Ibu Cerdas Putri Jeniusku

Ibu Cerdas Putri Jeniusku
Part 81


__ADS_3

"Kau! Pria badjingan! Apa yang telah kau perbuat pada kakak ku hah?" tanya David seraya menunjuk wajah Aldo, mukanya terlihat merah padam, sedangkan Aldo dengan santainya menarik kursi dan mendudukan dirinya.


"Aku? Kau fikir aku pria seperti apa yang menginginkan perempuan bekas hah? Harusnya kau tanya pada kakak mu yang ja*ang itu! Agar kau tak sembarangan menuduh orang lain! Dan apa tadi kau bilang? Badjingan? Kata itu lebih pantas untukmu dan seluruh keluargamu!" balas Aldo dengan sengit.


Dia yang biasanya irit bicara, kini mulai melampiaskan srluruh unek-uneknya pada David.


"Apa kau bilang? Kakakku barang bekas? Kau memang pantas mendapatkan barang bekas! Asal kau tahu saja, calon istrimu itu bekas papaku! Hahaha..." cibir David seraya tertawa terbahak-bahak.


"Meskipun dia bekas istri ayah mu, aku tidak pernah peduli! Nyatanya dia hanyalah korban dari kebiadaban papamu yang telah memper**sanya! Dasar keluarga brengsek! Kau dan seluruh keluarga mu brengsek!" cibir Aldo sembari mencebikkan bibirnya.


"Kakak perempuan mu itu tak lebih dari ja**ng! Dia rela merangkak naik ke ranjang tuan Hermawan hanya untuk mendapatkan perlindungan karena telah menabrak seseorang hingga sekarat dan mati! Dan jangan lupa jika di masa lalu kau dan kakakmu juga telah berusaha untuk membunuh Keyra ku dengan mendorongnya dari lantai dua, apa kau fikir kau masih pantas di sebut manusia?" teriak Aldo dengan mata yang merah.


Hati nya sangat sakit jika teringat dengan masa lalu Keyra yang telah di dzolimi oleh keluarga Wiguna.


David tergagap, dia tak bisa lagi membantah ucapan Aldo, terlebih hal itu memang benar! Dia dan keluarganya telah menyiksa Keyra secara fisik maupun mental. Teman-teman David yang baru saja mengetahui hal itu langsung membelalakan mata, mereka benar-benar tak menyangka jika keluarga Wiguna benar-benar jahat.


"Apa itu benar David? Kau dan keluargamu melakukan tindakan biadab seperti itu? Aku benar-benar tak menyangka jika keluarga Wiguna yang terhormat ternyata benar-benar kejam!" tanya salah seorang teman nya seraya mendelik.


Teman-teman David yang lain pun mulai mundur, mereka tak ingin memiliki masalah dengan Aldo, terlebih setelah mereka mengetahui fakta jika David dan keluarga nya memang tak pantas untuk di bela.


Mereka menyesal karena terlalu gegabah hingga tak mencari tahu kebenaran dari cerita yang di ucapkan oleh David, pemuda itu benar-benar memiliki seribu topeng hingga mereka pun tertipu dengan cerita yang dibuatnya.


"Dasar brengsek! Jadi kau memperalat kami untuk membalaskan dendam mu pada Pak Aldo? Dasar sial!" ucap teman nya lain.


David hanya tertunduk, hatinya tercubit karena telah membohongi teman-teman nya, tapi bukan itu poin pentingnya, saat ini David merasa malu karena kebohongannya terungkap dengan sangat jelas di depan semua orang.


Dia tak menyangka jika Aldo akan membongkar semua perbuatan nya di masalalu di hadapan teman-teman nya, sepertinya dia harus segera memberi pelajaran agar Aldo tak semakin menyudutkan nya.


Sedangkan Aldo tersenyum menyeringai, provokasinya berhasil membuat mereka saling menyalahkan terutama David si biang kerok. Dia sangat bahagia dan begitu menikmati momen David yang di musuhi oleh teman-teman nya.


"Karena kalian telah berani mengganggu istirahatku, maka jangan salahkan jika aku juga akan memberikan pelajaran penting pada kalian!" ucap Aldo seraya memberikan kode pada anak buah nya untuk menyerang.

__ADS_1


Anak buah Aldo pun bergerak cepat, mereka menghadiahkan pukulan, tamparan dan juga tendangan tepat di bagian fatal tubuh David dan teman-teman nya hingga mereka tersungkur.


