
Pagi ini Vyona sudah rapi dengan pakaian kasualnya. Ya kemarin Jazz menghubungi kalau cowok itu ingin mengajak Vyona jalan-jalan.
"Pagi semuanya"
"Anak papa pagi-pagi gini udah cantik banget sih, mau kemana nak?" Tanya Agra sembari menyantap makanannya.
"Mau jalan sama Jazz, bolehkan pa?" Tanya Vyona penuh harap
"Boleh" jawab Agra sembari tersenyum.
"Papa bentar lagi nambah anak cowok, aku sama Eksa nanti pasti nggak disayang lagi"
"Betul tuh kata Abang"
"Mana ada kayak gitu, kalian ini ada-ada saja. Sekarang papa tanya, kalian kapan menikah? Papa sudah pengen timang cucu. Teman-teman papa saja sudah pada timang cucu"
"Alan permisi dulu ya pa, masih ada kerjaan yang harus diurus" ucap Alan secara tiba-tiba, bahkan cowok itu terlihat setengah berlari.
"Eksa juga, permisi dulu" Areksa pun juga ikut-ikutan mengikuti Alan.
"Punya anak cowok gitu banget, nikah aja kalian sama laptop" ucap Agra dengan mendramatisir.
"Papa yang sabar ya" ucap Vyona sembari terkekeh, begitu pula dengan Rosmalinda yang duduk disamping Vyona, nenek tua itu juga terlihat tertawa menertawakan muka melas putra kesayangannya.
Setelah selesai sarapan Vyona menemani Agra di ruang tengah sembari menunggu Jazz.
"Papa kapan balik ke LA?"
"Setelah pembagian raport" jawab Agra sembari terus fokus membaca koran. "Kenapa emangnya dek?"
"Gapapa kok, pa"
"Mau ikut papa ke LA?"
"Nggak, pa. Vyona dirumah aja, lagian kan ada Abang juga"
"Kan liburan buat waktu libur kamu"
"Mana ada, yang ada Vyona cuma makan sama tidur. Karena udah pasti papa sama kakak super sibuk" ucap Vyona sembari mencebikkan bibirnya.
Sementara itu Agra hanya mampu tertawa melihat bibir Vyona yang monyong seperti ikan louhan.
"Jazz udah datang, Vyona pergi dulu pa" pamit Vyona sembari mencium pipi Agra.
"Hati-hati nak!"
"Iya pa" jawab Vyona setengah berteriak, karena begitu mendengar suara motor Jazz Vyona langsung berlari ke depan.
Sesampainya di teras depan Vyona dapat melihat Jazz tengah mengobrol dengan neneknya di pekarangan rumah, karena kebetulan Rosmalinda memang sedang menyirami bunga.
"Udah siap?" Tanya Jazz begitu Melihat gadisnya berjalan ke arahnya, dan gadis itu hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan Jazz.
__ADS_1
"Jazz boleh pinjam Queen kan nek?"
"Boleh, tapi pulangnya jangan malam-malam ya Jazz" jawab Rosmalinda sembari tersenyum. "Dan tolong jaga cucu nenek, dia satu-satunya cucu perempuan yang nenek punya"
"Siap nek" ucap Jazz sembari menunduk sopan. "Oh iya papa kamu dirumah?"
"Papa ada didalam"
"Yaudah ak___"
"Nggak usah pamit, nanti biar nenek yang pamitkan sama papanya Vyona" potong Rosmalinda.
"Tapi Jazz nggak enak, nek. Masak bawa anak gadis orang tapi nggak pamit sama ayahnya"
"Udah gapapa, kalian langsung berangkat aja. Nanti keburu kesiangan"
"Kalau gitu kita pamit dulu nek, assalamualaikum" pamit Vyona sembari mencium tangan Rosmalinda, dan tentunya langsung diikuti oleh Jazz.
"Hati-hati dijalan" ucap Rosmalinda begitu Jazz dan Vyona sudah naik ke atas motor.
"Iya nek" jawab keduanya secara bersamaan sebelum akhirnya Jazz melajukan motornya untuk membelah jalanan kota Jakarta yang pasti tak pernah jauh dari kata macet.
"Kita mau kemana Jazz?" Tanya Vyona setengah berteriak agar cowok itu mendengar suaranya.
"Nanti juga tau"
"Kamu ngomong apa jazz? Aku nggak dengar"
"Ke KUA" jawab Jazz dengan ngegas
"Kawin" jawab Jazz masih dengan ngegas, padahal mereka kini sedang berhenti di lampu merah. Sontak saja keduanya langsung menjadi pusat perhatian karena Jazz ngomongnya kelewat kencang.
"Jazz, ihh malu tau" ucap Vyona sembari menyembunyikan wajahnya di punggung Jazz, padahal tanpa harus menyembunyikan wajahnya, wajah Vyona juga nggak akan terlihat karena helm yang ia kenakan adalah helm full face.
