Ibu Cerdas Putri Jeniusku

Ibu Cerdas Putri Jeniusku
Part 57


__ADS_3

"Astaga Ara..! Kenapa berteriak seperti itu?" tanya Keyra sambil bangkit dari sofa nya, baru saja dia akan terlelap tiba-tiba langsung terbangun karena suara teriakan Kyara yang lebih mirip toa.


Kyara hanya garuk-garuk kepala tak gatal mendengar pertanyaan yang di ajukan oleh Keyra, dia terlalu bersemangat hingga lupa jika momy nya itu belum sempat beristirahat.


"Ooh.. Ayolah momy, bukankah hari ini mereka mau menculik Ara? Ayo cepat kita keluar rumah.. Ara sudah tak sabar lagi ingin di culik." ucap Kyara sambil tersenyum menunjukan deretan gigi putih nya.


Semua orang yang mendengar ucapan bocah itu hampir menjatuhkan rahang nya, mereka benar-benar kaget, bagaimana bisa bocah itu memiliki fikiran gila seperti itu? Sementara Kyara malah bersantai dan ikut duduk di sofa bersama Keyra.


Keyra sudah tak aneh lagi dengan kelakuan putri semata wayang nya itu, semenjak kejadian saat Kyara menghajar ketua mafia white tiger saat itu, Keyra tak lagi begitu mengkhawatirkan putrinya, dia sangat yakin jika bocah itu bisa menjaga dirinya dengan sangat baik. Terlebih Keyra juga sudah menyiapkan 2 orang penjaga bayangan untuk Kyara.


Kyara sebenarnya tahu dengan apa yang di lakukan oleh momy nya, tapi bocah itu berpura-pura polos dan bersikap biasa saja, dia tak ingin momy nya sedih jika Kyara menolak perlindungan yang di berikan momy nya.


Drrrt...


Ponsel Keyra tiba-tiba saja berdering, Kyara dengan cepat menyambar dan melihat identitas si pemanggil.


"Diiiih... Papi Aldo yang telpon!" ucapnya sambil segera mengangkat panggilan dari Aldo.


📱"Hai..!" Aldo menyapa.


📱"Papi Aldo... Cepat datang kesini! Ara mau di culik!" teriak Kyara dengan sangat keras hingga Keyra terpaksa menutup kedua lubang telinga nya dengan tangan.


Tut...


Panggilan langsung di tutup oleh Aldo, pemuda itu dengan cepat langsung mengambil senjata api di laci kamarnya dan berlari menuju mension Keyra.


"Antony, siapkan anak buah mu, suruh mereka menyebar! Ada yang mau menculik putriku!" teriak Aldo pada Antony yang sedang meminum kopinya.


Byur....


Antony pun menyemburkan kopi dari mulutnya, bukan karena di suruh untuk menyiapkan pasukan, melainkan dia kaget dengan ucapan bos nya yang menyebut Kyara sebagai putrinya.


Sejak kapan bos nya itu kembali dekat dengan Keyra dan juga Kyara? Pertanyaan itu terus saja berputar di kepala Antony hingga membuat pemuda berkaca mata itu menggelengkan kepalanya karena tak menemukan jawaban.


Tuan Alexander dan tuan Dimitri hanya tersenyum tipis melihat kelakuan dari Antony yang saat ini mencapai fase kepo maksimal, dia ingin sekali bertanya pada Aldo, tapi sepertinya situasi saat ini tidak memungkinkan.

__ADS_1


Antony hanya bisa menelan bulat-bulat pertanyaan yang menggerayangi otaknya, dan berharap memiliki kesempatan untuk mendengarkan jawaban Aldo nanti.


Tak...


Tak...


Tak...


Langkah kaki Aldo menggema di iringi oleh ratusan anak buahnya, mereka bergerak menuju mension Keyra dan langsung menyebar untuk mencari tempat yang cocok untuk menyerang.


Sementara satpam yang berjaga di buat kaget dengan kedatangan Aldo yang tidak sendirian.


"Tuan Aldo? Ada apa ini? Kenapa anda membawa begitu banyak orang?" tanya satpam itu pada akhirnya.


Aldo melotot mendengar pertanyaan satpam itu, bukan nya membuka gerbang kediaman dengan cepat, mereka malah bertanya hal yang tidak penting.


"Cepat buka gerbang nya! Apa kau tak tahu jika ada orang yang ingin menculik putriku?" tanya Aldo.


Ketiga orang satpam itu saling melirik, hingga akhirnya salah seorang dari mereka bergegas membuka gerbang.


