I'M Not Antagonis

I'M Not Antagonis
di hukum


__ADS_3

Areksa masuk kedalam kamar Alan dan langsung menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang, tangannya ia lingkarkan pada pinggang Alan yang kini telah sibuk bermain game.


"Sa, loe apa-apaan sih. Geli anj*ng"


"Gue kesel banget sama Vyona, bang. Dengan gampangnya dia minta kita buat lepasin baj*ngan itu"


Alan dapat melihat dengan jelas wajah dongkol Areksa, akan tetapi sepupunya itu juga tak bisa berbuat apa-apa seperti dirinya hanya bisa diam dan mengikuti keinginan Vyona.


"Udah nggak usah pasang muka jelek kayak gitu, gue punya rencana"


Areksa terlihat antusias dan segera bangkit, dirinya tau kalau Alan itu lebih sadis dibandingkan dirinya.


"Apaan?"


"Minggu depan, di acara ulang tahun perusahaan kita. Gue pengen papa perkenalkan Vyona ke publik"


"Gila loe bang, emangnya papa bakal setuju"


"Loe yang gila, dulu papa nggak pernah ngenalin Vyona ke ke publik karena menghargai perasaan mama. Kalau papa emang sengaja menutupi identitas Vyona nggak mungkin papa menjadi donatur terbesar disekolah Vyona "


"Iya juga ya, kenapa gue nggak kepikiran sih"


"Loe emang tolol, sa"


"Sialan loe bang "


******


Meskipun baru kemarin Vyona pulang dari rumah sakit namun gadis itu hari ini sudah nekat untuk pergi ke sekolah.


"Yakin udah bener-bener kuat?" Tanya Agra dengan wajah yang nampak begitu khawatir, sebenarnya Agra masih tidak mengizinkan putri kesayangannya itu untuk pergi ke sekolah. Akan tetapi Agra juga terlalu lelah untuk berdebat dengan putrinya yang sangat keras kepala itu.


"Vyo udah gapapa kok pa, nih lihat udah seger kayak gini" jawab Vyona sembari mengangkat kedua tangan menunjukkan otot-otot tangannya.


"Assalamualaikum" ucap Jazz yang baru saja datang. Cowok itu langsung saja turun dari atas motornya dan segera mencium punggung tangan Agra. "Om, masih pagi ini. Itu muka kenapa mendung gitu sih!"


"Pacarmu nih, keras kepala banget" ucap Agra sembari mendengus dan langsung masuk kedalam rumah.


"Papa jangan ngambek gitu dong, nanti nggak ganteng lagi loh" Vyona sedikit berteriak ketika sang papa sudah tak terlihat lagi.


Sementara itu Agra yang masih mendengar ledekan Vyona segera menyembulkan kepalanya di pintu.


"Bodoamat, papa nggak nanya" ucapnya sebelum akhirnya benar-benar pergi.

__ADS_1


"Ahaha, papa ada-ada aja deh" Vyona terkekeh sembari memegangi perutnya yang sedikit kaku karena menertawakan sang papa.


"Kamu beneran udah sehat?"


"Iya, udah ah jangan kayak papa. Ayo berangkat, nanti kita telat"


Jazz hanya mengangguk sebagai jawaban, sebelum akhirnya cowok itu mengambil helm yang telah ia siapkan untuk Vyona. Dengan penuh sayang, Jazz memakaikan helm itu di kepala Vyona.


"Nah, aman. Yuk berangkat sekarang!" Seru Jazz sembari mengulurkan tangannya, dan dengan senang hati Vyona menautkan jari jemarinya dengan jari-jari milik Jazz.


Setelah Vyona naik keatas motornya, jazz segera melajukan motornya dengan kecepatan sedang.


Akhirnya setelah sekian lama terkurung dirumah sakit hari ini Vyona bisa bernafas dengan bebas, dan bisa berkumpul dengan teman-teman lagi.


Setelah hampir 15 menit menempuh perjalanan keduanya akhirnya sampai juga di sekolah, di area parkir dapat Vyona lihat ada teman-temannya yang tengah berkumpul.


"Vyona" Ghea, Riri, dan Astrid langsung berteriak heboh ketika Vyona turun dari atas motor.


"Berisik" ucap Jazz sembari menatap horor ketiga cewek yang tengah memeluk gadis kesayangannya itu.


"Cowok loe, pagi-pagi juga udah galak banget V"


"Dia galak cuma sama kalian, sama aku nggak galak kok" Vyona tersenyum sembari menatap ketiga temannya, setelahnya ia serahkan helm yang sudah ia lepas itu kepada Jazz.


"Orang kalau udah jatuh cinta ya gitu, dunia milik berdua, yang lainnya cuma ngontrak" cibir Andi dan langsung disetujui oleh yang lainnya.


