I'M Not Antagonis

I'M Not Antagonis
mawar merah


__ADS_3

Hampir seharian Areksa berkutat didepan laptopnya, begitu banyak pekerjaan yang harus ia selesaikan.


"Woi balik yuk"


"Loe aja duluan. Loe kan musti packing, gue harus selesaikan ini dulu. Ntar papa marah lagi kalau nggak selesai-selesai"


"Yaudah, gue balik duluan. Jangan pulang malam-malam"


"Iye bawel banget loe kayak Vyo"


Setelah kepergian sepupunya areksa kembali fokus pada laptopnya, mengerjakan seluruh dokumen yang diberikan sang papa pagi tadi.


"Kak belum selesai?" Tanya Agra ketika baru saja masuk kedalam ruang kerja sang putra.


"Belum lah pa. Papa fikir Eksa apaan, Eksa ini bukan Made in China loh pa"


"Hahaha ya udah kamu lanjutin deh kak, papa pulang dulu. Nanti jangan pulang malam-malam ya"


"Siap bapak negara" ucap areksa sembari memberi hormat kepada sang papa.


Jam di dinding menunjukkan pukul 10 malam dan Areksa baru saja selesai menyelesaikan seluruh pekerjaannya.


"Huhh akhirnya selesai juga" gumamnya sembari merenggangkan otot-ototnya.


"Vyo lagi apa ya! Kangen, tapi pasti sekarang masih sekolah"


Ia urungkan niatnya untuk menelfon adik kesayangannya, sudah hampir satu tahun Areksa tidak pulang. Sudah selama itu juga dirinya meninggalkan adik kesayangannya, namun demi mendalami bisnis keluarga ia harus rela berpisah dengan Vyona, bagaimana pun tanggungjawab nya sebagai anak laki-laki lebih besar. Ia harus bisa mengelola usaha keluarga, agar bisa memberikan kehidupan yang layak untuk sang adik.


"Vyo tunggu kakak ya, kakak pasti kembali" ucapnya sembari mengelus figura kecil berisikan foto dirinya yang tengah dipeluk Vyona dari belakang, didalam foto itu keduanya nampak tersenyum bahagia.


*****


Jam istirahat pertama digunakan Vyona, Ghea, Riri, dan juga Astrid untuk mengisi perut.


"Ini anak-anak cowok pada kemana sih? Kenapa pada nggak kelihatan" seru Riri sembari celingak-celinguk mencoba mencari keberadaan Jazz, Rafa, Andi, dan juga Niko.


"Ngapain loe celingak-celinguk. Kalaupun mereka ada pasti ikut gabung Ama kita, heran gue punya cowok satu suka ilang-ilangan. Pengen banget gue tuker sama seblak"


"Kasian banget Niko. Harga dirinya disamakan dengan semangkuk seblak" ucap Ghea sembari memakan batagor terakhir miliknya.


"Udah yuk balik ke kelas"


"Loe udahan makannya V?" Tanya Riri sembari melirik mangkuk milik Vyona yang isinya masih banyak. "Itu masih banyak banget loh V, loe kayak nggak makan tau nggak"


"Kenyang gue"


"Yaudah yuk, sekalian gue mau nyari Niko" ucap Astrid sembari bangkit dari duduknya dan disusul oleh yang lainnya.


Ketika ke empat gadis itu tengah berjalan untuk kembali ke kelas tiba-tiba saja ada seorang pria yang memberi Vyona setangkai mawar merah.


"Apa nih?" Tanya Vyona kepada cowok yang memberikannya setangkai bunga, namun bukannya menjawab cowok itu justru tersenyum sebelum akhirnya pergi begitu saja tanpa mau menjawab pertanyaan Vyona.


"Dih aneh banget tu bocah, mana cengar-cengir kayak bocah prik. Loe kenal emangnya V?"


"Kagak lah, diakan adik kelas trid"


"Mungkin dia ngefans sama loe V. Udah yuk balik ke kelas" ucap Riri sembari menarik tangan Vyona, dan diikuti oleh Ghea dan juga Astrid.


Namun baru beberapa meter mereka melangkah ada lagi yang memberi Vyona bunga, setelahnya orangnya langsung pergi lagi.


"Anjir apaan sih ini"


"Gue yakin sih, setelah beberapa meter kita jalan pasti ada lagi yang ngasih bunga" ucap Riri sembari menatap dua tangkai mawar yang kini tengah Vyona pegang. "Nanti begitu ada yang ngasih bunga ketiga, langsung kita tangkap orangnya dan kita tanya dari mana bunga-bunga ini, kalau orangnya gak mau jawab hajar aja V"


"Setuju gue" ucap Vyona sembari mengangguk mantap.


Dan benar saja apa kata Riri tadi, setelah beberapa meter mereka berjalan ada lagi orang yang memberi setangkai mawar merah kepada Vyona.


