Ibu Cerdas Putri Jeniusku

Ibu Cerdas Putri Jeniusku
Part 83


__ADS_3

Saat ini ada beberapa orang pria berpakaian serba hitam yang menerobos mension milik Keyra, mereka terus berjalan dengan perlahan dan mengendap-endap bagaikan pencuri.


Tujuannya hanya satu, mereka harus menculik putri kesayangan sekaligus putri satu-satunya dari sang pemilik rumah. Sedangkan tak jauh dari gerbang mension Keyra, sebuah mobil terparkir di pinggir jalan, dengan dua orang pria yang kini menunggu dengan sangat tidak sabar.


Hampir tiga puluh menit kemudian, mereka pun keluar seraya menggendong seorang anak perempuan yang sedang tertidur pulas, meskipun mereka harus benar-benar memperhatikan langkahnya agar tak sampai membangunkan sang pemilik rumah, akhirnya mereka bisa membawa bocah itu tanpa ada yang mengetahuinya.


"Bos! Ini anak yang anda minta!" salah seorang pria itu menyerahkan Kyara yang masih tertidur dengan sangat pulas, Adrian langsung menerimanya dan membawa Kyara ke jok belakang mobilnya.


"Kerja bagus! Ini upah kerja kalian!" ucap Adrian seraya menyerahkan amplop cokelat berisi uang untuk membayar jasa para mafia yang di sewanya untuk menculik Kyara.


Orang-orang itu pun langsung mengambil amplop itu dari tangan Adrian dan berlalu pergi menuju mobil mereka.


Bruuum...


Bruuum...


Mobil segera melaju meninggalkan rumah Keyra, sementara di belakang mereka beberapa mobil mengikuti dengan terus menjaga jarak aman agar tak di ketahui oleh si pelaku.


Di tempat lain saat ini, Keyra dan Aldo hanya tersenyum, keduanya menganggukkan kepala dan langsung bersiap pergi sesuai dengan arah yang di berikan oleh Kyara, Aldo juga telah meminta anak buahnya untuk membawa David, dia ingin memberikan kejutan untuk Adrian.


Adrian tidak menyadari jika bocah yang tertidur itu menggunakan jam tangan yang telah dimodifikasi sehingga bisa di pakai sebagai alat komunikasi ataupun pelacak, dia bahkan telah mengirimkan pesan pada Aldo dan juga Keyra lokasi dia terakhir saat ini.


Akhirnya mobil pun berhenti, Adrian segera menggendong Kyara dan membawa bocah itu masuk ke salah satu apartemen miliknya, dia akan segera melancarkan rencananya untuk meneror Keyra agar segera Memutuskan Aldo.


Lagi pula apa bagus nya pemuda itu? Meskipun wajahnya terlihat sangat tampan dan juga kaya raya, tetap saja Adrian jauh lebih berpengalaman, dan dia bisa membahagiakan Keyra. Sangat jauh berbeda dengan Aldo yang masih mentah dan minim pengalaman.


Mobil yang di kendarai Aldo meluncur dengan sangat cepat menuju alamat yang di berikan oleh Kyara, dia juga telah menyewa beberapa apartemen di tempat itu untuk bisa mengawasi gerak gerik Adrian beserta anak buahnya.

__ADS_1


Sementara Keyra saat ini terjebak di lampu merah, tak jauh dari mobil Keyra, beberapa mobil juga mengikutinya, sepertinya mereka orang suruhan Lucas yang akan menculik Keyra.


Keyra hanya tersenyum kecut melihat hal itu, dengan cepat dia juga mengirimkan pesan pada Aldo hingga akhirnya pemuda itu pun menggertakkan giginya.


Ternyata Lucas dan Adrian bergerak di waktu yang sama. Sementara itu di kediaman Keyra saat ini, sudah muncul pesan rahasia dari Keyra, dia juga telah mengirimkan lokasi terkini pada anak buahnya.


Aldo saat ini merasa bimbang, antara tetap disana bersama dengan anak buahnya untuk mengawasi Kyara ataukah harus pergi dan membantu calon istrinya. Dia benar-benar tak menduga jika musuh akan menyerang bersamaan hingga membuat dia bingung harus mendahulukan yang mana, Keyra ataukah Kyara.


