
Nyonya Stella kembali ke rumah nya dengan wajah yang di tekuk, hatinya begitu kesal dan juga sangat sakit, bagaimana tidak? Dia telah di kalahkan dengan telak oleh seorang bocah yang masih berusia lima tahun.
Tak... Tak... Tak...
Langkah nyonya Stella terdengar menggema di dalam ruangan. Dengan cepat, wanita paruh baya itu pun menjatuhkan dirinya di sofa, pikiran nya terus menerawang entah kemana.
Bagaimana jika teman-teman nya sampai tahu bahwa wanita pilihan Aldo itu seorang janda dan memiliki seorang putri yang berumur 5 tahun? Mau di taruh dimana muka dia? Berkali-kali nyonya Stella menghembuskan nafas kasar, saat ini dia tengah memilah dan memilih untuk masa depan putra kesayangan nya itu.
Apalagi Aldo sejak kemarin tak mau berbicara dengan nya, sikap Aldo berubah 100% seolah tak mengenal nyonya Stella, membuat hati wanita paruh baya itu sangat sakit.
Bukankah setiap ibu menginginkan yang terbaik untuk anaknya? Lalu dimana kesalahan dia yang menginginkan seorang calon menantu yang sangat sempurna? Bukankah itu hal yang wajar?
Tak... Tak.. Tak...
Terdengar langkah kaki mendekat, Aldo muncul dengan T-shirt hitamnya diikuti oleh Antony. Sepertinya mereka akan pergi lagi.
"Aldoo.." panggil nyonya Stella.
Aldo menghentikan langkah nya, tapi masih enggan untuk berbicara dengan nyonya Stella.
"Kau mau pergi lagi? Bukankah kau baru saja datang?" tanya nyonya Stella dengan perasaan yang tak menentu.
Mendengar pertanyaan mama nya, Aldo pun segera pergi meninggalkan mension. Hatinya saat ini sangat lah pelik, apalagi setelah mendengar penjelasan dari Antony tentang kedua pria yang mendekati Keyra.
Aldo kaget saat tahu jika Adrian adalah mantan suami Keyra, sekaligus ayah kandung Kyara. Apa lagi di tambah Lucas yang merupakan seorang anggota militer angkatan udara, betapa sulit nya dia untuk bisa menaklukkan hati Keyra, apalagi di tambah keberadaan nyonya Stella yang begitu di benci oleh Kyara di rumah nya.
"Aldo..! Mama bilang berhenti!" teriak nyonya Stella sambil berlari mengejar Aldo.
Aldo hanya bisa berdengus melihat kelakuan mamanya yang seperti anak kecil.
"Berhenti mencampuri urusanku ma, aku bukan anak kecil lagi. Dan ingatlah! Hubungan ku rusak dengan Keyra dan juga Kyara karena mama" tegas Aldo dengan sangat dingin sambil masuk ke dalam mobil nya.
Deg... Deg... Deg...
Jantung nyonya Stella kembali berdetak dengan cepat saat mendengar suara yang sangat dingin dan juga ketus dari Aldo.
Apakah dia salah karena terlalu mencampuri hidup putra nya? Dia hanya ingin yang terbaik untuk Aldo.
"Stella, biarkan Aldo menenangkan dirinya, saat ini dia begitu terguncang dan butuh waktu untuk menyelesaikan seluruh masalah nya sendiri" ucap tuan Alexander sambil duduk di sofa dan menyeruput kopi hitam di tangannya.
Kepergian Aldo dari mensionnya ternyata telah di incar oleh seseorang yang menginginkan nyawanya, dialah Jack. Seorang pemimpin dari organisasi bawah tanah yang bernama DARK SKY.
Dengan kecepatan penuh, Jack pun segera menginjak pedal gas nya dan segera menyusul Aldo yang telah keluar terlebih dahulu.
__ADS_1
500 orang anggota Dark Sky pun telah bersiap mengepung mension milik Aldo, saat ini mereka telah mendapatkan perintah dari klien mereka untuk menghabisi Aldo dan juga keluarganya karena sebuah persaingan bisnis.
Aldo di nilai telah merebut kontrak yang bernilai seratus trilyun rupiah dari seorang pengusaha ternama, karena merasa di kalahkan akhirnya orang itu pun menyewa jasa mafia Dark Sky untuk menghancurkan seluruh keluarga Aldo.
Kyara yang masih melihat cctv dan juga meretas data dari seseorang di buat mengernyitkan dahi nya saat tanpa sengaja matanya melihat pergerakan orang-orang di luar mension Aldo.
Dengan cepat, bocah itu pun segera memerintahkan para body guard di rumahnya untuk segera membantu keluarga Aldo.
