
Pagi ini Vyona baru saja menginjakan kakinya didalam kelas, namun Astrid langsung saja menarik tangannya dan mendudukkan Vyona dibangkunya.
"Kenapa loe? Kayak orang dikejar-kejar hantu aja"
"Iya elo hantunya. Vyo sayang, jadi gimana ceritanya loe bisa jalan sama jazz?"
"Betul, kita-kita udah penasaran banget"
"Iya V, kamu nggak lagi pacaran sama jazz kan?"
"Apaan sih loe pada"
"Yaudah cepet ceritain, semuanya tanpa dikurangi ataupun dilebih-lebihkan" ucap Astrid sembari menatap intens Vyona.
"Betul" timpal Ghea dan Riri secara bersamaan.
Vyona nampak menghembuskan nafas jengah, sebelum pada akhirnya ia menceritakan tentang voucher give away, dan berakhir pergi ke pantai.
"Udah puas loe bertiga?"
"Udah gitu doang?"
"Ya iya. Emang loe maunya apaan Astrid"
"Loe sama jazz pacaran"
"Jan ngadi-ngadi deh"
"Ckk, berharap kan boleh V. Lagian jazz lebih ganteng dari si Karel, mustahil kalau loe nggak jatuh cinta sama dia"
"Makin nglantur, udah belajar sana. Jangan sampai loe lupa kalau hari ini ada ulangan fisika"
"Mampus gue lupa" ucap Riri dan Astrid secara kompak.
"Mampus" ledek Vyona sembari tetawa.
Ketika Vyona tengah asik berceloteh dengan Ghea tiba-tiba saja tiga cowok tampan terlihat memasuki kelas XI IPA 1. Dua anak memiliki aura dingin, sedangkan satu anak terlihat sangat tengil dan menyebalkan.
"Pagi" ucap Rafa sembari mengelus sayang puncak kepala Ghea.
"Pagi ayang. Udah sarapan belum?"
"Udah kok yank, yaudah aku belajar dulu. Kamu juga belajar, jangan ghibah terus sama Vyo"
"Siap kepala negara" ucap Ghea sembari memberi hormat.
*****
Jam pelajaran terakhir akhirnya usai, seluruh siswa dan siswi segera berhamburan untuk meninggalkan kelas masing-masing.
"Ayang aku duluan ya" pamit Rafa kepada Ghea yang masih terlihat memasukkan buku-bukunya kedalam tas.
"Kamu mau kemana kok buru-buru?"
"Mau nemenin si boss latihan kita, gemoy sama Vyo dulu ya" bukan Rafa yang menjawab melainkan Andi, cowok itu sudah berdiri disamping Rafa sembari merangkul pundak Rafa, sedangkan jazz sudah berjalan lebih dulu tanpa menunggu kedua sahabatnya.
"Emtt, V gue titip cewek gue"
"Dia udah gede nggak usah dititipin, nggak bakal hilang juga"
"Ya buat jaga-jaga, V. Loe kan tau temen loe itu limited edition"
"Hahaha bener juga loe"
"Yaudah ayang aku pergi dulu" pamit Rafa sekali lagi sembari mengelus puncak kepala Ghea.
"Hati-hati yank" ucap Ghea begitu Rafa dan Andi telah berjalan meninggalkan kelas.
"V, loe nggak punya cita-cita nginep dirumah gue apa?"
"Kagak. Bokap gue di rumah, ngapain juga gue nginep dirumah loe. Mending gue quality time bareng bokap"
"Gue sendirian, V. Bonyok lagi pergi ke Bali"
"Yaudah loe aja yang nginep dirumah gue"
"Yaudah deh, yuk langsung kerumah loe aja"
__ADS_1
"V, ghe kita duluan" pamit Astrid dan Riri secara bersamaan.
"hati-hati" ucap Vyona namun hanya dijawab dengan lambaian tangan oleh Astrid dan juga Riri.
"Yaudah yuk kita pulang juga"
"Iye bawel"
*****
Kini jazz sudah siap dengan baju balapnya, karena pertandingan hanya tinggal lusa, jadi jazz benar-benar memanfaatkan waktunya untuk berlatih. Pada hari biasa jazz juga berlatih tapi lebih sering pada tengah malam, karena pada waktu itu sirkuit sepi.
"Udah siap boss?"
"Emtt. Lusa loe pada nemenin gue kan?"
"Iyalah" jawab Rafa dan Andi secara bersamaan.
"Boss, loe nggak minta doa dari calon pacar gitu!"
"Siapa yang loe maksud?" Tanya jazz sembari mengerutkan kedua alisnya.
"Ya Vyona lah boss"
"Ckk, gue fikir siapa"
"Kalau suka itu bilang boss, nanti kalau kelamaan diambil orang loh"
"Bachot" ucap jazz sembari menampol jidat Andi, sebelum akhirnya ia turun ke sirkuit untuk memulai latihannya.
"Gimana jazz, loe oke kan?" Tanya Akbar teman sekaligus pelatih jazz
"Gue oke kok bang"
"Bagus tetap jaga stamina"
"Emtt"
"Semangat latihannya" ucap Akbar sembari menepuk pundak jazz sebelum akhirnya ia ikut duduk di tribun bersama dengan Rafa dan juga Andi.
"Gue bisa, kalaupun ayah nggak ngedukung gue, setidaknya ada bunda yang selalu support gue" gumam jazz dalam hati "ayo jazz loe pasti bisa bawa pulang piala"
Seorang gadis cantik telah berdiri ditengah-tengah sembari membawa sebuah kain merah menandakan latihan akan segera dimulai.
Hari ini jazz tidak berlatih sendiri, karena ada tiga rekannya yang ikut berlatih juga.
