Ibu Cerdas Putri Jeniusku

Ibu Cerdas Putri Jeniusku
Part 85


__ADS_3

Keyra tersenyum manis melihat kedua tubuh pria yang di tabraknya kini telah bersimbah darah, matanya memicing saat melihat keduanya menghembuskan nafas terakhirnya.


"Benar-benar pria bodoh! Dia fikir aku wanita yang bisa dia manfaatkan begitu saja? Sepertinya keluarga Bimantoro harus segera aku musnahkan agar tak terus merongrong kehidupanku! Tunggu saja kalian..!" gumam Keyra bermonolog dalam hati.


Dengan cepat Keyra menyambar ponselnya untuk segera menghubungi Aldo. Dia harus memastikan jika putrinya saat ini baik-baik saja.


Tuuut... Panggilan pun tersambung, Aldo yang saat itu masih mengawasi apartemen milik Adrian pun langsung mengambil ponselnya.


📱"Hai!" sapa Aldo.


📱"Bagaimana keadaan disana? Apa Ara baik-baik saja?" tanya Keyra langsung pada intinya.


📱"Ya! Dia baik-baik saja, tapi kurasa sebentar lagi kambing tua itu pasti akan menghubungimu!" ucap Aldo, wajahnya terlihat menghitam, dia begitu kesal dengan Adrian yang tak tahu diri.


📱"Aku akan matikan ponsel untuk sementara waktu, sepertinya keluarga Bimantoro itu sudah mulai menunjukkan taring nya! Aku harus segera membereskan mereka!" ucap Keyra memberi tahu.


📱"Kalau kau mau, aku bisa kirimkan anak buahku kesana untuk membantu!" ujar Aldo menawarkan bantuan.


📱"Tak perlu! Lagi pula saat ini anak buahku juga sudah sampai! Aku pergi dulu" ucap Keyra mengakhiri panggilannya dan segera menonaktifkan ponselnya.


Aldo hanya bisa mengelus dada, calon istrinya itu memang sangat berbeda dengan wanita lain, dia tak pernah membutuhkan bantuan siapa pun untuk menyelesaikan semua masalah nya.


Bahkan dialah yang selalu mendapatkan bantuan saat keluarganya berada dalam bahaya. Setelah menyimpan kembali ponsel miliknya, Aldo kembali mengawasi gerak-gerik Adrian, dia tak mau kecolongan hingga pria tua itu bisa berbuat sesuatu pada calon putri sambungnya.


Sementara saat ini Keyra sudah bergerak menuju rumah keluarga Bimantoro bersama puluhan anak buahnya, mereka dengan sangat sadis membabat seluruh anggota keluarga itu, dan menghancurkan tempat tinggal mereka, bahkan dengan sangat brutalnya anak buah Keyra mencincang tubuh nyonya Rahma di hadapan anak dan juga suaminya.

__ADS_1


Tuan Chandra hampir saja pingsan melihat kekejaman dari anak buah Keyra, meskipun dia seorang petinggi kemiliteran, nyatanya pria itu tak pernah sekalipun menyiksa tubuh musuh mereka sebagaimana yang dilakukan oleh anak buah Keyra.


Tuan Chandra sempat berfikir jika anak buahnya saja sudah sebrutal itu, lalu bagaimana dengan pemimpinnya, pasti dia akan lebih ganas dan lebih kejam lagi dari mereka.


Dia masih belum tahu hingga akhirnya Keyra muncul dengan membawa beberapa senjata untuk menyiksa pasangan ayah dan anak itu, Keyra saat ini benar-benar marah pada Lucas yang telah berniat buruk padanya dengan mengirimkan para penjahat untuk menculiknya.


"Bagaimana rasanya melihat kematian ibumu sendiri Lucas?" tanya Keyra.


Lucas hampir saja terjatuh dari tempatnya saat tahu jika orang-orang yang telah memasuki rumahnya dan membunuh sang ibu adalah Keyra, dia tak menyangka jika wanita yang dia cintai bisa begitu kejam.


"Kau..?" tunjuk Lucas seraya menatap tajan wanita yang kini berdiri di hadapannya dengan raut wajah yang sangat dingin.


