I'M Not Antagonis

I'M Not Antagonis
olahraga


__ADS_3

Pagi-pagi sekali zhavira datang kerumah Aretha sembari berlari, hingga membuat farida kaget.


"Kak kamu ngapain lari-larian sih, Tante jadi kaget nih"


"Hehe assalamualaikum tanteku sayang" ucap zhavira sembari mencium punggung tangan Farida.


"Walaikumsalam. Kenapa lari-lari kayak gitu Hem?" Tanya Farida sembari mengelus puncak kepala zhavira.


"Mau cari Aretha, Tan. Aretha belum berangkatkan?"


"Masih dikamar, kita sarapan bareng-bareng ya"


"Vira udah sarapan Tante, Vira mau ke atas dulu"


"Emang mama kamu udah pulang Ra?"


"Udah kok Tan" jawab zhavira sembari menaiki tangga.


"Retha" zhavira membuka pintu kamar Aretha dengan tidak santai hingga membuat Aretha yang tengah merias dirinya terlonjak kaget.


"Anjir, loe kenapa sih kak? Ngagetin aja, untung gue nggak jantungan"


"Kamu pacaran sama Karel?"


Bukannya menjawab pertanyaan zhavira, Aretha justru malah senyam-senyum. Hingga membuat zhavira mengerutkan kedua alisnya, lantas segera menyentuh kening Aretha.


"Normal kok" gumam zhavira setelah menyentuh kening Aretha dan menyampaikannya dengan suhu tubuhnya sendiri.


"Ishh loe apa-apaan sih kak. Gue masih waras ya"


"Ya trus kamu kenapa senyam-senyum gitu. Bukannya jawab pertanyaan aku"


"Iya gue pacaran sama Karel, puas loe kak"


Mendengar jawaban yang keluar dari mulut Aretha membuat zhavira begitu kaget. Jadi tadi sewaktu ia membuka sosmed, itu benar-benar bukan hoaks. Astaga kenapa Aretha senekat itu mau berpacaran dengan Karel.


"Ta kamu kok nekat sih. Aku takut kalau Vyona bakal nyakitin kamu, kalau dia nyakitin aku, aku bakal terima-terima aja. Tapi kalau dia nyakiti kamu gimana"


Dapat Aretha lihat dari wajah zhavira bahwa sepupunya itu tengah mengkhawatirkan dirinya. Dari dulu zhavira memang selalu seperti ini, paling takut jika Aretha terluka, itu sebabnya Aretha sangat menyayangi sepupunya yang satu ini.


"Loe nggak perlu khawatir kak. Karel pasti bakal lindungin gue, dia juga bisa bantu gue buat jagain loe, biar Vyona nggak terus-terusan ngebully loe"


"Tapi aku takut, Aretha"


"Loe tau kan kak, gue suka Karel udah sejak lama. Dan loe taukan gimana usaha gue buat bisa dekat sama dia, gue nggak mau usaha gue sia-sia" Aretha berucap sembari menatap kedua manik hitam milik zhavira. "Gue suka Karel sejak SMP kak, gue selalu nyari tau apapun yang berhubungan sama dia. Bahkan apapun bakal gue lakuin buat bisa dapetin dia, segila itu gue kak"


Aretha berucap sembari berkaca-kaca, hingga membuat zhavira tidak tega dan segera membawa Aretha kedalam pelukannya.


"Tapi kamu tau kan kalau Karel itu punya Vyona"

__ADS_1


"Kakak lupa mereka udah putus"


"Karel mutusin Vyona bukan karena dia udah nggak cinta sama Vyona, ta. Itu karena kamu selalu racunin pikiran dia Retha, apa kalau sekarang dia jadi pacar kamu, terus kamu yakin kalau dia udah nggak mencintai Vyona! Kamu harus ingat Aretha, Vyona adalah cinta pertama Karel"


"Gue nggak lupa kok kak. Gue ingat betul, kalau Vyona adalah cewek pertama yang udah ngluluhin Karel. Tapi sekarang gue yang ceweknya, gue bakal berusaha sebisa gue buat ambil hati Karel kak. Jadi gue minta sama loe, restui hubungan gue sama Karel"


Aretha memang selalu keras kepala, tapi mau bagaimanapun zhavira memang paling tidak bisa menolak keinginan Aretha.


"Aku bakal dukung kamu kok ta, apapun yang buat kamu bahagia"


"Makasih kak" ucap Aretha sembari memeluk zhavira.


*****


"VYONA" Astrid yang baru saja datang bersama Riri, sudah berteriak heboh begitu melihat Vyona yang tengah duduk sembari membaca buku.


"Trid loe bisa nggak sih kalau nggak heboh"


"Hehe sorry. Loe udah buka sosmed belum?"


"Belum, emang kenapa?"