Akhirnya Aldo pun bertanya pada Keyra, dan Keyra meminta Aldo agar terus mengawasi putrinya, sedangkan untuk dia sendiri, anak buahnya kini telah bersiap untuk membantunya melawan Lucas.


Akhirnya Aldo pun tetap berada disana, namun dia juga telah menambah anak buahnya agar tak kecolongan.


Brak...


Brak...


Brak...


Keyra yang sudah tahu taktik lama itu hanya tersenyum tipis, dia sengaja menginjak gas dan membuat mobilnya meluncur dengan sangat cepat, dan benar saja tiga mobil hitam itu terus mengikuti mobil Keyra, bahkan saat ini mereka juga menambah kecepatan mobil mereka hingga berhasil menyusul mobil Keyra.


Syuuut...


Mobil hitam itu langsung menikung tepat di depan mobil yang dikendarai oleh Keyra, akhirnya mau tak mau Keyra pun terpaksa menginjak pedal rem nya agar tak menabrak.


Beberapa orang pria langsung keluar dari mobil hitam, mereka menggedor kaca mobil Keyra dengan sangat keras.


Dor...

__ADS_1


Dor...


Dor....


"Keluar kau!" teriak nya.


Keyra hanya menatap acuh tak acuh pada pria yang berdiri di depan dan juga di samping mobilnya, meskipun dia yakin bisa mengimbangi kedua puluh orang pria itu, tapi sepertinya dia masih ingin sedikit bermain - main dengan pria yang kini mulai melotot kesal karena Keyra yang lambat seperti siput.


"Keluar! Atau aku tak segan untuk menghancurkan kaca mobilmu!" teriak pria itu lagi, dia mulai emosi karena Keyra terus mengacuhkan nya.


Braak...


Akhirnya Keyra pun keluar dengan menunjukkan wajah dinginnya yang penuh provokasi, membuat kedua puluh orang pria itu mengerutkan keningnya. Apakah wanita ini tak memiliki rasa takut? Lihatlah wajahnya yang begitu angkuh dan juga dingin saat keluar dari dalam mobilnya! Dia seolah tengah menunjukkan jika dirinya jauh lebih dominan di bandingkan pria-pria itu.


"Bagus! Rupanya kau memiliki rasa takut juga akhirnya!" ucap salah seorang pria seraya menyunggingkan senyuman mengejek.


"Kenapa? Apa kalian di suruh menculikku oleh keluarga Bimantoro itu? Akh... Sepertinya aku harus memberi tahu kalian jika saat ini keluarga itu sudah bangkrut! Dan mungkin saja mereka juga tak akan sanggup untuk membayar pekerjaan kalian saat ini!" ucap Keyra dengan sangat santai.


Kedua puluh orang itu pun hampir melonjak kaget mendengar ucapan dari Keyra, bagaimana bisa wanita di hadapannya itu tahu jika mereka suruhan dari Lucas? Apa mungkin ada yang berkhianat di antara mereka?


Lama saling pandang, akhirnya kedua puluh orang pria itu pun tertawa dengan sangat kencang, mereka tak peduli apakah Lucas akan membayar atau tidak! Yang jelas saat ini mereka telah mendapatkan harta karun yaitu Keyra.


"Kami tak peduli dia bisa membayar pekerjaan kami atau tidak! Yang jelas saat ini kau sudah berada di dalam genggaman tangan kami! Hahaha... Kalaupun si Lucas itu tidak bisa membayar, bukan berarti calon suami kaya mu juga tidak bisa membayarnya!" ucap pria itu seraya melirik ke arah rekannya yang lain dan terus tertawa.


Keyra hanya tersenyum tipis, baginya penjahat kelas teri itu tidak ada apa-apa nya, dia juga bisa mengalahkan mereka hanya dengan tangan kosong.


"Jika begitu, mari kita coba! Apakah kalian benar-benar memiliki kemampuan seperti itu ataukah hanya bualan kosong saja? Kuharap kalian tidak menyesal karena telah berurusan dengan orang yang salah!" ucap Keyra menyunggingkan seringaian kejamnya.

__ADS_1


__ADS_2