
"Astaga... A-a-ada mayaaaat!" teriak si pelayan yang tiba-tiba saja sudah berdiri di samping gino dengan sangat kencang. Gino hampir saja melompat karena teriakan itu tepat berada di samping kanan telinga nya.
Dengan cepat tangan Gino pun langsung menutup mulut si pelayan, mata Gino terlihat melotot tajam karena kesal dengan perbuatan bodoh yang di lakukan oleh pelayan nya. Bagaimana jika semua orang datang berbondong-bondong dan melihat mayat itu ada di teras rumah mereka? Itu pasti akan sangat merepotkan.
Bastian yang sedang tertidur dengan nyenyak pun langsung membuka matanya karena suara teriakan salah satu pelayan nya itu, dengan cepat pria tua bertubuh tambun itu pun mengucek matanya sambil bangkit dari tempat tidur.
Bastian berjalan keluar dari kamar nya di lantai dua dan mulai bergegas menuju lantai satu, dia ingin tahu apa yang terjadi hingga membuat salah satu pelayan di rumah nya itu berteriak kencang.
Tap...
Tap...
Tap...
Langkah kaki Bastian menuruni tangga, Bastian bisa melihat jika saat ini Gino putra keduanya tengah membungkam mulut salah seorang pelayan di rumah nya. Bastian terus berjalan dengan santai dan mendudukkan dirinya di atas kursi. Tanpa memperdulikan pelayan nya yang masih meronta sejak tadi.
"Ada apa?" tanya Bastian singkat.
Gino segera menunjuk ke arah teras menggunakan dagunya, karena kedua tangannya di pakai untuk meringkus dan juga membungkam mulut pelayan itu.
Melihat kode yang di berikan oleh putra keduanya, Bastian pun bangkit dari kursinya, dia berjalan menuju teras untuk melihat sesuatu yang membuat pelayan nya itu berteriak dengan sangat histeris.
Mata Bastian hampir saja copot melihat mayat seorang wanita berada di terasnya, apalagi Bastian sangat mengenal nya, dia mata-mata yang di tempatkan di rumah Keyra oleh dirinya.
Bastian pun langsung kembali ke dalam rumah nya dan meminta Gino untuk melepaskan pelayan itu.
"Lepaskan dia Gino!" ucap Bastian. Mendengar perintah dari papanya, Gino pun langsung melepaskan tangannya dari tubuh pelayan itu dan langsung berjalan mendekati sofa tempat papanya duduk.
__ADS_1
Bruk...
Pelayan itu pun terjatuh di lantai, matanya masih melotot dan terlihat sangat ketakutan. Raut wajahnya benar-benar sangat pucat seolah telah kehabisan darah.
"Hubungi anak buahmu untuk menyingkirkan mayat itu segera dari teras rumah kita!" ucap Bastian. Gino mendelik ke arah papanya, namun akhirnya dia juga melaksanakan perintah yang di berikan padanya dengan segera.
Gino mengambil ponsel miliknya dan menghubungi orang kepercayaan nya yang saat ini masih ada di markas mafia Black Cobra.
Tuuut...
Panggilan pun tersambung, tak lama terdengar suara dari orang kepercayaan nya di seberang.
📱"Ya bos.." ucap si penerima panggilan.
📱"Segera bawa beberapa orang ke rumahku, dan singkirkan mayat perempuan yang ada di teras rumah! Ingat! Kalian harus hati-hati." ucap Gino mengakhiri panggilannya secara sepihak.
"Panggil beberapa orang dan ikuti aku!" ucap pemuda yang bernama Daniel, dia tak lain kepercayaan dari Gino.
Dengan cepat sepuluh orang anggota pun berkumpul dan bersiap menaiki mobil mereka menuju ke rumah Gino, satpam yang berjaga di rumah pun sudah mengenali mereka jadi tak perlu memberi tahu kedatangannya pada sang pemilik rumah.
Daniel beserta kesepuluh orang anak buah mafia black cobra langsung berjalan menuju ke arah teras sesuai arahan dari Gino, dan benar saja disana ada sebuah karung yang berisi mayat seorang wanita. Dengan cepat mereka pun memasukkan nya ke dalam bagasi mobil.