"Kemarin Karel jalan sama Aretha, Vyo"


Vyona tampak mengerutkan kedua alisnya. Karel sama Aretha kan sekarang memang pacaran, lalu salahnya dimana kalau mereka berdua jalan bersama, kenapa Astrid harus seheboh itu.


"Ya trus?"


"Ya terus kenapa Astrid. Itu bener-bener nggak ada kontribusinya sama sekali buat hidup gue. mau dia jalan sama siapa aja, itu udah bukan urusan gue. Jadi stop kiat-kiatin gue sama Karel, dia cuma masalalu gue"


"Ahh ini nih baru Vyona gue, tegas, galak. Dan gue suka" ucap Riri sembari bertepuk tangan.


tak ingin ambil pusing dengan dua bocah suka gosip itu, Vyona memilh menutup bukunya dan segera menuju kamar mandi untuk mengganti bajunya, mengingat hari ini jam pertama adalah olahraga.


Setelah selesai mengganti bajunya Vyona dan Ghea segera menuju kelapangan, disana teman-temannya nampak bermain sendiri, ada juga yang hanya duduk-duduk saja dipinggir lapangan.


"Pak Abas nggak ada?" Vyona bertanya pada Niko, cowok itu kini tengah duduk dibawah pohon mangga bersama dengan Andi.


"Pak Abas nggak masuk, jadi bebas"


"Ckk, tau gitu gue nggak ganti baju"


"Kalau nggak mau ikut main, duduk aja" ucap Niko sembari bangkit dan berlari menuju lapangan basket menyusul Rafa dan jazz yang tengah asik bermain basket.


"Gue ikut anak-anak" pamit Andi, sembari menepuk pundak Vyona.


Dari tengah lapangan sana juga dapat Vyona lihat Astrid dan Riri melambai-lambaikan tangannya kepada Vyona dan Ghea. Seolah memberi isyarat agar kedua gadis itu mendekat.


"V ikutan main basket yuk" ajak Ghea dengan penuh semangat.

__ADS_1


"Loe aja deh ge. Gue lagi nggak mood, gue disini aja"


"Yaudah aku ikut Riri dulu ya"


"Emtt"


Setelah kepergian Ghea, kini hanya menyisakan Vyona seorang diri. Untuk mengusir rasa bosan Vyona memutuskan untuk bermain game pada ponselnya, namun pada saat baru membuka ponselnya, Vyona teringat dengan kata-kata Astrid pagi tadi.


Niat untuk bermain game ia urungkan dan berbalik membuka akun Instagram miliknya. Dan ternyata benar, Karel kemarin pergi jalan ketaman bersama dengan Aretha.


Sebuah senyum getir tercetak jelas dibibir Vyona, ditambah dengan kebenaran bahwa foto-foto dirinya memang sudah lenyap dari akun Karel.


"Semudah itu ya rel" gumam Vyona sembari menatap sendu kearah Karel yang tengah duduk berdua bersama Aretha diseberang sana.


"Kok cuma duduk aja, nggak gabung sama yang lain!" Jazz yang baru saja datang langsung duduk disebelah Vyona, dan meminum air mineral miliknya.


"Lagi males"


"Ckk, nggak usah stalking. Nambah penyakit aja" jazz berdecak kesal ketika tak sengaja melihat ponsel Vyona yang menampilkan akun Instagram milik Karel.


"Gue gapapa kok jazz, santai aja kalik" ucap Vyona sembari tersenyum.


"Penipu" ucap jazz sembari merebut ponsel milik Vyona.


"Loe mau ngapain jazz?"


"Diem" perintah jazz sembari mengotak-atik ponsel milik Vyona.


Vyona pun hanya bisa diam sesuai dengan perintah jazz. Gadis itu terus menyimak apa yang dilakukan oleh jazz.


"Selesai" ujar jazz sembari menyerahkan kembali ponsel Vyona.


"Gitu doang?"


"Iya, setidaknya loe harus buang semua yang berhubungan sama dia, sebelum loe benar-benar ingin melangkah maju"


Kena angin apa jazz hari ini. Vyona hanya mampu tersenyum sembari menatap hangat jazz, manusia sedingin jazz ternyata bisa bijak juga.


"Terkadang Tuhan mempertemukan kita sama seseorang bukan untuk dipersatukan. Secinta apapun kita, kalau Tuhan nggak merestui perpisahan akan tetap terjadi, dan ikhlas adalah satu-satunya jalan yang harus kita tempuh"


Vyona bertepuk tangan setelahnya mengacungkan kedua jempol nya.


"Keren, manusia kulkas bisa bijak juga"


"Ckk. Nyesel gue ngomong panjang lebar, kalau ujung-ujungnya loe cengcengin kayak gini"


"Dihh kok gitu sih, ngambekan banget"


"Bodo amat"

__ADS_1


"Iya-iya makasih ya Mama's jazz" ucap Vyona tepat pada telinga jazz, setelahnya gadis itu berlari menyusul Ghea ke lapangan untuk ikut bergabung bermain basket.


__ADS_2