"Anak-anak jaman sekarang, emang nggak tau malu"
"Iya terang-terangan banget ngomongin kayak gitu dijalan"
Kasak-kusuk itu dapat Vyona dengar dari ibu-ibu yang tepat disampingnya. Ahh, sial pasti ibu-ibu itu sekarang sedang berfikir yang tidak-tidak. Rasanya Vyona ingin sekali menghilang dari muka bumi ini, sungguh dia sangat malu.
******
"Kenapa cemberut gitu?" Tanya Jazz begitu mereka sudah sampai di taman bermain.
"Aku tadi malu, pasti ibu-ibu tadi mikir yang nggak-nggak tentang kita. Kamu sih, mulutnya ngablak banget" jawab Vyona sembari bersidekap dada, dan memasang wajah kecut.
"Kenapa harus dengerin kata orang sih! Biarin aja orang-orang ngomong apa, yang pentingkan kita nggak ngelakuin apa yang mereka fikirkan"
"Tapi aku malu. Mereka fikir aku pasti cewek yang nggak bener"
"Bener atau nggaknya kamu, kan yang tau aku. Kita bakal kawin kok, tapi nanti kalau udah nikah" ucap Jazz sembari berjalan mendahului Vyona yang kini masih mematung ditempatnya.
__ADS_1
"Ahh, sial si kulkas malah baperin gue lagi" gumam Vyona sembari menunduk, dapat Vyona pastikan sekarang pasti wajahnya sudah bersemu merah, karena gombalan yang Jazz berikan.
"Lah kok masih berdiri di situ sih! Ayo sini, nanti kalau diculik orang gimana?" Jazz menengok kebelakang begitu tak mendapati pergerakan dari gadisnya.
Sambil menunduk Vyona berlari menghampiri Jazz yang kini sudah berdiri beberapa meter di depannya.
"Kenapa nunduk gitu?" Tanya Jazz dengan sedikit heran, namun Vyona hanya menjawab dengan gelengan kepala.
"Ahh Jazz emang kurang ajar ya kamu, udah bikin aku baper. Sekarang masih nanya aku kenapa, dasar manusia nggak peka" gumam Vyona dalam hati sembari tangannya meremas jaket yang Jazz kenakan.
"Kalau baper ngomong aja, nggak usah nunduk sambil malu-malu gitu" goda Jazz sembari tersenyum.
"Tau ahh, ngeselin" Vyona mengangkat wajahnya sembari melotot galak.
Bukannya merasa takut, Jazz justru merasa gemas kepada gadis itu. Dengan segera ia melingkarkan tangannya di pinggang ramping Vyona.
"Jangan baper, kita cuma pura-pura pacaran kan. Nanti kalau kamu baper, beneran aku pacarin loh" bisik Jazz tepat disamping telinga Vyona.
"JAZZ" Vyona berteriak sembari mencubit perut Jazz, hingga membuat Jazz meledakkan tawanya karena tak kuasa melihat wajah Vyona yang terlihat salah tingkah dan juga berubah menjadi Semerah saus tomat.
******
Sudah hampir dua jam keduanya berada di taman bermain. Keduanya juga sudah beberapa kali menaiki wahana yang ada di taman bermain itu, hingga kini Vyona merasa sedikit lelah dan memutuskan mengajak Jazz istirahat sejenak.
"Haus nggak?" Tanya Jazz sembari menghapus keringat Vyona dengan sapu tangannya.
"Iya, mau Boba itu" ucap Vyona sembari menunjuk penjual Boba yang tak jauh dari tempat mereka duduk.
"Yaudah tunggu disini sebentar, aku beli dulu" ucap Jazz sembari mengelus puncak kepala Vyona, sedangkan Vyona hanya bisa mengangguk patuh.
Namun ketika Vyona mengalihkan pandangannya ke sekeliling ia tak sengaja melihat Andi, cowok itu kini terlihat sedang menggandeng seorang gadis disampingnya. Namun Vyona sama sekali tidak mengenal gadis itu, mungkin saja itu bukan anak SMA Satria Mandala.
"Nih minumnya"
"Makasih" ucap Vyona sembari menerima boba yang Jazz berikan, namun gadis itu sama sekali tidak mengalihkan pandangannya.
"Kamu lagi lihat apa sih?"
"Itu Andi kan!" Ucap Vyona sembari menunjuk ke arah depan, dan dengan segera Jazz melihat ke arah yang Vyona tunjuk.
"Iya"
"Dia udah punya pacar lagi?" Tanya Vyona sembari menatap Jazz.
"Iya. Andi emang gitu anaknya, baru Putus tapi nanti dua atau tiga hari lagi udah dapat yang baru"
"Buset, aku pastiin kontak di Hpnya kayak asrama putri"
"Kamu nih ada-ada aja, udah diminum dulu"
"Jangan-jangan kamu juga gitu ya!" Seru Vyona dengan penuh selidik.
__ADS_1
"Mana ada, sekarang cuma kamu yang Deket sama aku nggak ada yang lainnya"
"Cuma gue! Ahhh, pengen teriak YaAllah. Tapi takut kalau di bilang orang gila, ahh ****" gumam Vyona dalam hati sembari berusaha menahan diri agar tidak kelepasan teriak.