Daniel beserta kawan-kawan pun langsung kembali ke dalam mobil dan membawa mayat itu menuju hutan yang berjarak 20 km dari sana, mereka berencana membuang mayat itu ke jurang agar tak di ketahui siapa pun.
Sementara di dalam rumah, Gino langsung bertanya pada papanya mengenai mayat wanita yang tadi di lihatnya, dia sangat yakin jika papanya itu mengenal wanita itu.
Bastian langsung menceritakan pada Gino tentang awal pertemuan nya dengan wanita yang bernama Lina, dia juga tak menutupi kenyataan jika Lina adalah mata-mata yang dia kirimkan ke rumah Keyra.
__ADS_1
Beberapa hari yang lalu, Bastian juga sempat mengirim salah satu orang nya untuk menemui Lina di sana, untuk mengetahui perkembangan dari tugas yang di berikan oleh nya, tapi Lina mengatakan jika saat itu dia belum bisa masuk ke dalam kamar Keyra untuk mencuri berkas-berkas penting miliknya.
Gino mendengarkan penjelasan dari papa nya dengan cermat, dia sejak awal sudah curiga jika Keyra memang bukan wanita sembarangan, dan akhirnya kecurigaan nya juga terbukti setelah mendengar jawaban dari Bastian saat ini.
"Gino sejak awal sudah curiga pada wanita itu pa.. Bahkan Dion yang begitu pandai meretas data selama ini di buat tak berdaya saat Gino minta dia untuk mencari tahu data tentang wanita yang bernama Keyra itu!" ucap Gino.
Bastian terlihat sangat kaget mendengar penjelasan dari putra keduanya itu, dia hanya berfikir untuk menyerang Keyra tanpa mencari tahu terlebih dahulu tentang kekuatan tersembunyi yang di miliki wanita itu.
Nasib baik dia belum menjalankan rencana nya untuk mengirim seratus orang mafia Black Cobra untuk menyerang kediaman milik Keyra. Tapi dengan ketahuan nya Lina sudah pasti saat ini nyawa Bastian terancam.
Keyra pasti sudah mengetahui jika Bastian lah yang mengirim Lina ke dalam rumah itu, dan artinya mulai sekarang mereka harus lebih berhati-hati lagi untuk melakukan sesuatu agar tak menambah masalah.
Keyra pasti tak akan tinggal diam, cepat atau lambat dia pasti akan membalas dendam pada Bastian dan juga keluarganya. Gino kembali duduk di kursi sambil memijat kening nya yang tiba-tiba saja terasa pusing, dia tak menyangka jika papanya akan melakukan tindakan gegabah seperti itu hingga mengancam nyawa seluruh keluarganya.
Sementara Bastian saat ini begitu menyesali kecerobohan nya hingga akhirnya perbuatan dia terbongkar di depan Keyra.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Bastian.
Gino menarik nafas panjang, ini pertama kalinya bagi Gino berhadapan dengan orang yang memiliki kekuatan yang belum dia ketahui, bahkan Gino juga tak bisa memperhitungkan berapa jumlah anak buah Keyra.
"Gino akan menelpon Daniel dan menyuruh untuk mengirimkan 500 orang mafioso untuk menjaga rumah ini! Sepertinya kita juga membutuhkan beberapa orang body guard untuk menjaga seluruh anggota keluarga kita" ucap Gino sambil menerawang jauh kedepan.
Bastian mengangguk mendengar ucapan dari Gino, dia juga saat ini sedikit takut jika Keyra akan datang untuk membalas perbuatan nya. Terlebih Bastian juga takut jika Keyra akan merampas hartanya kembali.
Gino langsung melangkah menuju lantai dua tempat dimana kamar pribadi nya berada, dia juga akan menghubungi Harry dan juga Dhea agar lebih berhati-hati. Sementara Bastian langsung menghubungi Meli untuk memperingatkan istri nya agar tak membuat masalah di luar sana.
Karena Meli sering kali bertengkar dengan teman-teman nya atau pun orang yang baru di kenalnya. Bastian takut jika Meli akan membuat kehidupan keluarga nya semakin dalam bahaya.
__ADS_1