I'M Not Antagonis

I'M Not Antagonis
insecure


__ADS_3

Setelah diantar pulang oleh Jazz, Vyona langsung menuju kamarnya dan langsung mandi. Gadis itu sedari tadi tak henti-hentinya cemberut karena Jazz tak mau membagi hasil foto mereka berdua tadi, padahal Vyona juga ingin foto itu.


"Ihhh kesel, itu anak bener-bener nyebelin banget" gumam Vyona sembari cemberut. "Tapi gue sayang, ahhh tauk kesel gue" lanjutnya sembari menghempaskan tubuhnya ke atas kasur.


Tak berselang lama ponsel Vyona berbunyi menunjukkan ada sebuah pesan masuk didalamnya.


Jazziel: masih marah?


Vyona: menurut kamu!


Jazziel: masih 😁


Vyona: kamu nyebelin banget


Jazz: coba lihat unggahan terbaruku


Vyona nampak mengerutkan keningnya begitu membaca pesan Jazz, memangnya cowok itu membuat postingan apa. Perasaan tadi tak ada notifikasi masuk kedalam ponselnya.


Dengan segera Vyona membuka akun Instagram miliknya dan benar ternyata Jazz sudah mengunggah foto mereka berdua tadi sore.


"Apenih! Captionnnya bikin gue mleyot" gumam Vyona sembari melompat-lompat diatas ranjangnya.


Setelah merasa puas melompat-lompat Vyona kembali fokus pada ponselnya dan membaca seluruh komentar yang ada di unggahan Jazz



Jazziel85 if finally i understand what love is, it's because of you ❤️ @vqueensha


Andieverett anjir Mama's Jazz totwit banget sih


Ririe bucin banget lu kulkas


Azam ternyata sering ngebucin di ig. Berarti gue udah lama banget vakum 🥲 ya Tuhan, Alhamdulillah bang Jazz masih normal. Gue fikir bang Jazz demen sama loe bang @agamzay


Agam matamu soak @azamganis


Ghea ihh kenapa Jazz bisa soswet banget


User1 masih nggak ikhlas kak Jazz bareng sama si antagonis


Niko akhirnya batu es mencair juga 😂


User2 awalnya nggak ikhlas, tapi setelah lihat kak Jazz bahagia yaudah lah ya ikhlasin aja


User3 dihh ceweknya sok cantik, padahal masih cantikan Yuna


Vyona nampak mengerutkan keningnya ketika membaca salah satu komentar yang menyebut Yuna teman masa kecil Jazz.


"Dih siapa nih, berani banget banding-bandingin gue. Ngajak ribut nih orang"


Tiba-tiba saja Vyona teringat dengan omongan Azam tadi sore kalau Yuna itu sangat terobsesi dengan Jazz, bahkan cewek itu selalu menempel dengan Jazz walaupun sudah di usir berkali-kali oleh cowok itu.


"Kok gue jadi penasaran sama Yuna itu ya, secantik apa sih dia! Gimana nanti kalau Jazz lebar milih dia ketimbang gue" tiba-tiba saja Vyona menjadi insecure, apalagi gadis itu sudah mengenal Jazz sejak masih kecil, rasa takut kehilangan tiba-tiba saja mendominasi diri Vyona.


Ahh, sial. ini untuk pertama kalinya dalam hidup Vyona ia merasa insecure. Dari dulu ia tak pernah merasa insecure, ia lahir dari keluarga yang berada, punya papa dan dua kakak yang begitu menyayangi dirinya, wajah yang cantik, otak yang pintar. Hidup Vyona benar-benar sangat sempurna. tapi kali ini Vyona merasa kalah jauh dengan gadis yang bernama Yuna ini, dia begitu mengenal Jazz, Vyona benar-benar takut kalau nanti gadis itu kembali dan Jazz akan lebih memilih dia.

__ADS_1


*****


Hari sudah semakin larut namun Areksa dan Alan masih setia berkutat di depan laptop masing-masing. Kedua cowok tampan itu kini sedang berada di ruang kerja Areksa, entah apa yang membuat keduanya masih terjaga hingga sekarang. Padahal jam di dinding sudah menunjukkan pukul 02.00 dini hari.


"Selesai" ucap Alan sembari merenggangkan otot-ototnya.


"Huft akhirnya" Areksa pun nampak menghela nafas kasar, dan langsung menutup laptopnya dengan sedikit keras.


"Loe bener-bener mau ikut papa balik ke LA, sa?"


"Iya, bang. Berarti gue di rumah tinggal besok"


"Gimana kalau kita ajak Vyona jalan-jalan, kita bertiga udah jarang banget jalan bareng"


"Ide bagus tuh bang"


"Oke, yaudah gue balik ke kamar dulu. Udah ngantuk gue"


"Oke"


Tak berselang lama ponsel Areksa berbunyi menandakan ada pesan masuk didalamnya.