Disepanjang perjalanan menuju kelas Vyona merasa semua orang tengah menatapnya, sesekali juga ada anak yang menyapa dirinya. Walaupun Vyona tidak ingat dengan mereka, tapi Vyona membalas sapaan mereka dengan senyum ramah.


"Welcome back, Vyona" ucap teman satu kelas Vyona, mereka semua menyambut Vyona dengan begitu hangat terkecuali Karel dan juga Aretha.


"Vyona akhirnya loe masuk sekolah lagi" Reva langsung berlari dan memeluk Vyona. "Gue kangen sama antagonis gue ini" lanjutnya.


Antagonis! Vyona sedikit mengerutkan keningnya ketika gadis yang memeluk dirinya ini menyematkan panggilan antagonis kepada dirinya.


"Jangan sakit-sakit lagi ya, ini bukan loe"


"Gue juga nggak pengen sakit, yang namanya musibah kan nggak ada yang tau"


"Emtt, pokoknya loe harus baik-baik aja"


"Iya" jawab Vyona dengan tersenyum.


"Rempong loe, va. Cewek gue masih nggak boleh berdiri terlalu lama" ketus Jazz sembari menarik Vyona untuk segera duduk di mejanya.

__ADS_1


"Posesif banget sih lu, kulkas"


*****


Tak lama suara bel tanda dimulainya pelajaran berbunyi dengan nyaring, disusul dengan kedatangan pak yanu kedalam kelas XII IPA 1.


"Selamat pagi anak-anak" sapa pak yanu dengan penuh wibawa.


"Pagi pak" jawab mereka semua dengan serempak.


"Oke. Untuk nama-nama yang bapak panggil mohon untuk segera maju ke depan ya!" Seru pak yanu sembari menatap seluruh siswanya. "Niko, jazz, Andi, Rafa, Ghea, Astrid, dan juga Riri. Silahkan maju kedepan" lanjut pak yanu sembari menatap siswa yang baru saja ia panggil namanya.


"Mampus, habislah kita" gumam Andi pelan namun masih bisa di dengar oleh Niko yang duduk disebelahnya.


Tak jauh berbeda dengan Andi, Niko dan yang lainnya pun juga merasakan was-was. Terkecuali Jazz, cowok itu wajahnya masih saja datar. Bahkan Jazz melangkah maju ke depan kelas seolah tanpa beban apapun, padahal yang lainnya yakin kalau mereka bakal berakhir membersihkan toilet sekolah dan juga kebun sekolah.


"Kenapa kalian kemarin bolos sekolah secara bersamaan?" Tanya pak yanu sembari menatap satu persatu wajah yang kini berdiri di depannya.


"Saya jemput Vyona pak, yakali pacar saya pulang dari rumah sakit nggak saya sambut. Nggak keren lah" jawab jazz dengan santainya seolah tanpa beban hingga mengundang gelak tawa teman-teman sekelasnya.


"Terus kalau kamu menyambut Vyona, kamu terlihat keren gitu!" Seru pak yanu sembari geleng-geleng kepala, pak yanu sungguh tak menyangka kalau jawaban ajaib itu akan keluar dari mulut seorang Jazz, siswa yang terkenal dingin dan tak banyak bicara.


"Iyalah pak, bapak tanya aja sama pacar saya. Saya pasti keren, pak" ucap Jazz sembari mengerling genit ke arah Vyona.


Pak yanu menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, dalam hati pak yanu beristighfar sebanyak yang ia bisa.


"Astagfirullah ternyata benar ya kalau orang sedang jatuh cinta langsung berubah jadi goblok. Ini nyatanya siswa berprestasi aja bisa gila seperti ini" gumam pak yanu dalam hati.


"Terus kenapa yang lainnya juga nggak masuk?"


"Kita sebagai teman yang baik ya jelas ikut menyambut kepulangan Vyona dong pak " jawab Rafa.


"Astagfirullah. Kenapa kalian nggak bolos aja satu kelas buat menyambut kepulangan Vyona" ucap pak yanu dengan wajah lelah.


"Emang boleh pak?" Tanya Reva sembari mengangkat tangan. "tau gitu kemarin kita semua ikut bolos pak" lanjutnya.


"Iya pak benar" timpal yang lainnya.


"Diam" ucap pak yanu dengan suara lantang.


"Kalian, bersihkan seluruh toilet disekolah. Setelah itu cabut rumput di taman yang sudah panjang" perintahnya sembari menunjuk Jazz dan teman-temannya


"Oke" jawab Jazz yang segera berlalu pergi, dan segera di ikuti oleh yang lainny

__ADS_1


__ADS_2