"Silakan tuan!" ucapnya memberi jalan pada Aldo.


Ting tong... Ting tong...


Bel rumah Keyra pun berbunyi, beberapa pelayan berlarian menuju pintu utama untuk melihat siapa yang datang, sementara Kyara berpura-pura tertidur di atas sofa tepat di seberang sofa yang sejak tadi di gunakan oleh Keyra untuk beristirahat.


Begitu pintu di buka, Aldo langsung menerobos masuk untuk mencari Keyra dan juga Kyara. Mulutnya sedikit berkedut saat melihat Keyra dan Kyara yang tertidur lelap di atas sofa.


Nampaknya Aldo mulai menyadari jika saat ini dirinya tengah di kerjai oleh Kyara, dengan cepat Aldo pun segera menjepit hidung Kyara dengan kedua jari telunjuk dan juga jari tengah nya.


Merasakan hidung nya susah untuk bernafas, Kyara pun bangun dan matanya langsung mendelik saat tahu jika sang pembuat onar adalah calon papi barunya, Aldo.


"Astaga papi.. Apa yang papi lakukan? Bagaimana jika Ara mati?" tanya Kyara dengan suara cempreng nya.


Aldo menarik kedua jarinya dari hidung Kyara, bocah ini sepertinya sengaja berteriak agar Keyra terbangun dan marah pada Aldo.

__ADS_1


Aldo hanya bisa mengusap dada melihat kelakuan Kyara, sementara bocah itu mengerucutkan bibirnya. Sepertinya dia merasa kurang puas dan ingin mengerjai calon ayah sambung nya itu kembali.


"Katakan! Siapa orang yang punya niat buruk pada putri cantik papi ini?" tanya Aldo sambil mencubit hidung Kyara kembali dengan gemas.


"Astaga papi..! Jangan tarik hidung Ara! Kalau tulang hidung nya patah nanti, Ara jadi nggak cantik lagi" ucap nya sambil melotot pada Aldo.


"Papi tau si Tiara itu kan?" tanya Kyara sambil menatap wajah Aldo.


"Hmmm.." Aldo hanya menjawab dengan kata-kata yang pendek.


"Dia sudah menyewa beberapa orang mafia untuk menculik Ara, agar momy kembali pada si tua bangka Adrian payah itu, dan dia bisa menikahi papi" ucap Kyara sambil mengusap hidung nya yang memerah.


"Lalu?" Aldo kembali bertanya.


"Ya ampun papi.. Kenapa papi malah terlihat jadi seperti orang bodoh? Ayo kita segera keluar dari sini! Ara sudah siap untuk di culik..!" rengek Kyara.


Aldo hanya melotot mendengar ucapan Kyara, sementara Antony dan beberapa orang anggota mafia Eagle Eye hampir saja tumbang.


"Bukankah ini aneh? Bocah ini sudah tak sabar dan ingin segera di culik? Astaga.. Kuharap matahari masih terbit dari timur!" bisik salah seorang anggota Eagle Eye.


Antony melirik sambil memberikan kode dengan matanya, dia tak ingin anak buahnya itu terkena semburan pedas dari mulut Aldo, padahal Antony juga menangis dalam hati mendengar celotehan bocah itu.


"Jadi putri kecilnya papi ingin segera di culik?" tanya Aldo.


"Hu'um.. Ayo kita berangkat sekarang papi.. Ara takut orang-orang bayaran itu tak tahu mension momy! Jadi biar Ara saja yang datang kesana supaya tugas mereka cepat selesai" ucap Kyara.


"Baiklah.. Ayo pamitan dengan momy!" ucap Aldo. Sepertinya pemuda ini juga ikut gila karena menyanggupi keinginan bocah itu.


"Momy... Bangun!" teriak Kyara.


Perlahan-lahan mata Keyra pun terbuka dan melihat begitu banyak orang di mension nya.


"Ara... Jangan berteriak seperti itu!" Keyra memberi tahu putrinya, namun hanya di balas senyuman manis oleh Kyara.


"Ara mau pergi di culik dulu ya momy! Momy tidur saja di rumah! Masalah kuntilanak itu biar Ara yang bereskan!" ucapnya sambil mencium kening Keyra.

__ADS_1


Beberapa orang anak buah Aldo langsung berlarian keluar dari mension milik Keyra, mereka sudah tak tahan lagi ingin tertawa melihat bocah itu yang berpamitan akan di culik pada momy nya.


"Sungguh bocah yang sangat ajaib!" fikir mereka sambil tak hentinya tertawa dan memegangi perutnya.


__ADS_2