"Ya.. Aku! Kenapa? Kaget? Hahaha... Itu belum seberapa dibandingkan denganmu yang telah berniat buruk padaku! Kau dan keluargamu memang pantas mendapatkan semua itu! Kalian benar-benar badjingan!" ucap Keyra dengan suara yang keras, matanya menatap wajah pria itu dengan pandangan yang meremehkan.


"Kenapa kau lakukan ini pada keluargaku Key? Apa salah kami sebenarnya?" tanya Lucas dengan wajah sok polos tanpa dosa.


"Apa salahmu? Dasar laki-laki tak berguna! Kau dan keluargamu telah merencanakan kejahatan terhadapku, kau bahkan telah mengirim dua puluh orang pria bodoh itu untuk menculikku! Masih bertanya apa salahmu? Dasar manusia tak tahu diri! Jangan pernah pasang muka memelas itu lagi dihadapan ku! Aku benar-benar muak!" ucap Keyra seraya menatap kedua pria itu secara bergantian.


Jantung tuan Candra dan Lucas hampir saja lepas dari tempatnya saat tahu jika Keyra sudah mengetahui semua rencana mereka, terlebih tuan Chandra yang merasa kaget saat mendengar putranya itu telah berani mengirimkan orang untuk menculik Keyra.


Dia benar-benar merasa tidak mengenal Lucas, putranya itu tidak mungkin melakukan hal yang keji seperti itu, meskipun dia memang berniat mendekatkan Lucas dan Keyra tapi tujuannya hanyalah untuk uang, dan bukan yang lainnya.


Tuan Chandra melirik kearah Lucas, nampak putranya itu kini tengah tertunduk dengan mata yang berkaca-kaca, hati tuan Candra ikut berdenyut sakit, sepertinya Lucas benar-benar telah jatuh cinta pada Keyra.


"Aku melakukan itu karena aku benar-benar mencintaimu Key! Aku tak ingin melihatmu menikah dengan Aldo! Cuma aku Key! Cuma aku yang benar-benar tulus mencintaimu!" jawab Lucas seraya mengangkat wajahnya, dia ingin melihat raut wajah wanita itu setelah dirinya mengungkapkan semua perasaan yang selama ini mengganjal dalam hatinya.

__ADS_1


Dingin...


Hanya itu yang bisa Lucas lihat dan rasakan, bahkan wanita dihadapan nya itu kini semakin membencinya, dia bisa melihat kilatan amarah dan kebencian dari mata wanita itu terhadapnya, hingga membuat dadanya kembali berdenyut sakit.


"Kalian semua! Bereskan kedua pria tak berguna itu! Jika perlu cincang saja tubuhnya! Aku tak ingin melihat manusia seperti mereka tetap hidup dan bernafas! Jika dalam waktu tiga puluh menit kalian belum membunuh kedua pria itu, maka aku yang akan membunuh kalian semua!" Keyra memberikan perintah disertai ancaman pada anak buahnya.


Dengan cepat seluruh anak buah Keyra pun mengambil senjata mereka dan langsung membunuh kedua pria itu. Tak hanya menikam jantungnya, bahkan mereka merobek perut kedua pria itu dan mengeluarkan seluruh isinya hingga berceceran dilantai.


Mereka tak memberikan kesempatan sedikitpun pada kedua pria itu untuk melawan hingga akhirnya keduanya pun tewas. Kini mayat Lucas dan tuan Chandra mereka sayat hingga tak berbentuk, tak hanya itu, mereka bahkan mencincangnya.


Keyra melihat seluruh anak buahnya kini telah bermandikan darah, dengan santai dia juga memasang dua buah bom rakitan di rumah itu, dia berencana untuk menghancurkan kediaman Bimantoro agar tak meninggalkan bukti.


Setelah mereka sedikit jauh meninggalkan rumah itu, dengan cepat Keyra pun segera menekan tombol remotnya, hingga akhirnya terdengar ledakan yang sangat besar dari dalam rumah keluarga Bimantoro, hingga menghancurkannya menjadi puing-puing kecil.


Duar...


Duar...


...----------------...


Jangan lupa untuk meninggalkan jejak ya reader, klik like, subscribe, dan komentarnya.


Jika berkenan silahkan lemparkan vote dan giftnya. Jangan lupa juga untuk mendukung kaya terbaru author, dukungan kalian adalah penyemangat tersendiri bagi author receh ini 🙏🙏🙏.


__ADS_1


Sehat-sehat selalu semuanya.


__ADS_2