Ibu Cerdas Putri Jeniusku

Ibu Cerdas Putri Jeniusku
Part 78


__ADS_3

Tuan Hermawan berdiri di samping pintu mobilnya dengan sangat angkuh, pria itu mengangkat dagunya tinggi menunjukan kesombongannya, matanya melirik ke arah sekumpulan pria yang baru saja keluar dari mension Keyra, tangan mereka terlihat membawa sesuatu yang di Bungkus dalam karung.


Mata tuan Hermawan terlihat berbinar cerah, dia sangat yakin jika yang berada di dalam karung itu adalah Keyra, wanita yang saat ini begitu dia inginkan.


Tak lama beberapa orang pria berbaju hitam juga nampak keluar dari mension Aldo, mereka menjinjing beberapa kresek sampah berwarna hitam, tapi sepertinya apa yang mereka bawa sedikit berbeda, nampak dari cara mereka membawanya setengah menggusur benda itu.


Mungkin mereka telah merampok di rumah keluarga Damian itu, fikir tuan Hermawan. Dia sama sekali tidak memiliki kecurigaan pada orang-orang yang baru saja berkumpul dan mendatanginya, justru terlihat pria itu menyunggingkan senyuman puas.


"Bos! Kami membawa hadiah dari mension besar milik keluarga Damian untuk bos!" ucap salah seorang dari mereka seraya menggeret kantong sampah itu ke hadapan tuan Hermawan, disusul pria yang lain yang melakukan hal yang sama.


Mereka juga mengangkat benda itu dan segera menyimpannya tak jauh dari tuan Hermawan.


Tak lama kelompok lain pun muncul dengan membawa karung yang cukup besar, bibir mereka terlihat menyunggingkan seringaian keji namun sedetik kemudian mereka tersenyum manis pada tuan Hermawan.


"Kami sudah membawa pesanan anda bos! Jadi bagaimana pembayaran nya?" ucap salah seorang pria itu seraya menurunkan karung yang di bawanya.


"Berikan dia padaku!" ucap tuan Hermawan seraya menatap pria itu.


"Eits! Ada uang ada barang bos!" jawab si pria sambil menaik turunkan alisnya.


Akhirnya tuan Hermawan pun masuk kedalam mobil nya dan mengambil selembar cek, dia menuliskan angka dua milyar di cek itu dan langsung menyodorkan nya.


"Berikan padaku wanita itu!" ucap tuan Hermawan. Orang itu pun langsung melangkah dengan sangat santai ke arah tuan darmawan, dia dengan cepat menyambar cek yang ada di tangan pria itu dan langsung menyimpan karungnya.


"Kalian pergi dari sini! Biar aku yang mengurus wanita ini!" ucap tuan Hermawan dengan sangat ketus karena melihat anak buah mafia kelabang merah masih berdiri bersama anak buahnya.


"Tuan Hermawan! Sebagai seorang pebisnis handal seharusnya anda memeriksa terlebih dahulu barang yang anda beli dari kami, sebelum menyuruh pergi! Jangan sampai anda merasa kecewa karena barang yang anda pesan tidak sesuai!" ucap pria itu kembali.

__ADS_1


Akhirnya tuan Hermawan pun berjalan mendekati karung itu dan perlahan membuka ikatannya dengan sangat hati-hati, dia tidak ingin mengagetkan wanita yang ada di dalam nya.


Tapi terkadang kenyataan tidak seindah ekspektasi! Itulah yang di rasakan oleh tuan Hermawan kini.. Bukan Keyra yang ada di dalam karung itu, melainkan orang suruhannya dari mafia kelabang merah yang telah di cincang oleh anak buah Keyra, tapi mereka membiarkan kepala orang itu tetap utuh dan menghadap ke atas.


Sraak...


Karung pun terbuka, mata tuan Hermawan langsung melotot seolah hendak keluar dari tempatnya. Perut nya pun langsung terasa mual dengan kepala yang sangat sakit.


Huek...


Huek...


Huek...


