
Keyra baru saja mendudukkan dirinya di kursi, telinganya sayup-sayup mendengar pembicaraan antara seorang pria dan juga wanita, meski suaranya terdengar sangat pelan, dan jarak dari tempat Keyra pun terbilang jauh dari tempat itu, tapi tak menyurutkan kepekaan indra pendengaran milik sang putri mahkota kekaisaran di masa lalu itu.
Dengan langkah santai, Keyra pun berjalan tanpa meninggalkan suara, langkah Keyra begitu pelan, hingga kedua orang yang sedang bertukar informasi di belakang gudang kosong itu pun tak menyadari kedatangannya yang langsung bersembunyi di balik dinding.
Keyra memasang baik-baik telinga nya agar tak ada hal yang dia lewatkan, bisa saja keduanya saat ini sedang membahas masalah penting dan sangat rahasia hingga harus bertemu secara diam-diam di belakang gudang di malam hari.
Memang saat ini waktu telah menunjukan pukul 10 malam, dan semua pelayan pun telah kembali ke kamarnya masing-masing untuk beristirahat.
"Apa ada yang kau dapatkan?" tanya priavitu pada wanita yang kini ada di hadapan nya.
Wanita itu pun menggelengkan kepala nya, sambil menarik nafas frustasi.
"Aku tak bisa memasuki ruang kerja ataupun kamar bu Keyra!" jawab wanita itu.
Si pria itu pun membulatkan mata nya mendengar jawaban dari sang wanita.
"Lalu apa saja yang kau lakukan selama ini? Bukankah aku mengirim mu ke rumah ini untuk mengawasi Keyra dan juga seluruh orang yang berada disini? Dan bagaimana mungkin kamu tak bisa memasuki kamar wanita sialan itu? Aku tak mau tahu, pokok nya kamu harus segera mendapatkan barang yang aku inginkan." ucap pria itu lagi.
"Aku ini pelayan baru di rumah ini! Dan bu Keyra memiliki beberapa orang pelayan yang setia di samping nya. Bagaimana mungkin aku bisa mendekati tempat itu dan mengambil semua surat - surat berharga di dalam nya?" tanya wanita itu sembari menatap tajam wajah si pria.
Pria itu hanya menyeringai menunjukkan wajah jelek nya.
"Lakukan apa pun! Dan pastikan semua dokumen itu harus sudah kau berikan besok sore! Aku sudah tak bisa menunggu lebih lama lagi!" ucap si pria sambil berjalan menjauh dari tempat itu.
Dari raut wajah nampak jika pria itu begitu kesal dengan si wanita karena lambat dalam bergerak. Sedangkan dia sangat membutuhkan berkas-berkas itu untuk bisa mengambil alih kembali perusahaan nya yang telah di ambil alih oleh Kyara.
Si Wanita pun akhirnya pergi dari tempat itu sambil matanya melirik ke kiri dan ke kanan untuk meyakinkan dirinya jika saat ini tak ada satu orang pun yang membuntuti dirinya dan juga menguping pembicaraan nya dengan pria tadi.
__ADS_1
Sedangkan Keyra hanya menatap sinis wanita itu, senyuman mengerikan tersungging di bibir manisnya, dia tentu sangat familiar dengan wanita yang baru saja meninggalkan tempat itu dengan sangat terburu-buru.
Karena wanita itu merupakan pengasuh dari putrinya Kyara. Keyra pun segera kembali ke dalam kamar nya, dia sengaja menggunakan jalan lain agar mangsa yang saat ini di intainya tidak merasa curiga.
Kriet...
Pintu kamar pun terbuka, Keyra bergegas untuk masuk ke dalam kamarnya, setelah selesai membersihkan diri, Keyra pun langsung membaringkan tubuh nya di atas tempat tidur kesayangan nya.
Matanya langsung terpejam begitu kepala dia menyentuh bantal, rasa lelah dan kantuk datang tanpa di undang membuat ibu satu anak ini langsung menuju mimpi indahnya.
Prang...
Terdengar suara barang yang pecah dari ruang keluarga, Kyara dengan cepat mengambil laptopnya dan memperhatikan siapa yang berada di ruangan itu lewat cctv yang terpasang di rumah nya.
Ada sekitar sepuluh orang berbaju hitam yang kini berjalan sambil mengendap-endap di dalam rumah Keyra, kesepuluh orang itu juga menggunakan masker dan topeng untuk menutupi wajahnya.
Kyara mendengus sebal saat matanya tanpa sengaja melihat lambang macan pada punggung baju yang di gunakan oleh kesepuluh orang itu, sepertinya mereka memang memiliki niat buruk pada dirinya maupun sang momy.
Bocah itu dengan cepat mengotak-atik laptop nya, kali ini dia mengaktifkan perangkap yang ada di dalam rumahnya untuk bisa menangkap para penyusup itu. Bahkan dia juga menyalakan seluruh alarm yang ada untuk membangunkan seluruh pekerja yang ada di rumahnya.
Drap...
Drap...
Drap...
Terdengar langkah kaki banyak sekali orang yang datang ke ruang tamu tempat kesepuluh orang itu saat ini berada. Orang-orang itu pun terlihat panik dan mulai bergerak untuk melarikan diri dari dalam rumah, mereka mulai berlari kesana kemari, namun sialnya ruang tamu itu seolah tak memiliki pintu dan di kelilingi seluruh dinding dari kiri, kanan, depan dan juga belakang.
__ADS_1
"Sial! Dimana pintu keluarnya?" tanya salah satu dari mereka yang terlihat ngos-ngosan karena terus berlari untuk keluar dari sana.
Kesembilan orang lainnya pun menggelengkan kepala nya, mereka juga tak tahu dimana jalan keluar dari tempat itu.
Syuuuut....
Syuuuut....
Syuuut...
Clap...
Clap....
Clap....
Tiga buah anak panah tiba-tiba saja melesat dan menyerang ke arah mereka.
Bruk...
Aaargh...
Terdengar suara teriakan beserta benda jatuh dengan sangat keras saat salah satu dari kesepuluh orang itu terkena anak panah di paha nya, membuat dia berteriak kaget dan langsung memegangi pahanya sendiri. Darah segar mengalir dengan sangat deras hingga membasahi lantai tempat dari kesepuluh orang itu berdiri dengan wajah bodohnya.
"Hati-hati! Seperti nya ada yang datang! Ucap pria itu sambil mulai menunjukan sikap waspada, matanya melirik ke kiri dan juga ke kanan saat mendengar suara langkah kaki yang berat dan juga banyak.
Derap langkah itu semakin mendekat, nampaknya mereka tak hanya datang dari arah depan, tapi juga dari arah belakang, sisi kiri dan juga sisi kanan.
__ADS_1
"Cepat cari tempat sembunyi atau kita akan mati karena banyak sekali orang yang tinggal di rumah ini!" Ucap salah satu dari mereka sambil bergegas mencari tempat persembunyian yang aman.