
Di rumah sakit saat ini, Aldo telah mendapatkan informasi tentang ketua dari mafia Black Sky, wajah pemuda itu kini nampak semakin dingin, bahkan sorot matanya terlihat begitu tajam.
Aldo bukan lah seorang yang memiliki belas kasihan terhadap musuh nya, dia juga saat ini telah merancang rencana penyiksaan yang sangat sadis untuk menghukum musuh nya.
Tak jauh dari tempat Aldo duduk, seorang gadis cantik dengan pakaian yang sangat terbuka tengah menatap nya dengan sangat tajam.
Gadis itu berdiri di belakang dinding sambil terus memperhatikan gerak-gerik Aldo dan menunggu waktu yang tepat untuk mendekati dan juga membunuh nya.
Gadis itu sejak tadi mengepalkan tangannya, di dalam tas kecil yang dia selempang kan di bahunya tersembunyi sebuah pistol dan juga pisau lipat.
Gadis itu sangat sakit hati pada Aldo karena merasa telah di permalukan, Aldo bahkan telah memecat dia dari kantor nya dengan tidak hormat.
Dan sekarang tambang uang milik nya pun telah hilang karena di bunuh oleh Aldo.
Gadis itu adalah Vena, mantan sekretaris Aldo sekaligus kaki tangan dari Markus Sebastian.
Dia begitu marah setelah mendengar kematian Markus di tangan Aldo, terlebih saat ini dia tengah mengandung buah cintanya dengan Markus.
"Lihat saja nanti! Aku pasti akan membunuhmu Aldo!" ucap Vena sambil beranjak pergi meninggalkan rumah sakit setelah melihat ada beberapa orang body guard yang datang kesana menemani Aldo.
Vena tak akan terburu-buru untuk membunuh Aldo, dia masih memilah waktu yang tepat saat Aldo sendirian.
Saat Markus menyekap nyonya Stella, sebenarnya Vena ada di sana, tapi karena dia mendapatkan panggilan telpon dari kawannya akhirnya dia pun segera pergi meninggalkan gudang kosong itu sesaat sebelum Aldo dan juga orang-orang nya datang kesana.
Jadi Vena sangat yakin jika kematian markus beserta keluarga nya adalah ulah dari Aldo.
Vena bergegas kembali menuju apartemen milik nya, saat ini dia tak perlu mengkhawatirkan apa pun lagi, karena apartemen dan juga mobil miliknya telah di bayar lunas oleh Markus.
Vena juga masih memiliki banyak uang untuk bertahan hidup, karena beberapa hari sebelum kematian Markus, dia telah mendapatkan transferan dari pria buncit itu. Hingga dia tak lagi harus bekerja keras untuk menghidupi dirinya dan juga membayar seluruh hutang nya.
__ADS_1
Tak...
Tak...
Tak...
Terdengar suara heels yang di pakai oleh Vena menginjak lantai, gadis itu melirik ke kiri dan ke kanan sebelum akhirnya membuka pintu dan masuk ke dalam apartemen nya.
"Dasar Aldo sialan, kau benar-benar bajingan Aldo.. Aku harus segera mencari cara untuk menghancurkan bisnis Aldo dan membunuhnya!" tekad gadis itu dalam hati sambil membaringkan dirinya di atas tempat tidur.
Setelah nyonya Stella sadar, Aldo pun segera memperketat penjagaan di rumah sakit, dia tak ingin kembali kecolongan hingga mengakibatkan keluarga nya menjadi korban.
Jadi dia menempatkan 4 orang body guard wanita di dalam ruangan dan juga 10 orang body guard laki-laki di luar ruangan.
Sedangkan Aldo kembali ke rumahnya untuk mengecek keadaan sang papa, tuan Dimitri.
Dokter Derry yang merupakan dokter pribadi keluarga Damian pun tersenyum melihat perhatian Aldo pada papanya.