Tuan Hermawan segera berlari ke sisi kiri jalan dan memuntahkan semua makanan yang masuk keperutnya. Iblis mana yang telah memutilasi anggota kelompok kelabang merah? Bahkan dia yang sejak tadi berdiri di luar pun sama sekali tak mendengar suara pertarungan atau teriakan siapa pun.


Tak...


Tak...


Tak...


Wajah pria itu begitu pucat dengan keringat deras yang mengucur di dahinya, ini adalah pertama kalinya dia melihat pembunuhan seperti itu, meskipun dirinya ketua dari sebuah kelompok mafia, tapi mereka hanya membunuh dengan cara menembak atau pun menikam jantung lawan nya saja.


Sangat berbeda dengan yang saat ini ada di hadapannya. Ironis memang, pria itu nampak shock dan merasakan seluruh persendian tubuhnya lemas, hingga dia tak sanggup untuk berdiri.


Bruk...

__ADS_1


Bruk...


Bruk...


Anak buah Aldo dengan santainya mengambil kantong kresek hitam yang tadi mereka bawa dan menghamburkan isinya di hadapan tuan Hermawan, hingga pria itu kembali di buat terkejut untuk kedua kalinya.


Betapa tidak? Isi dari kantong kresek itu sama persis dengan isi karung yang tadi di bukanya, bahkan Aldo saat ini dengan santainya menenteng kepala Hardi dan melemparkannya ke arah Tuan Hermawan.


Puk...


Kepala Hardi mendarat tepat di depan tuan Hermawan, pria itu langsung melotot saat tahu jika orang kepercayaan saat ini telah mati karena perbuatan Aldo.


Bruk...


Tubuh tuan Hermawan langsung ambruk, pria itu kini telah pingsan, sementara Aldo dan Keyra menyunggingkan seringai keji. Mereka begitu menikmati tontonan yang ada di hadapannya saat ini.


"Lemparkan semua daging itu ke hutan! Dan jangan lupa angkut juga sampah busuk itu dan lemparkan disana! Kurasa binatang buas pasti akan sangat berterima kasih padaku karena telah begitu dermawan memberikan mereka makanan!" ucap Keyra seraya mengangkat jari telunjuknya ke arah tuan Hermawan.


Anak buah Keyra dan Aldo bergerak dengan sangat cepat, mereka kembali membungkus semua yang telah mereka keluarkan tadi dan memasukannya ke dalam mobil milik tuan Hermawan.


Dengan cepat mereka pun bergerak dan melajukan mobilnya menuju ke hutan, mereka harus segera membuang sampah dari rumah bos mereka agar tidak di kerubuni lalat.


Sementara anak buah yang lain tetap disana, mereka segera menarik selang dari tempat security kedua rumah bos nya dan membersihkan sisa kekacauan yang mereka ciptakan hingga bersih tak bersisa.


Aldo dan Keyra tersenyum manis, akhirnya mereka bisa tertidur pulas malam ini setelah gerombolan nyamuk pengganggu itu berhasil mereka singkirkan. Sedangkan anak buah mereka langsung melaju menuju markas kedua kelompok mafia itu untuk kembali menikmati hiburan.


Jangan di tanya bagaimana mafia eagle eye membantai musuhnya? Semenjak Keyra dan Aldo berhubungan, anak buah mereka pun menjalin persahabatan hingga akhirnya jiwa psikopat dan haus darah mereka pun muncul dan menjadi iblis pembantai seperti anak buah Keyra.

__ADS_1


Aldo tidak pernah mengekang anak buahnya untuk bergaul dengan siapa pun, terlebih dengan orang-orang yang berada di belakang asuhan Keyra, karena dia tahu saat pisau tumpul itu semakin sering di asah maka akan semakin tajam, begitu juga dengan anak buahnya kini yang semakin liar, beringas dan juga brutal.


Aldo sangat menyukai tampilan anak buahnya kini, mereka tak hanya pandai menggunakan senjata api tapi juga sangat mahir dalam menggunakan beberapa senjata tajam, terutama dalam hal memotong dan mencincang.


__ADS_2