz buat main game"


"Ishh kebiasaan"


"Gemoy loe berisik, mendingan loe ke kantin sana pesenin kita semua makanan"


"Belum sarapan?"


"Ya belum lah moy. Ishh gue kok gemes sih Ama loe, kalau nggak inget loe ceweknya Rapa udah gue Telen"


"Ishh sadis" ucap Ghea dengan merinding, Ghea pun memutuskan pergi menuju kantin untuk pesan makanan dari pada berada di dekat Andi dan ditelan oleh cowok itu.


"Vyona sayang, akhirnya loe datang juga" Andi berteriak heboh begitu Vyona datang, hingga membuat jazz dan Rafa yang tengah didalam mobil terlonjak kaget.


"Andi oashuu" umpat jazz dan Rafa secara bersamaan. Keduanya sama-sama memegangi dada mereka, untung saja keduanya tidak memiliki riwayat sakit jantung.


"Apaan heboh banget, udah kayak ketemu artis aja loe"


"Loe gapapa V?" Andi bertanya sembari memutar-mutar tubuh Vyona, hingga membuat Vyona menggeplak punggung Andi karena saking kesalnya.


"Sakit V"


"Ya Loe rese banget, ngapain sih?"


Setelah selesai memutar-mutar tubuh Vyona, Andi beralih memutari motornya seolah-olah tengah mencari sesuatu.


"Loe nyari apaan anjir!"


"Motor gue kok aman sih V" Andi berucap dengan tidak santai, padahal ia sangat berharap motornya rusak agar jazz membelikannya H2R.


"Terus loe maunya motor loe kayak apaan Bambang?"


"Ckk, tuh bocah pengen motornya rusak biar dibelikan H2R sama si boss" bukan Andi yang menjawab pertanyaan Vyona, melainkan Rafa yang baru saja turun dari dalam mobil bersamaan dengan jazz juga.


Mendengar jawaban Rafa barusan Vyona bisa menyimpulkan bahwa Andi berharap dirinya celaka, emang sialan nih kunyuk satu. Dengan mengepalkan kedua tangannya, Vyona langsung mengangkat kakinya dan menendang Andi tepat pada bagian otongnya, RIP Otong Andi.


"Akhhhh" Andi berteriak sembari memegangi otongnya, hancur sudah masa depannya. Andi merasakan ngilu yang amat luar biasa, kelihatannya ia salah mencari lawan kali ini.


"Mampus" ucap Rafa sembari tertawa lepas bahkan perutnya sampai sakit karena tertawa hingga terbahak-bahak.


"Kelihatannya loe salah nyari lawan deh ndi" jazz yang melihat temannya berlutut ditanah dengan memegangi otongnya, merasa ngilu juga. Apalagi Vyona tadi menendangnya lumayan keras. "Lain kali loe harus ulangi lagi ya" ucap jazz sembari menepuk pundak Andi.


"Andi kenapa?" Ghea yang baru saja datang nampak terkejut begitu melihat Andi nampak tengah menahan sakit diarea selangkangannya.

__ADS_1


"Gue tendang tuh otongnya" ucap Vyona dengan begitu santai seolah-olah tanpa beban.


"Astagfirullah Vyo kamu tuh ya, kan kasian andinya"


"Abisnya tuh anak doain gue celaka. Masak dia berharap gue celaka biar motornya rusak, terus dia minta motor baru sama jazz. Mana mintanya H2R lagi, kan nggak ngotak banget"


Ghea yang mendengar penjelasan dari Vyona jadi ikutan kesal, ia segera memberikan kantung plastik yang sedang ia bawa kepada Vyona, setelahnya ia melepas tas punggungnya dan langsung memukulkannya kepada Andi.


"Ishhh Andi nyebelin bisa-bisanya kamu doain Vyo aku celaka" Ghea mengomel sembari terus memukuli Andi, hingga membuat Rafa meledakkan tawanya, sedangkan jazz hanya mampu geleng-geleng kepala melihat keapesan yang telah menimpa Andi.


"Ya Budha salah gue apaan" ucap Andi dengan terkulai lemas, otongnya saja masih terasa sakit, ini ditambah punggungnya yang terasa sedikit panas akibat pukulan dari Ghea.


"Woashuu koe kiy Islam loh Cok" Rafa berucap sembari menoyor kepala Andi.


"Astagfirullah, maafkan Mama's Andi YaAllah, Mama's Andi khilaf"


"Anak dakjal emang" ucap Vyona sembari melenggang pergi, dan diikuti oleh Ghea. Hingga menyisakan tiga cowok tampan itu.


