Ibu Cerdas Putri Jeniusku

Ibu Cerdas Putri Jeniusku
Part 58


__ADS_3

"Astaga Ara.. Bisakah kau berhenti berteriak? Lihatlah telinga momy.. Sepertinya besok-besok momy harus pergi ke dokter THT.." ucap Keyra sambil bangun.


Dia begitu kesal karena sejak tadi putri kecilnya itu terus saja mengganggu waktu istirahat nya, tak hanya sekali.. Ini adalah kali kedua bocah itu berteriak hingga memekakkan telinga orang yang mendengar nya.


Sementara Kyara hanya tersenyum kecut melihat respon dari momy nya, sebenarnya Kyara sudah tahu rencana momy nya untuk membantai mafia yang telah di bayar oleh Tiara itu hingga ke akarnya, tapi tetap saja, bocah itu merasa membutuhkan sedikit mainan untuk merenggangkan otot tubuhnya yang terasa kaku karena sudah terlalu lama tidak menonjok wajah orang lain.


"Ayolah momy... Bagaimana kalau para penculik itu kesasar dan tak bisa menculik Ara? Putri cantik momy ini tentu saja sangat membutuhkan samsak tinju saat ini!" ucap Kyara sambil membulatkan tinju nya.


Aldo mengusak kasar rambut Kyara, dia benar-benar di buat tak berdaya oleh tingkah laku bocah ajaib itu, bagaimana bisa bocah itu berfikir untuk segera di culik? Sementara dia dan Keyra sudah menyiapkan begitu banyak anak buahnya untuk menjaga dia.


"Oh ya momy.. Ara mau minta uang. Boleh tidak?" tanya Kyara sambil menunjukkan mata polos nya. Bocah itu sangat pandai membuat orang lain terperdaya oleh kelucuan dan juga tingkah manisnya. Padahal Kyara juga memiliki uang yang sangat banyak di rekening nya, tapi bocah itu masih saja terus membuat Keyra sebal.


"Bukankah kau memiliki banyak uang Ara?" tanya Keyra sambil mengerutkan dahinya.


"Astaga momy, uang Ara itu hasil jerih payah Ara merampok dan membobol akun orang-orang yang berniat jahat pada momy! Bagaimana mungkin Ara menggunakan nya? Lebih baik Ara meminta uang yang lain pada momy. Itu lebih sederhana dan terlihat normal untuk anak seusia Ara!" ucap Kyara santai sambil menengadahkan tangannya.


Semua orang kembali dibuat shock oleh ucapan bocah itu, sederhana dan normal dari mananya? Bahkan semua orang pun di buat bergidik ngeri saat membayangkan bagaimana bocah berusia lima tahun itu menghajar dan menyiksa orang-orang yang berniat buruk pada momy nya.


Tapi melihat tingkah polos dan imutnya saat meminta uang pada Keyra membuat semua orang kembali merasa lucu, mereka ingin tertawa dengan sangat keras dan berteriak 'Sepertinya aku sudah gila'

__ADS_1


Sikap Kyara di hadapan momy nya berbanding terbalik dengan kelakuan nya saat berhadapan dengan musuhnya, bahkan siapa pun yang berusaha untuk menyulitkan Keyra pasti akan dia balas berkali-kali lebih menyedihkan, Kyara bukan lah orang yang berbelas kasihan, dia lebih mirip dengan seorang gadis neraka saat membabat musuh besarnya.


Keyra mengambil uang dari saku bajunya dan menyerahkan selembar uang untuk Kyara, dia juga berpesan agar Kyara menjaga dirinya dengan baik saat di culik nanti. Tentu saja ada sedikit penekanan dari ucapan yang di lontarkan oleh Keyra, karena dalam waktu cepat Keyra juga akan memainkan sandiwara yang lebih dramatis dan pastinya akan membuat keluarga Wiguna tahu siapa yang mereka hadapi saat ini.


Sepertinya dendam di hati Keyra juga belum padam terhadap orang-orang yang telah menyakiti pemilik tubuh yang dia tempati saat ini, dan kali ini dia bukan hanya memberikan peringatan tapi juga pelajaran pada Tiara. Rasanya jari-jari dia sudah sangat gatal ingin segera mencakar wajah Tiara yang cantik karena pengaruh make up itu.


