
Tak...
Tak...
Tak...
Terdengar langkah kaki menuju ke KK Corporation, seorang pria berperawakan tegap dengan stelan jas hitam yang slim muncul di pintu masuk utama.
Di ikuti seorang asisten di belakang nya, Aldo berusaha untuk bisa kembali menarik perhatian Keyra agar mau melanjutkan kerja sama mereka.
Antony yang terus saja mengekori Aldo sambil matanya sesekali melirik ke kiri dan ke kanan, di tangan kirinya terdapat beberapa berkas yang sengaja dia bawa, dan tangan kanan nya menenteng koper besar berisi uang yang kemarin malam di berikan oleh Kia.
Mendekati resepsionis yang berjaga, sambil meminta persetujuan untuk bisa bertemu dengan Keyra.
"Selamat pagi pak, ada yang bisa saya bantu?" tanya resepsionis dengan sopan.
"Kami ingin bertemu dengan bu Keyra" jawab Antony saat menyadari jika bos nya itu malas untuk berbicara.
"Sudah ada janji sebelumnya?" tanya resepsionis itu kembali.
"Belum, katakan saja Bapak Aldo Damian ingin bertemu" ucap Antony.
Baru saja resepsionis itu ingin mengangkat telpon untuk menghubungi Kia, dua orang pria kembali muncul di hadapannya.
Yang satu tampil dengan penuh senyum dan yang satunya lagi seperti tengah mengalami banyak tekanan.
"Selamat pagi mbak, kami ingin bertemu dengan bu Keyra" ucap orang itu to the point pada resepsionis.
"Apakah sudah ada janji?" tanya resepsionis itu kembali.
"Belum, katakan saja Adrian Wiguna ingin bertemu" ucap pria itu nampak tak sabar pada resepsionis yang menurutnya terlalu banyak bicara.
"Baik pak, silahkan tunggu sebentar. Saya akan mencoba untuk menghubungi asisten Kia" ucap resepsionis itu sambil mengangkat gagang telpon nya.
Tak...
__ADS_1
Tak...
Tak...
Langkah kaki terdengar kembali menuju resepsionis, dan seorang pemuda tampan dengan pakaian casual nya muncul, kaca mata hitam nya dia angkat dan langsung di jadikan bando di kepala nya, melihat tampilan pemuda ini, resepsionis itu yakin jika umurnya mungkin belum sampai 25 tahun.
"Tolong katakan pada bu Keyra, Lucas Fernando menunggunya di bawah" ucap pemuda itu sambil memainkan ponsel nya.
Tak berselang lama, pintu lift pemilik perusahaan terbuka, Keyra muncul bersama Kyara sambil memegangi tangannya yang terus saja melompat-lompat.
"Kyara.." Gumam ketiga pria itu dengan pelan, mata ketiga orang itu terlihat berbinar saat Keyra dan Kyara melangkah menuju tempat mereka berdiri.
"Om Lucas.." panggil Kyara sambil berlari menuju ke arah salah satu pemuda dan langsung memeluk nya.
"Hai Honey.. Kau terlihat semakin imut sekarang" ucap Lucas sambil membalas pelukan Kyara dan mencubit pipi cubby bocah itu.
"Hai Ara sudah besar sekarang, sudah pasti semakin imut" ucap Kyara dengan tingkah menggemaskan sambil mengerucutkan bibir nya.
"Ya.. Ara terlihat semakin besar" ucap Lucas sambil menarik hidung Kyara.
Semua orang yang mendengar ucapan bocah itu pun tertegun, apa hubungannya antara menarik hidung dengan penyakit bengek? Sungguh Kyara paling pandai mencari alasan.
Mata Kyara melirik ke arah Aldo dan juga Adrian, membuat kedua pria berbeda usia itu sama-sama berdoa dalam hati nya agar tak mendapatkan penolakan dari Kyara.
Apalagi Adrian yang merupakan ayah kandung nya, dia begitu iri melihat kedekatan Kyara dengan Lucas. Mata Adrian berkaca-kaca, di dalam hatinya dia ingin sekali memeluk Kyara, tapi dia tak memiliki keberanian untuk mendekati bocah itu.