"Masih mau H2R nggak?" Tawar jazz sembari tersenyum miring, didalam otaknya sudah terdapat rencana licik yang telah ia susun untuk sahabat kunyuknya.


"Beneran nih boss?" Andi berucap dengan penuh semangat ketika mendengar penawaran dari jazz.


"Emttt"


"Kalau kata gue mendingan nggak usah deh ndi, perasaan gue nggak enak soalnya" Rafa berusaha menasehati Andi, karena memang dari tampang jazz saja sudah bisa ia lihat, kalau bossnya itu tengah tersenyum devil.


"Diem lu, ngaomong aja iri karena gue mau dapat H2R" namun bukan Andi namanya kalau ia mau mendengarkan nasehat dari Rafa, cowok itu malah menatap Rafa dengan sengit karena menganggap Rafa menghalangi dirinya.


"Ada syaratnya tapi"


"Lah kok pakai syarat sih boss"


"Ya kalik gue beliin motor mahal buat loe kalau nggak pakai syarat"


"Okelah, nggak masalah. Emangnya syaratnya apaan boss?"


Mulut Andi sampai menganga ketika mendengar syarat yang jazz ajukan. Bukankah itu gila, dapat satu kali tendangan saja rasanya Andi sudah mau terbang melayang menuju surga, nah ini jazz malah meminta 20 kali. Bisa langsung tewas Andi.


"Huahahaha dapat H2R kagak, mampus iya" Rafa lagi-lagi tertawa sembari memegangi perutnya.


"Sial, itu namanya loe mau bunuh gue boss"


"Nah emang, capek gue punya temen kunyuk kayak elo"


"Tega sekali kau mas, dedek ini salah apa padamu" ucap Andi dengan mendramatisir.


"Bodo amat" ucap jazz sembari berlalu pergi.


"Mampus makannya kalau Mama's Rafa ngomong itu didengerin" ledek Rafa sembari menjulurkan lidahnya, hingga membuat Andi yang melihatnya sangat kesal, dan siap untuk mencabik-cabik wajah tampan Rafa.


"Heh babang Rapa sini loe, gue bejek-bejek juga muka loe yang ngepres kayak dompet tanggung bulan itu" Andi ngegas ketika Rafa telah berlari menyusul jazz, menyisakan dirinya yang masih merasakan sedikit nyeri pada bagian bawah pusarnya.


"Vyo awas ya loe kalau sampai terjadi sesuatu pada calon masa depan gue"


*****


"Loe beli bubur banyak banget ge?"


"Iya buat kita sarapan. Kasihan ayang Rafa belum sarapan"


"Terus loe beliin buat jazz sama Andi juga?"


"Iya"


Baru saja mereka sampai di dekat kelas namun Susana kelas begitu gaduh, sebenarnya ada pertunjukan apa didalam sana hingga membuat anak kelas samping pun ikut-ikutan melihat di jendela.

__ADS_1


"Kelas rame banget ya V!"


"Iya, ge. Emang kelas kita lagi buat apaan dah?"


"Mana aku tau V"


"Ada apaan kok kelas rame banget?" Kini giliran Rafa yang bertanya, cowok itu baru saja datang bersama jazz dan di belakang mereka ada Andi yang tengah berjalan dengan tertatih-tatih.


"Nggak tau" jawab Vyona dan Ghea secara kompak.


Rafa yang merasa penasaran memutuskan untuk menerobos kerumunan itu agar bisa melihat lebih jelas apa yang sedang terjadi dikelasnya hingga menjadi tontonan seperti ini.


Betapa terkejutnya Rafa ketika melihat apa yang sedang terjadi didalam kelas, ia benar-benar tidak percaya dengan apa yang tengah ia lihat sekarang. Bagaimana mungkin, ia berusaha menampar pipinya sendiri berharap ini hanya halusinasinya saja. Tapi ia merasakan sakit, itu tandanya ia sedang tidak bermimpi bukan.


"Gila ini bener-bener gila" gumam Rafa sembari tersenyum pahit.


Dengan segera ia keluar dari kerumunan itu dan segera menarik tangan Vyona, melihat ada keanehan pada Rafa, Ghea, jazz, dan Andi pun akhirnya ikut menerobos kerumunan.


Melihat kedatangan Vyona, secara otomatis kerumunan anak itu memberi jalan.