"Pergilah.. Jangan lupa untuk memberi kabar setelah di culik!" ucap Keyra.


Kyara hanya mengangguk, dia juga sudah ingin membuat kekacauan di dalam kediaman keluarga Wiguna agar berhenti mendekati kehidupan dan juga merongrong kebahagian dirinya bersama Keyra.


Akhirnya Kyara pun melangkah keluar bersama Aldo, beberapa anak buah Aldo sudah bersiap di dalam mobil hitam, mereka memang telah Aldo persiapkan untuk membuntuti mobil yang akan di pakai untuk menculik Kyara.


Kyara dan Aldo pergi menuju ke mall, bocah itu terus berlarian kesana kemari sambil menunjuk barang-barang yang dia inginkan pada Aldo, terntu saja Aldo tak keberatan untuk membayar semua belanjaan nya, karena itu memang rencana mereka.


Mereka bekerja sama dengan begitu baik hingga orang lain pun menganggap mereka biasa saja, berbeda dengan Kyara dan Aldo, keduanya saat ini sudah mengetahui dimana letak orang-orang yang akan menculik Kyara.


Tap...


Tap...

__ADS_1


Tap...


Ara berjalan diikuti oleh Aldo menuju ke sebuah stand makanan, Ara memesan begitu banyak menu untuk makan siang mereka sementara Aldo berpura-pura pergi ke toilet agar para penculik itu segera bergerak.


Kyara mendudukkan dirinya di kursi, dia sengaja memilih tempat yang dekat dengan jendela agar para penculik itu leluasa untuk menculiknya, sementara orang-orang itu belum mengetahui jika saat ini pergerakannya di pantau oleh beberapa orang hingga mereka terlihat begitu tenang dalam menjalankan misinya.


Sesuai perintah dari bos mereka, klien barunya menginginkan bocah itu, mereka harus membawa nya dengan sangat baik agar bocah itu tidak mencurigai niat nya.


"Hai adik kecil! Om di suruh om yang tadi untuk menjemputmu!" ucap salah seorang dari mereka sambil mendekat ke arah Kyara.


Kyara melirik ke arah pria itu sejenak kemudian kembali menyeruput minuman kesukaan nya yang sudah terhidang di meja. Dia tidak ingin terburu-buru dan membuat rencana yang telah mereka susun menjadi berantakan.


"Om Aldo? Tapi tadi Ara di suruh tunggu disini! Om Aldo bilang dia nggak akan lama, hanya ke toilet saja!" ucap Kyara menunjukkan wajah polos nya.


"Om kamu itu tadi ditelepon istrinya jadi dia meminta om untuk mengantarkan Ara pulang!" ucap pria itu lagi memberikan alasan yang tak masuk akal, sepertinya anggota mafia yang di bayar oleh Tiara itu memang bukan mafia yang berkelas, buktinya mereka tidak mencari tahu terlebih dahulu siapa orang yang sedang berjalan-jalan bersama Kyara saat ini.


Kyara melirik sejenak kemudian menunjuk makanan yang baru saja di hidangkan oleh para pelayan di atas meja. Tentu saja dia tak akan mau pergi dengan perut kosong, setidaknya semua makanan itu harus di bungkus, dan mereka mau tak mau harus membayar tagihan nya.


"Ara lapar.. Ara sudah memesan banyak makanan tadi, kalau om mau ajak Ara pulang sebaiknya om bayar dulu tagihan makan Ara, biar mbak nya nanti bungkus untuk Ara makan di perjalanan!" ucap Kyara sambil tersenyum manis.

__ADS_1


Bocah itu juga segera memanggil pelayan untuk membungkus semua makanan yang telah tersaji di atas meja dan menunjuk pria yang mengajak nya tadi untuk membayar bill nya.


Pria itu terlihat enggan untuk pergi membayar, tapi karena stand makanan saat itu begitu ramai, mau tak mau dia pun melangkahkan kakinya menuju kasir untuk membayar tagihan makan Kyara.


__ADS_2