Aldo pun merasakan hal yang sama, dia menatap nanar pada Kyara yang tak menyapa nya sama sekali, bahkan Kyara melewati nya begitu saja dan langsung memeluk Lucas.
Hati Aldo begitu kecewa saat ini, tapi mengingat kejadian kemarin malam di rumahnya, Aldo pun tak berani menyalahkan bocah itu karena kenyataan nya Kyara berubah gara-gara mendengar ucapan dari mamanya Aldo.
Hingga akhirnya Aldo terpaksa harus menelan pil pahit ini, meski hatinya ingin sekali merebut Kyara dari gendongan Lucas, tapi Aldo tak memiliki keberanian untuk itu.
Dia cukup sadar diri dengan perlakuan dan juga ucapan mama nya yang telah menyakiti hati bocah di hadapan nya.
Keyra berjalan mendekat, senyum manis tersungging dari bibir nya membuat ketiga pria itu pun terpesona, debar jantung mereka terasa tak beraturan dan terus berdegup tak tentu arah.
__ADS_1
"Kau langsung datang kemari dari kota C Lucas? Kenapa tak menelpon ku terlebih dulu agar bisa menjemput mu?" tanya Keyra.
"Hanya ingin memberi kejutan" ucap Lucas di buat salah tingkah oleh ucapan Keyra.
"Baiklah, kami berencana ingin pergi keluar, apa kau mau ikut?" tanya Keyra lagi.
Lucas pun mengangguk setuju. Akhirnya mereka pun pergi menuju ke tempat parkir, Keyra melemparkan kunci mobil nya pada Lucas dan memintanya untuk menyetir.
Tak mau ketinggalan, Aldo dan Adrian pun segera berjalan menuju mobil pribadi mereka masing-masing, keduanya seolah telah sepakat untuk mengikuti kemana pun Keyra pergi.
Kyara hanya berdengus melihat kelakuan kedua pria yang menurutnya tak tahu malu itu, bahkan bocah itu tak berniat sekalipun untuk menyapa keduanya.
Mobil yang di tumpangi Kyara mulai melesat membelah jalanan ibu kota yang padat, Aldo dan Adrian terus mengikuti mobil itu meski sedikit susah payah.
Saat tiba di sebuah wahana permainan, Kyara dengan cepat meraih tangan Keyra dan juga Lucas kemudian menariknya, bocah itu seperti punya radar berkekuatan tinggi, tak ingin momy tercintanya dekat dengan Aldo mau pun Adrian.
Dimata Kyara saat ini, Aldo hanyalah pria pecundang yang tak mampu membela momy nya di hadapan nyonya Stella, dan Kyara tidak ingin memiliki papi yang lemah dan juga pengecut.
Sedangkan Adrian? Tentu saja Kyara sangat membencinya, selain karena Penyiksaan yang di lakukan oleh nya dulu terhadap Keyra, Adrian juga merupakan kakek tua bau tanah yang tak mungkin Kyara akui sebagai papinya.
Mau ditaruh dimana wajah Kyara jika memiliki papi yang tua seperti Adrian? Kini bocah itu dengan lincah memutar otak untuk mencari cara agar mendekatkan Keyra dengan Lucas, seorang tentara militer yang sudah pasti tegas dan disiplin. Bukan pria letoy seperti Adrian dan juga Aldo.
Huh.. Kyara tak tahu saja kalau Aldo itu sebenarnya adalah seorang leader mafia, bahkan namanya begitu di segani oleh semua orang di dunia bawah karena kesadisannya dalam membantai semua musuhnya.
Tapi saat ini sepertinya sifat sadis itu telah hilang dari diri Aldo, dia bahkan merendahkan dirinya dengan terus mengikuti wanita pujaan nya dari jarak jauh.
"Selidiki siapa itu Lucas dan juga Adrian, aku ingin data kedua pria itu dalam waktu satu jam" perintah Aldo pada Antony.
"Baik bos" ucap Antony dengan segera.
...----------------...
Mohon maaf jika up nya lambat ya, author saat ini sedang kurang sehat 🙏🙏🙏
Jangan lupa tinggalkan jejak ya, klik Like dan komentarnya, jika berkenan lemparkan juga vote dan gift nya agar author semakin semangat untuk up bab selanjutnya.
__ADS_1
Happy reading guys..