"Kali ini gue nggak akan biarin loe menang" ucap Yuda salah satu rival jazz
"Nggak usah banyak bacot" sinis jazz.
Selama ini Yuda selalu bicara seperti itu, tapi pada kenyataannya Yuda nggak pernah bisa unggul dari jazz.
"Oke gais, ready One, two, three go" ucap sang gadis memberi aba-aba sembari melempar kain merah yang ia pegang.
Begitu hitungan ketiga jazz segera memacu motornya dengan kecepatan tinggi, begitu pula dengan yang lainnya.
Saat ini posisi jazz masih memimpin didepan, dan dibelakangnya ada Yuda. Dengan sekuat tenaga Yuda berusaha mengejar jazz, namun dengan gesit juga jazz memacu motornya hingga membuat jaraknya dan Yuda semakin jauh.
Tanpa terasa jazz dan yang lainnya sudah mengelilingi sirkuit sebanyak empat kali, dan latihan kali ini dimenangkan oleh jazz.
Ketika jazz telah mencapai garis finis Andi, Rafa, dan juga Akbar berteriak dengan heboh.
"Wah nggak nyangka gue jazz, loe jarang ikut latihan, tapi kemampuan loe masih tetap diatas kita-kita" ucap Bayu sembari merangkul pundak jazz.
"Bener-bener loe jazz. Gue yakin sih, kali ini loe pasti bisa menang lagi" timpal Dimas.
"Keren jazz" ucap Akbar sembari mengangkat kedua jempolnya.
Ketika yang lain sibuk memuji kemampuan jazz, Yuda hanya bisa mengepalkan kedua tangannya.
"Sial, kenapa dia selalu lebih unggul dari gue. Padahal gue udah mati-matian buat berlatih" gumam Yuda dalam hati, sembari mencengkram erat helm miliknya.
*****
Vyona: kamu ada latihan?
Setelah tau dari Andi dan rafa jika jazz ada latihan hari ini, sesampainya di rumah Vyona segera mengirimkan pesan kepada cowok itu.
__ADS_1
Namun ini sudah lebih dari dua jam, namun jazz tak kunjung membalas pesannya.
"Mungkin dia masih sibuk" gumam Vyona sembari menatap ponselnya.
"Siapa yang sibuk V?" Tanya Ghea yang baru saja masuk kedalam kamar Vyona, dengan setoples camilan ditangannya.
"Bukan siapa-siapa kok"
"Ayok kita ngedrakor lagi"
"Gass lah" jawab Vyona sembari mulai membuka laptopnya kembali.
Setelah pulang sekolah tadi, Vyona dan Ghea memang hanya menonton drakor untuk menghilangkan rasa bosannya.
"Dari tadi chat aku nggak dibalas sama ayang Rafa" ucap Ghea yang kini tengah memeriksa ponselnya.
"Mungkin masih sibuk"
"Hmtt, emangnya latihan sampan buat apaan sih V"
Astaga Vyona dibuat gemas sendiri oleh Ghea. Bisa-bisanya gadis polos itu masih berfikir jika jazz adalah pembalap sampan.
"Loe bener-bener ya ge"
"Kenapa sih V"
"Rasanya gue pengen ngulitin loe sekarang juga. Jazz itu pembalap motor Ghea, bukan pembalap sampan"
"Tapi kata ayang Rafa, jazz pembalap sampan"
"Si Rafa sesat gitu loe dengerin, makin tambah bego kan loe. Makanya cek tuh Instagram jazz"
"Emang Instagram jazz apaan V?"
"Astagfirullah Ghea, loe bener-bener ya. Padahal gue kemarin abis upload foto dan ngetag si jazz, dan loe masih nanya Instagram jazz apaan ge!"
"Astaga gue lupa V" ucap Ghea sembari menepuk keningnya sendiri.
"Bodo amat ge" ucap Vyona jengah sembari kembali fokus pada drakor yang tengah ia tonton.
"Astaga V, ternyata jazz beneran pembalap. YaAllah ya Tuhan, jazz keren banget" Ghea heboh sendiri begitu selesai melihat Instagram milik jazz
"Lebay lu marpuah, udah hampir satu bulan loe temenan sama dia, dan loe baru sadar kalau dia pembalap motor terkenal ge, otak loe bener-bener deh. Pengen banget gue ngerukiyah loe"
"Emang kalau di rukiyah gue nggak lemot V?"
"Tauk ah. Mending loe diem, dari pada bikin gue makin darah tinggi"
"Ihh Vyo mah emosian"
"Ya elu yang bikin gue emosi terus marpuah, diem loe fokus lagi sama dramanya" ucap Vyona sembari membekap mulut Ghea, sampai gadis polos itu mengangguk patuh barulah Vyona melepaskan mulut Ghea.
Ketika tengah asik menonton drakor, tiba-tiba saja ponsel Vyona bergetar. Dengan segera Vyona mengecek ponselnya siapa tau saja pesannya telah dijawab oleh jazz, dan benar saja didalamnya ada dua pesan masuk dari cowok itu.
Jazziel: iya lagi latihan ini.
Jazziel: kenapa emangnya?
Vyona: gapapa, cuma mau bilang semangat latihannya. Gue yakin loe bisa.
Jazziel: thanks Queen
v**yona**:
Jazziel: loe lagi apa?
Vyona: ngedrakor sama Ghea
Jazziel: ohh, yaudah gue lanjut latihan lagi Queen
Vyona: siapp, semangat ya jazz.
Jazziel:
__ADS_1
"Astagfirullah apaan nih, kenapa stikernya gini. Bikin mleyot aja sih" gumam Vyona dalam hati sembari meremat ponselnya.