Dengan kompak Vyona dan Riri langsung mencekal pergelangan tangan cowok yang memberi Vyona bunga.


"Ehh kenapa nih kak! Lepasin dong"


"Siapa yang nyuruh loe?" Tanya Vyona sembari mencengkram kuat tangan juniornya.

__ADS_1


"Lepasin dulu dong kak, Sakit ini"


"Nggak. Jawab dulu, nanti kalau gue lepas loe pasti kabur"


"Oke-oke, orangnya ada dilapangan kak"


"Loe nggak bohong kan?" Tanya Riri memastikan.


"Nggak kak. Aku nggak bohong, orangnya emang ada dilapangan"


Dengan kompak Vyona dan Riri langsung mendorong cowok itu hingga membuatnya tersungkur. Dengan segera keduanya berlari menuju lapangan, dan di ikuti oleh Astrid dan juga Ghea.


Namun sesampainya di lapangan tidak ada siapa-siapa, hingga membuat Vyona geram sendiri karena merasa telah dibohongi.


"Sial kita dibohongin"


"Kelihatannya nggak deh V" ucap Astrid.


"Palelu nggak dibohongi, ini kagak ada siapa-siapa trid"


"Loe lihat tuh" ucap Astrid sembari menunjuk sisi kiri lapangan disana ada Jazz yang tengah berjalan dengan membawa satu buket mawar merah, dibelakangnya pun ada Rafa, Andi, dan juga Niko.


Vyona pun hanya bisa bengong di tempatnya sembari terus menatap Jazz yang makin lama semakin mendekat ke arahnya.


"Hai" ucap Jazz begitu sudah berdiri tepat didepan Vyona.


"Jazz bunga ini dari loe?" Tanya Vyona sembari menunjukkan tiga tangkai bunga yang sekarang tengah ia pegang.


"Iya. Perasaan gue udah siapin sepuluh tangkai, kok loe cuma bawa tiga?"


"Kan udah gue bilang boss, Vyona pasti nggak sabaran. Udah pasti anak yang ngasih dia bunga langsung dihajar, biar dia tau bunganya dari siapa" ucap Rafa.


Tak lama ada tujuh anak berlari kearah mereka sembari membawa setangkai bunga mawar.


"Buset bener-bener ya loe V. Nih bunga loe, ntar kalau nggak gue kasih bisa diamuk Rafa gue" ucap Didit anak XI IPA 3 yang yang merupakan anggota team basket Rafa.


"Lunas nih Fa. Awas aja kalau muka gue sampai loe tandain" ucap Didit sembari berlalu pergi, namun baru beberapa langkah cowok itu kembali menoleh. "Jazz semangat" ucap Didit sembari memberikan finger heart.


Bukannya menjawab Jazz justru berlutut tepat didepan Vyona.


"Queen, gue nggak tau perasaan loe ke gue gimana, tapi gue nggak bisa terus-terusan memendam ini semua. Gue suka sama loe, kecepetan ya! Ahh mungkin iya, tapi gue benar-benar sayang sama loe. Dari pertama kali gue ketemu sama loe, gue udah ngerasa tertarik sama loe"


Vyona mendengarkan kata demi kata yang keluar dari mulut Jazz sembari meremat roknya, perasaan gugup tiba-tiba saja menyerang dirinya. Apalagi kini banyak anak-anak yang tengah melihat aksi Jazz.


"Loe pasti menganggap ini bercanda, tapi kali ini gue bener-bener serius Queen. Jadi sekarang gue mau tanya, apa loe mau jadi pacar gue?" Ucap jazz sembari menatap dalam kedua mata Vyona. "Kalau loe terima gue, loe boleh ambil cincin yang ada gambar bulan. tapi kalau loe tolak gue, loe boleh buang sepuluh tangkai bunga yang lagi loe bawa"


"Terima, terima, terima" semua orang yang tengah menyaksikan aksi jazz bersorak memberi dukungan, hingga kini kondisi lapangan sangat ricuh.


"Ini beneran apa cuma acting sih. Kalau ini acting Jazz bener-bener totalitas banget sih" gumam Vyona dalam hati.


Tanpa membuang banyak waktu Vyona segera mengambil cincin yang tadi dimaksud oleh jazz.


"Gue mau jadi pacar loe Jazz" ucap Vyona sembari tersenyum. Dan langsung disambut oleh tepuk tangan meriah dari anak-anak yang tengah menyaksikan, walaupun banyak juga yang tengah patah hati karena idola mereka kini telah resmi melepas status jomblonya.


Jazz segera berdiri dan mengambil cincin yang tengah Vyona pegang, dan langsung memasangnya dijari manis gadis itu.