Sambil menepuk pundak Aldo dua kali, dokter Derry pun segera berucap" Papamu baik-baik saja, tapi sebaiknya kau mulai menambah pengawalan di kediaman ini. Sepertinya orang-orang itu bukan orang sembarangan."
Aldo pun mengangguk setuju mendengar pernyataan dokter Derry, dia juga sangat yakin jika saat ini keluarga nya berada dalam bahaya.
"Aku sudah menambah cctv di rumah ini, selain itu aku juga sudah menyiapkan 500 orang body guard untuk berjaga siang dan malam" ucap Aldo.
"Baguslah jika kau mengerti!" ucap dokter Derry sambil mendudukkan dirinya di sofa yang ada di kamar itu.
Aldo juga mengikuti langkah dokter Derry, dia juga ikut mendudukkan dirinya sambil mengambil sebotol wine dan juga dua buah gelas untuk mereka berdua.
Setelah menuangkan wine, Aldo pun menyodorkannya pada dokter Derry dan segera di sambut baik oleh nya.
__ADS_1
Akhirnya keduanya pun minum wine sambil bercerita satu sama lain.
Tepat malam harinya, Aldo segera kembali ke markas nya di tengah hutan, dia telah memasang topeng tengkorak putih di wajahnya dan mengganti mobil yang biasa dia pakai dengan mobil sport keluaran terbaru.
Dengan langkah santai dia pun segera memasuki mension besar yang menjadi markas mafianya itu.
Seluruh anggota mafia Eagle Eye segera menunduk memberi hormat pada ketua mereka, tak lupa mereka juga mulai mengikuti langkah Aldo yang berjalan menuju kursi kebesarannya.
"Apa ada informasi baru?" tanya Aldo
Salah seorang anggota nya pun langsung mendekat dan memberikan laptop nya pada Aldo, disana terekam jelas pertemuan antara Markus Sebastian dengan mantan sekertaris Aldo yaitu Vena.
Bahkan anggota nya juga menunjukkan riwayat chatt terakhir dari ponsel milik Markus dan juga transaksi terakhir dari akun bank milik pria buncit itu.
Aldo menyeringai melihat itu, akhirnya dia pun mengerti siapa dalang yang telah memata-matainya selama ini.
Dengan segera Aldo pun memanggil beberapa orang anggota mafianya dan segera memberikan perintah.
"Awasi apartemen milik wanita itu dan pantau terus dari jauh dengan siapa dia bertemu dan apa saja yang dia lakukan! Aku yakin dia pasti akan mencari cara untuk membalas dendam nanti!" ucap Aldo.
Orang itu pun langsung mengangguk dan segera mengajak keempat kawannya untuk pergi memata-matai Vena.
Sebelum pergi, mereka juga telah mengambil uang dari brangkas untuk di pergunakan kelima orang itu, selain menyewa 2 apartemen yang dekat dengan Vena, anggota yang lain akan berpura-pura menjadi sopir taxi online untuk memudahkan penyamaran.
Bahkan ada juga anggota Aldo yang menyuruh satpam di sana untuk beristirahat selama satu minggu, dan dia yang akan menggantikan dirinya kerja. Tak lupa dia juga memberikan uang agar satpam itu bisa liburan bersama keluarganya.
Aldo sendiri saat ini masih memeriksa beberapa berkas lagi yang di tunjukkan oleh anggotanya, ternyata selain memiliki perusahaan besar, Markus Sebastian juga merupakan pemilik sebuah tempat hiburan malam dan juga perjudian terbesar di kota C.
Setelah semua informasi yang dia inginkan berhasil di dapatkan oleh anggotanya, Aldo pun bergegas menuju penjara bawah tanah tempat kedua orang ketua dan juga wakil ketua dari mafia Black Sky di sekap. Kali ini Aldo ingin memberi pelajaran yang paling menyakitkan pada kedua orang itu, karena telah berani menginjakan kaki di rumah nya dan mengganggu ketenangan keluarga nya.
__ADS_1