Dalam hati Vyona bertanya-tanya sebenarnya ada apa didalam sana? Dan kenapa ketika melihat dirinya, mereka semua langsung minggir dan memberi jalan, padahal tadi dapat Vyona lihat bagaimana susahnya Rafa menerobos kerumunan itu.


Sesampainya didepan pintu Vyona begitu tercengang ketika melihat apa yang sedang terjadi didalam sana. Ternyata saat ini Karel tengah berlutut di depan Aretha dengan membawa sebuket bunga mawar merah ditangannya.


Apa ini? Karel ingin menjadikan Aretha sebagai kekasihnya padahal ia dan Vyona baru saja putus dua hari yang lalu.


"Vyo sabar" ucap Ghea sembari memeluk Vyona erat-erat.


"Gue gapapa kok, ge" Vyona tersenyum dengan getir, apa semudah itu Karel melupakan dirinya.


"Udah yuk masuk, ngapain juga berdiri disini, gue laper" ucap jazz sembari Menerobos Ghea dan Vyona yang tengah berpelukan.


"Ishh jazz ngeselin" Ghea jadi kesal sendiri, bisa-bisanya jazz melerai peluknya untuk Vyona.


"Gemoy ayo masuk kita makan" kini Andi sudah menarik tangan Ghea untuk segera menuju bangku mereka.


"Yuk masuk, anggap aja nggak terjadi apa-apa" Rafa mengulurkan tangannya kepada Vyona, dan dengan senang hati Vyona menerima ukuran tangan Rafa.


Keduanya berjalan memasuki kelas dengan santai seolah-olah tidak terjadi apa-apa, tapi pada kenyataannya ketika melewati Karel Vyona semakin mengeratkan genggaman tangannya kepada Rafa. Rafa yang paham akan hal itu pun membalas dengan menggenggam tangan Vyona dengan tak kalah erat, seolah-olah lewat genggaman tangan itu Rafa bilang 'gapapa, semuanya akan baik-baik aja Vyo'


Sesampainya dibangkunya Vyona langsung mendapat pelukan dari Riri dan juga Astrid.


"It's oke V, gue yakin loe bakal dapat yang lebih baik lagi" ucap Riri sembari mengelus punggung Vyona.


"Iya V, loe itu cantik. Jangankan satu Karel, seratus bahkan seribu yang modelannya kayak Karel bisa loe dapetin" timpal Astrid.


"Sayang ciwi-ciwiku" pekik Ghea sembari menghambur memeluk Riri, Astrid, dan juga Vyona.


"Unchhh gue juga mau ikutan" ucap Andi sembari merentangkan kedua tangannya siap ikut berpelukan dengan ke empat cewek itu, namun dengan cepat Niko memukul tangan Andi.


"Sampai loe berani peluk cewek gue, abis loe Ama gue"


"Buset pawangnya babi utan galak banget" gumam Andi namun masih mampu didengar oleh yang lainnya.


Setelah melerai peluknya, Astrid sudah berdiri disamping Andi dengan tatapan horornya. Dengan segera tangannya melayang diudara dan mendarat pada telinga Andi, Astrid menjewer telinga Andi dengan sangat kencang hingga membuat sang empunya meringis kesakitan.


"Sakit bege"


"Sukurin, salah siapa loe ngatain gue babi utan. Dasar lutung"


"Woilah sesama penghuni kebun binatang dilarang saling menghina ya gaes" ucap Vyona berusaha menengahi Andi dan Astrid.


"Tega bener loe, V. Gue secantik ini loe, tapi loe bilang penghuni kebun binatang" Astrid mendramatisir sembari mengacak-acak rambut Andi, hingga membuat rambut Andi berantakan mirip seperti sarang burung.


"YaAllah ya Tuhan sebenarnya gue ini salah apa sih!" Andi begitu frustasi, kenapa pagi ini ciwi-ciwi begitu sensitif kepada dirinya. Mulai dari Vyona menendang siotong, Ghea memukulinya dengan tas, sekarang Astrid mengacak-acak rambutnya, nanti siang apa lagi?

__ADS_1


Tengah asik dengan dunia mereka sampai-sampai mereka tak kembali menyimak drama yang tengah terjadi di depan sana. Namun ketika sorak-sorai terdengar kedelapan bocah itu kembali menyimak apa yang terjadi. ternyata Aretha baru saja menerima Karel sebagai kekasihnya, hingga membuat riuh tepuk tangan terdengar, namun ada juga yang terlihat menggunjing keduanya mengingat Vyona dan Karel baru saja putus.


__ADS_2