"Sekarang kita couple" ucap jazz sembari menunjukkan cincin yang kini melingkar dijarinya. "Sekarang loe resmi punya gue, nggak boleh ada satupun yang bisa ngerebut loe dari gue"


"Posesif"


"Kan sayang" ucap jazz sembari mencium tangan Vyona.


"Yaelah kalau baru jatuh cinta ya gitu, dunia serasa milik sendiri. Yang lainnya cuma ngontrak"


"Dasar jomblo, kalau iri bilang" sarkas Riri.


"Sama loe aja gimana Ri! Mau nggak loe?"


"Ogah" jawab Riri sembari menatap tajam Andi.


Vyona segera menarik tangan jazz dan mengajak cowok itu pergi dari kerumunan. Lagi-lagi Vyona membawa jazz ke taman belakang sekolah.


"Jazz loe apa-apaan sih, bikin gue jantungan tau nggak"

__ADS_1


"Kan biar totalitas Queen. Gimana, acting gue bagus nggak?"


"Bagus, sampai bikin gue hampir mati jantungan"


"Lebih meriah kan dari Karel yang nembak Aretha kemarin"


"Iya sih. Huahh gue rasa bentar lagi kita viral sih" ucap Vyona sembari terkekeh.


*****


Dan benar saja apa kata Vyona tadi. Video jazz yang tengah menembak Vyona dilapangan sekolah tadi langsung di unggah oleh lambe Combe akun gosip sekolah.


"Wahh terkenal loe V" ucap Riri sembari melihat Instagram milik lambe Combe.


"Gue dari dulu emang terkenal ya Ri"


"Iya terkenal karena jahatnya" timpal Astrid.


"Biarin yang penting cantik" balas Vyona dengan songongnya.


Kini ke empat gadis itu tengah nongkrong di cafe langganan mereka seusai pulang sekolah.


"Ahhhhhh" tiba-tiba saja Ghea berteriak histeris hingga membuat Vyona, Riri, dan juga Astrid kaget.


Bahkan kini ke empat gadis itu langsung menjadi pusat perhatian karena suara melengking Ghea.


"Juancook, luambemu ge. Malu-maluin anjir" ucap Riri sembari memukul punggung Ghea, hingga sang empunya meringis.


"Oashuu ngapain sih, ge! Mau ditaruh mana ini muka cantik gue, mana banyak pengunjung lagi" ucap Astrid sembari menutupi mukanya dengan buku menu.


"Ini si Jazz update, dia upload foto Vyona" ucap Ghea sembari menunjukan ponselnya kepada ketiga temannya.


Sontak saja hal itu langsung membuat Vyona, Riri, dan juga Astrid menganga saking kagetnya.


"Wahh bener-bener si Jazz. Aman nggak hati loe V, kalau gue jadi loe udah jantungan terus mati deh V" ucap Astrid mendramatisir sembari memegangi dadanya.


"Dih goblok banget. Ngapain mati nyet, kalau mati ya nggak bisa ngerasain punya pacar cakep bege"


"Hlah iya juga ya. Tapi Jazz kelewat romantis Ri"


"Tapi dari sekian banyak emot, kenapa harus emot babi sih yang di pakai" ucap Ghea sembari menggaruk kepalanya.


Dengan segera Vyona membuka akun Instagram miliknya begitu pula Riri dan juga Astrid. Ketiganya tadi hanya fokus pada foto Vyona, hingga tak membaca caption yang Jazz bubuhkan pada foto itu.



❤️900.780likes


Jazziel pacar gue nih 🐽🐖


(All view comments)


Andieverett juancook dari sekian emot kenapa harus babi sih boss! pacar loe secakep itu loe samain sama babi, parah loe boss.


Rafa.dika kenapa harus babi sih boss! Ganti ngapa, kagak ada romantis-romantisnya 😾


User1 pupus sudah harapanku buat dapetin kak jazz.


User2 gila sih, kak jazz tadi romantis banget.


Astrid bangetan loe jazz, cewek sendiri disamain sama babi 😭


Ririe jazz bocah prik 🤧


Ghea Jazz jahat deh


Vqueensha maksud loe gue kayak babi gitu! 😡


Jazziel nggak gitu sayangku, kan lucu gitu babinya. Warna pink imut-imut @vqueensha.a


"Jazz bocah gendeng" ucap Vyona, Riri, Ghea, dan juga Astrid ketika ke empatnya membaca balasan komen dari jazz.


Haiss inikan hanya pura-pura, tapi jazz memosting foto dirinya di Instagram pribadinya, Setotalitas itu Jazz. Sekarang Vyona tengah berfikir apa perlu dirinya juga memosting foto jazz. Tapu Vyona sama sekali tidak memiliki foto cowok itu, sedangkan jazz bisa dapat foto dirinya, karena cowok itu memang memotret dirinya waktu di pantai

__ADS_1


__ADS_2