Vyonaku❤️ kakak cepetan tidur, tadi gue udah bikinin susu. Gue taruh dikamar ya, diminum awas aja kalau nggak di minum.


Senyum Areksa nampak merekah ketika membaca pesan yang baru saja Vyona kirimkan.


"Anak itu pasti kebangun, karena tadi habis sholat isya langsung tidur"


Diraihnya figura kecil yang ada disebelahnya, didalamnya terdapat foto dirinya yang tengah dipeluk oleh Vyona.


*****


Pagi ini Vyona sengaja menyuruh Jazz untuk berangkat lebih dahulu, karena Vyona ingin pergi ke sekolah bareng sang papa.


"Tumben anak papa ini nggak di jemput sama pacarnya!"


"Vyo, emang sengaja mau berangkat bareng papa. Besokkan papa udah balik lagi ke LA"


"Kemarin diajak nggak mau, sekarang mukanya ditekuk gitu"


"Papa kapan sih bakal stay di rumah aja, nggak usah balik ke LA lagi"


"Kalau kamu mau papa stay di rumah, ya suruh Abang sama kakak mu itu menikah. Kalau mereka udah menikah, papa bakal di rumah aja ngurus cucu"


"Haih, nyuruh mereka nikah adalah sesuatu yang sangat sulit, pa" seru Vyona sembari menghembuskan nafas berat. Hingga membuat Agra tertawa melihat wajah pasrah putri kesayangannya.


"Vyona duluan pa" ucap Vyona sembari mencium pipi Agra sebelum akhirnya ia keluar dari dalam mobil dan segera menghampiri teman-temannya yang masih asik mengobrol di area parkir.


"Akhirnya yang ditunggu datang juga. Lama loe V, gue udah laper juga" Andi langsung saja protes ketika melihat kedatangan Vyona.


"Bachot" ucap Vyona sembari menggerakkan tangan membentuk pelangi.


"Udah makan belum?"


"Udah"

__ADS_1


"Tapi aku belum makan"


"Aku bawain kamu bekal, kita makan disana yuk" seru Vyona sembari menarik tangan Jazz menuju ke taman sekolah.


"Biarkan mereka meneruskan ke uwuan. Mari kita memberi makan cacing di perut" ucap Niko sembari merangkul pundak Rafa dan Andi.


Setelah kepergian Niko dan yang lainnya kini hanya menyisakan Vyona dan juga Jazz. Keduanya kini tengah sibuk dengan bekal yang Vyona bawa.


Untuk hari ini Vyona memasakkan makanan khusus untuk Jazz, sampai Vyona bela-belain bangun pagi-pagi sekali untuk menyiapkan makanan itu.


"Kelihatanya enak nih!" Seru Jazz sembari mengendus aroma makanan yang Vyona bawa.


"Iyalah, aku bela-belain bangun pagi buat masak ini"


"Kamu masak sendiri?"


"Iya"


"Emtt, baik banget sih pacar aku ini" ucap Jazz sembari mencubit pelan kedua pipi Vyona, hingga membuat beberapa anak yang lewat ikut baper ketika melihat keuwuan keduanya.


Sementara itu kedua pipi Vyona sudah bersemu merah. Bahkan jantung Vyona kini sudah berdetak dua kali lebih cepat.


"Ahhh, sial. Lagi-lagi dia buat gue baper, setelah itu nggak tanggung jawab lagi" gumam Vyona dalam hati sembari melirik Jazz yang kini telah sibuk dengan makanannya.


"Pulang nanti mau langsung pulang atau mau jalan-jalan dulu?"


"Emang kamu mau ngajak aku jalan-jalan?"


"Nggak, karena habis ini aku mau bantuin si kembar modif motor" jawab Jazz sembari tersenyum.


"Hih nyebelin banget sih. Kalau udah tau gitu, kenapa pakai nanya" ketus Vyona sembari bersidekap dada.


"Maksudnya kamu mau pulang, apa mau ikut aku?"


"Aku ma___"


"Vyona" Areksa tiba-tiba saja datang dan langsung memotong omongan Vyona.


"Apasih kak, tiba-tiba muncul udah kayak jelangkung loe"


"Nanti pulang ikut kakak ya"


"Mau kemana?" Bukan Vyona yang bertanya, tapi Jazz. Cowok itu nampak sedikit kesal karena Areksa mengganggu.


"Kepo lu Samsul. Udah kakak ke kelas kamu dulu"


"Kan ada papa, kak"


"Papa di ruang kepala sekolah"


"Monyet emang kak Eksa "


"Jazz ngomong apa kamu barusan?" Tanya Vyona sembari sembari memiringkan kepalanya.


"Aku bilang kak Eksa ganteng" dusta Jazz sembari memalingkan kepala. Sementara itu Vyona langsung tertawa terbahak-bahak, jelas-jelas tadi Vyona dengar kalau Jazz bilang Areksa monyet.

__ADS_1


__ADS_2