Bak! Buk!


Bak! Buk!


Plak...


Duagh...


Bruk...


Bruk...


Bruk...


Akhirnya David dan kawan-kawannya pun ambruk dengan wajah yang sudah babak belur, bahkan terlihat sangat menyedihkan. Mereka mulai mendesis menahan sakit karena telah di keroyok oleh anak buah Aldo.


"Ugh.. Sial! Gara-gara si David gila itu kita juga harus babak belur seperti ini!" umpat teman-teman nya.


Mereka mengeluhkan rasa sakit yang di terima nya gara-gara ulah David, bajingan kecil itu benar-benar telah membodohi mereka dan menyeret ke dalam lubang maut. Sedangkan David mengusap kasar wajahnya, dia tak menyangka jika Aldo memiliki kekuatan besar di balik rumah nya.


Andai saja dia tahu sejak awal, akan sulit untuk mengalahkan Aldo, mungkin David akan menyewa beberapa pembunuh bayaran untuk melenyapkan pemuda itu.


Mana mungkin dia mau bersakit-sakit seperti itu menahan serangan yang di berikan oleh anak buah Aldo hingga babak belur. Dia lebih memilih kehilangan uang nya untuk membayar orang lain dari pada harus tersiksa dengan rasa sakit yang di rasakan di seluruh tubuhnya.


"Dasar iblis! Kalau kau berani, lawan aku! Jangan hanya bersembunyi di belakang anak buahmu saja!" bentak David sambil mengarahkan tatapan kejamnya pada Aldo.


"Tentu saja!" ucap Aldo seraya bangkit dari kursinya, dia juga sudah merasa sangat gatal ingin menghancurkan wajah sok kalemnya David.


David menatap Aldo yang mulai melangkah mendekatinya, dia bisa merasakan aura kebencian dari pemuda itu, sepertinya David akan segera tamat hari ini jika Aldo mulai maju dan menyerangnya.

__ADS_1


Tanpa di duga, David langsung menarik pistol yang sejak awal dia selipkan di pinggangnya dan menodongkan nya pada Aldo.


"Apa kau fikir kau bisa lepas dariku Aldo? Kau bahkan tak tahu jika saat ini dewa kematian telah datang dan mengincar nyawamu!" teriak David seraya menarik pelatuk pistol di tangannya dan berusaha untuk menembak Aldo.


Dor...


Dor...


Dor...


Suara peluru yang di tembakan oleh David menggema, sayangnya Aldo bukan pria bodoh yang akan membiarkan dirinya terluka. Dia mengelak dengan sangat cepat untuk menghindari serangan beruntun dari David.


Bak! Buk!


Bak! Buk!


Bak! Buk!


Aldo menghajar pemuda itu dengan membabi buta, bahkan tak memberikan ruang sedikit pun untuk David bisa melawan, dia sengaja ingin menyiksa musuhnya yang telah lancang memasuki mension besarnya dan memiliki niat buruk terhadapnya.


"Bagaimana rasanya tuan David Wiguna? Apakah serangan ku cukup bagus?" tanya Aldo, tangannya bersedekap dada, dengan wajah yang terangkat ke atas menunjukkan kesombongan.


Sementara David masih meringis merasakan sakit di seluruh tubuhnya, dia tak menyangka jika pukulan dan tendangan yang di lakukan Aldo ternyata sangat keras, dia bagaikan menabrak batu karang besar saat beradu tinju dengan pemuda itu.


"Ku harap sekarang otakmu yang bergeser itu sudah kembali ke tempatnya tuan David Wiguna! Dan satu lagi, aku tidak pernah membunuh Tiara, salah jika kau malah menyerangku saat ini! Tapi aku juga tidak keberatan untuk melemparkanmu ke lubang kubur! Sepertinya aku memang harus melenyapkan kalian semua jika ingin hidup tenang dengan Key!" ucap Aldo seraya menyeringai kejam.


David langsung bergidik ngeri melihat seringaian yang tercetak di wajah Aldo, dadanya naik turun, pandangannya terasa blur, terlebih saat merasakan perasaan perih di dadanya.


Ingin rasanya dia berteriak dan mengatakan jika keluarganya tak bersalah, tapi dia terpaksa kembali menelan bulat-bulat ucapannya, saat telinganya mendengar langkah seseorang memasuki mension Aldo.


Tak...

__ADS_1


Tak...


__ADS_2