Bagaimana pun Kyara tak memiliki masalah dengan keluarga Aldo selain dengan nenek tua peot yang dia nilai sebagai seorang penyihir, jadi dia pun akan bergerak dalam kegelapan untuk membantu keluarga Damian.
☎ Kriiing... Kriiiing...
Telpon di mension Aldo pun berbunyi, tuan Alexander segera mengangkatnya, klik...
📞"Hallo.." ucap tuan Alexander
📞"Berikan telpon nya pada om Aldo!" ucap Kyara terdengar dingin.
Tuan Alexander seketika terkejut mendengar suara bocah di telpon itu, tapi kemudian dia pun segera menjawab.
📞"Aldo sedang keluar, dengan siapa ini?" tanya tuan Alexander.
📞"Jika begitu bersiaplah.. Ada banyak sekali orang yang mengepung kediaman kalian. Jangan lupa untuk mempersiapkan senjata" ucap Kyara sambil mematikan sambungan telepon nya.
Nyonya Stella terlihat sangat kaget saat melihat suami dan juga mertuanya membawa beberapa senjata api dan juga senjata tajam, dia sama sekali belum mengerti apa yang sebenarnya terjadi di kediaman putra nya itu.
"Ada apa ini suamiku?" tanya nyonya Stella
Tuan Dimitri menoleh sekilas pada nyonya Stella, dia pun menghembuskan nafas kasar dan segera memberi tahu istrinya.
"Sepertinya ada orang yang ingin menyerang kita semua. Kau kembalilah ke kamar, segera kunci pintu dan jangan keluar sampai situasi kembali aman" ujar tuan Dimitri sambil memberikan perintah pada nyonya Stella.
"Tidak.. Aku akan tetap di sini bersamamu" ucap nyonya Stella yang menganggap jika ucapan suaminya itu hanyalah isapan jempol belaka.
Dor...
Dor...
Dor...
Terdengar suara tembakan dari luar, suara pertarungan pun tak terelakkan lagi, saat ini dua ratus orang body guard milik Aldo tengah berhadapan dengan anggota mafia Black Sky.
Brak...
__ADS_1
Brak...
Bruk...
Terdengar suara dari lorong yang menyambungkan kolam renang ke ruang keluarga, tuan Dimitri kembali menyuruh istrinya untuk pergi.
"Cepat pergi dari sini sebelum mereka semua sampai!" ucap tuan Dimitri.
Nyonya Stella sama sekali tak bisa menggerakkan kakinya karena shock, seluruh tulang nya terasa lepas saat melihat begitu banyak nya para penyusup yang kini memasuki paviliun putra nya itu.
Tuan Dimitri dan tuan Alexander pun mulai mengacungkan dua pistol di tangan kanan dan juga tangan kiri mereka, kedua pria itu melotot tajam melihat para body guard nya mati di tangan para penyusup.
"Ternyata keluarga Damian hanya berisi orang-orang tua seperti ini!" sarkas seorang pria berbaju hitam sambil melihat ketiga tuan rumah yang telah berada di hadapan mereka.
Prang...
Prang...
Prang...
Beberapa kaca jendela di mension Aldo pun pecah, dan muncul seratus orang body guard, di tambah kehadiran seorang gadis cantik yang membawa pedang panjang di tangannya dan juga bocah kecil yang kini membawa sepasang belati kembar.
"Lindungi mereka!" teriak Keyra pada para body guard nya.
"Tidak, lindungi saja kedua pria itu, dan biarkan nenek tua peot itu berjuang sendiri untuk nyawanya!" teriak Kyara sambil menyunggingkan senyuman iblis nya.
Para body guard dengan cepat segera melindungi tuan Alexander dan juga tuan Dimitri, sedangkan nyonya Stella mereka biarkan tanpa penjagaan dan juga pengawasan.
"Mari kita mulai!" Keyra mulai melesat dengan sangat cepat seperti bayangan, bagaimana pun dimasa lalu nya dia adalah seorang putri Mahkota sekaligus jendral perang yang mendapatkan julukan iblis wanita pembantai, tangan nya dengan cepat meliuk dan segera menebas leher beberapa orang yang di lalui nya dengan brutal.
Slash...
Bruk...
Puluhan orang terjatuh dengan kondisi tanpa kepala setelah di babat oleh Keyra.
"Sekarang giliranku.." ucap Kyara sambil menjatuhkan tubuh nya di atas lantai dan meluncur ke arah orang-orang berbaju hitam.
"Ucapkan salam ku pada penguasa neraka!" teriak Kyara.
Jleb...
Jleb...
__ADS_1