I'M Not Antagonis

I'M Not Antagonis
amarah alan


__ADS_3

Ketika bel pulang sekolah telah berbunyi seluruh siswa-siswi SMA Satria Mandala langsung berdesak-desakan untuk segera keluar dari dalam kelas, begitu pula dengan Vyona dan teman-temannya.


Namun ketika Vyona baru saja keluar dari dalam kelas teman-teman seangkatannya langsung mengatai Vyona sebagai cewek gampangan.


"Gila sih, V. Gue bener-bener nggak nyangka, selain antagonis ternyata loe juga murahan. Harusnya loe bersyukur karena sekarang bisa dapetin Jazz, ehh ini malah selingkuh" ucap prily.


"Jaga mulut loe, kalau loe nggak tau apa-apa mendingan diem deh" Jazz langsung tersulut emosi ketika mendengar gadisnya di sebut sebagai gadis murahan.


"Kalian apa-apaan sih, jahat banget mulutnya. Sahabat aku nggak pernah selingkuh" ucap Ghea dengan mata berkaca-kaca, gadis itu juga memeluk Vyona dengan sangat erat.


Sementara itu di kelas XII IPA 5, Yuna tersenyum dengan penuh kemenangan.


"Nggak sia-sia gue share foto ****** itu" gumamnya sembari tersenyum devil. "rasain loe, siapa suruh loe berani ngerebut cowok yang gue suka"


Yuna benar-benar merasa sangat puas ketika seluruh sekolah mengecam Vyona sebagai gadis gampang.


Namun tiba-tiba saja senyum Yuna luntur ketiga ada tiga orang cowok tampan tengah menerobos kerumunan, dan dapat Yuna lihat salah satunya adalah cowok yang kemarin bersama dengan Vyona.


"Mau apa dia kesini" gumamnya sembari mengepalkan kedua tangannya.


"Dek lama banget sih, kita kepanasan dibawah sana" protes Alan.


"Abang, kakak" ketika melihat Abang dan kedua kakaknya Vyona langsung saja menghambur memeluk sang kakak.


"Siapa yang berani merundung adik gue?" Tanya Alan sembari menatap seluruh anak yang tadi menyerang Vyona dengan kata-kata yang begitu pedas.


Semua anak yang berdiri di koridor itu hanya mampu diam, aura yang Alan keluarkan benar-benar tidak bersahabat. Bisa habis mereka semua kalau sampai salah berbicara.

__ADS_1


"Anjing. Jawab gue, bangsat" Alan mengumpat sembari menendang tempat sampah yang berada tak jauh dari dekatnya. "Berani-beraninya loe semua nyerang adik gue dengan kata-kata yang nggak pantas"


"Siapa yang berani fotoin gue pas lagi di butik bareng Vyona?" Tanya Kevin sembari menatap tajam seluruh anak-anak yang tengah berdiri di koridor itu. "Kalau gue pergi ke butik bareng sepupu gue emang salah ya! Apalagi itu memang butik milik Vyona, apa kalau kita pergi ke butik, kalian semua bisa langsung menyimpulkan kalau Vyona berselingkuh. Menyebalkan, ini nih jeleknya orang-orang +62 selalu terhasut dengan berita-berita yang nggak jelas"


"Ayo pulang" ucap Areksa sembari mengecup puncak kepala sang adik.


"Jazz, cari tau siapa yang berani nyebarin gosip sialan itu" ucap Alan sebelum pergi.


********


Sesampainya di rumah Vyona langsung bergegas ganti baju dan segera melihat persiapan pertunangannya.


"Gimana dek? Udah sesuai sama keinginan loe belum?"


"Udah kok, kak. Makasih ya untuk semua ini"


"Sama-sama adekku sayang"


"Mama, lihat adik aku sekarang sudah menemukan kebahagiaannya, ma. Mama diatas sana juga ikut bahagia kan! Bahkan Eksa sama sekali tidak memiliki keraguan kepada Jazz, Eksa yakin kalau anak itu akan membahagiakan Vyona, ma" gumam Areksa dalam hati.


"Eksa, sini loe" kevin memanggil Areksa dari lantai dua, tepatnya di balkon kamar Alan.


"Kakak pergi dulu" pamit Areksa kepada Vyona.


Setelah kepergian Areksa, Vyona memutuskan untuk merangkai bunga-bunga yang masih belum tersusun.


"Non, kenapa disini? Ayo makan dulu, bibi yakin non Vyo belum makan" bik yam langsung menegur Vyona begitu melihat gadis itu tengah sibuk dengan bunga-bunga yang ada ditangannya.

__ADS_1


"Iya nanti aja, bik"


"Jangan di tunda-tunda nanti sakit"


"Tapi ini nanggung banget, bik"


"Kalau gitu biar bibik lanjutin, non Vyo makan dulu"


Dengan sangat terpaksa Vyona hanya mampu menuruti keinginan bik yam, sebelum bik yam marah-marah.


******


Sementara itu ditempat lain Jazz tengah fokus membantu Agam memodifikasi sebuah motor milik teman Agam.


"Boss, jadi loe tau dari awal kalau itu sepupunya Vyona?" Tanya Andi lagi, entah sudah berapa kali Andi menanyakan hal itu, jujur saja Andi sangat kepo. Akan tetapi Jazz sama sekali tidak ingin menjawab.


"Loe ngomong terus nggak haus apa!"


"Ya hauslah, ya makanya jawab boss"


"Iye, orang gue sendiri yang jemput di bandara bareng sama Vyona"


"Anjir, pantesan loe adem ayem"


"Kerja loe, berisik banget jadi orang" tegur Rafa sembari melempar obeng ke arah Andi.


"Woi kira-kira dong mamas Rapa, kalau ini obeng kena muka gue bisa ilang ketampanan gue yang pari purna ini"

__ADS_1


"Cihh, jijik" ucap Jazz dan Rafa secara bersamaan.


Sejauh ini tak ada yang tau rencana pertunangan Jazz dan Vyona kecuali Rafa, karena memang yang Jazz beri tahu hanya Rafa, mungkin karena bagi Jazz dari semua teman-temannya hanya Rafa yang waras.


__ADS_2