
Dor...
Dor...
Dor...
Keyra menembakkan peluru nya setengah centi meter di samping pelipis kanan, kiri, dan juga tangan kiri Jay, membuat pria buncit itu terpaku seketika.
Dia begitu shock melihat tindakan dari wanita cantik yang saat ini berdiri dengan begitu anggun di hadapan nya. Meski wajah wanita itu terlihat begitu dingin, tapi Jay merasakan dalam hatinya jika dia harus waspada pada wanita cantik itu.
Bahkan tiga tembakan tadi, Jay meyakini hal itu hanya sebatas peringatan dan bukan merupakan serangan yang sebenarnya. Tapi apa maksud dari wanita ini beserta pasukannya hingga mendatangi markas Jay? Itu yang jadi fikiran si pria buncit itu saat ini.
Jika wanita ini menginginkan uang, dia bisa saja merampoknya sejak tadi. Dan jika wanita ini menginginkan nyawanya, dia tak mungkin melesatkan pelurunya ke arah lain. Jay sangat yakin jika tujuan kedatangan wanita ini tidak sesederhana pemikiran nya.
Keyra seolah mengerti apa yang ada di dalam fikiran pria buncit itu, dia pun segera mengangkat tangannya dan bertepuk tangan tiga kali. Anak buah Keyra mengerti kode dari sang atasan, dia pun segera keluar dari ruangan Jay untuk beberapa saat.
Ruangan pun terasa begitu hening, tak ada lagi percakapan antara Jay dan juga Keyra, sepuluh menit berlalu, anak buah Keyra yang tadi keluar pun kembali masuk ke dalam ruangan Jay bersama tiga orang temannya yang lain sambil membawa tiga karung besar yang entah apa isinya.
Bruk...
Bruk...
Bruk...
__ADS_1
Mereka melemparkan ketiga karung itu ke hadapan Jay yang masih terpaku, dia sungguh tak mengerti maksud dari wanita yang kini ada di hadapan nya, namun dengan segera dia bangkit dari kursinya.
Jay berjalan dengan sangat pelan, dia membuka salah satu karung yang ada di hadapan nya dengan perasaan was-was, bagaimana pun wanita yang ada di hadapan nya tak bisa dia prediksi apakah musuh atau kah teman.
Karung pun terbuka, Jay terbelalak melihat seonggok tubuh manusia berlumuran darah di hadapan nya, meskipun Jay tak bisa mengenali wajah orang itu, dia jelas bisa melihat seragam yang di pakai nya dan logo macan putih milik nya.
Ternyata wanita di hadapan nya adalah Keyra Amelia, seorang pengusaha muda sekaligus wanita yang mampu menggeser usaha dari klien-klien nya, hingga menyewa jasa mafioso milik nya untuk merampok surat-surat penting dari rumah Keyra.
Jay sempat bergidik ngeri melihat penyiksaan yang di lakukan Keyra pada anak buah nya, dia sangat yakin jika wanita di hadapan nya saat ini tak mungkin mengampuni nyawanya meskipun dia membocorkan informasi tentang orang yang telah menyewa jasa nya.
Jay juga merutuki keteledoran dari anak buah nya yang langsung menerima permintaan dari kliennya tanpa menyelidiki terlebih dahulu siapa sebenarnya musuh yang harus mereka lawan saat ini.
Jika saja Jay tahu Keyra bukan lah wanita sembarangan dan memiliki anak buah yang begitu banyak dan juga sangat kejam, tentu dia tak akan menerima tawaran menggiurkan dari klien nya.
Tapi apakah wanita ini bersedia melepaskan nyawanya? Sedangkan saat ini tiga ribu lebih anak buah nya telah meregang nyawa dan menghadap raja neraka.
Mungkin saja sebentar lagi Jay juga akan menyusul mereka, dan menghadap dewa yama. Jay meringis membayangkan betapa kejamnya wanita ini, bahkan kecantikannya yang begitu memabukkan nyatanya tak bisa membuat Jay tenang.
Dia sangat takut pada Keyra yang masih menatapnya dengan pandangan yang tajam, wanita itu juga terlihat begitu sinis dengan raut wajah datar nya. Membuat Jay lagi dan lagi menelan saliva nya dengan susah payah.
Lalu apa yang harus dia lakukan saat ini? Haruskah dia bersujud di hadapan seorang wanita yang kini telah kembali duduk di kursi sambil menyilangkan kaki kirinya? Jay tak bisa melakukan hal itu, selama ini dia hanya menganggap wanita sebagai teman tidur atau pun pengusir kesepian nya.
Jika saat ini dia berlutut dan juga meminta ampun, bukan kah itu akan melukai harga diri yang selama ini dia jaga mati-matian?
__ADS_1
"Bagaimana menurut mu? Apakah anak buah ku cukup profesional untuk menyiapkan hadiah terbaik untuk pertemuan kita tuan Jay Prakoso? Atau kah kau menginginkan hadiah yang lain?" tanya Keyra dengan suara yang sangat datar sambil melirik salah satu anak buahnya.
Glutuk...
Anak buah Keyra yang melihat kode dari pimpinannya segera melemparkan sebuah benda bulat dan sedikit berbulu ke hadapan Jay. Tidak! Itu bukan lah benda, melainkan kepala orang kepercayaan nya yang telah di penggal dengan cara paksa.
Bahkan mata nya saja masih melotot dengan lidah yang terjulur keluar, menandakan jika si pembunuh memenggal nya dengan gerakan yang sangat cepat.
Mereka bahkan tak membantu untuk menutup mata orang itu, dan membiarkan matanya tetap melotot kosong melihat dunia. Tubuh Jay terlihat gemetar, kaki nya pun yerasa sangat lemas, seumur hidup dia menjadi ketua mafia, ini adalah kali pertama dia harus bertemu dengan iblis yang sangat keji.
Bahkan dirinya beserta seluruh anak buah nya hanya membunuh target mereka dengan cara menembak nya tanpa menyiksanya seperti yang di lakukan oleh Keyra dan juga seluruh anak buahnya, hingga sang korban kehilangan semangat hidup dan akhirnya memilih untuk tiada.
"Aku mengaku kalah!" ucap Jay sambil tertunduk, kedua kakinya telah berlutut di hadapan Keyra, dia tak memiliki jalan keluar untuk masalah nya kali ini dan berharap Keyra akan memberikan kematian yang sangat cepat.
Keyra tersenyum sinis melihat kelakuan pria buncit itu, dia tak habis fikir, bagaimana mungkin seorang ketua mafia bisa selemah itu dan langsung berlutut di hadapan nya tanpa sebuah perlawanan? Benar-benar mengecewakan!.
"Kau tahu apa kesalahan mu pria bodoh? Kau telah mengirim anak buah mu untuk menyusup dan juga mencuri di rumah ku! Tapi aku bersyukur untuk itu! Paling tidak saat ini aku tak harus mengeluarkan banyak biaya untuk membeli daging dan memberi makan hewan kesayangan ku, karena daging dari anak buahmu itu, sudah cukup untuk mengobati rasa lapar mereka!" ucap Keyra masih dengan suara yang sangat datar.
Dia bahkan saat ini tengah memainkan kerambit di tangan kanan nya, dan menggores salah satu jemari tangan kirinya. Dia juga menghisap darah yang keluar dari jari tangannya dan langsung menjilat sisa darah pada senjata tajam nya.
Pemandangan itu membuat Jay bergidik ngeri, bagaimana bisa seorang wanita yang begitu cantik jelita saat ini justru terlihat samgat mengerikan, Keyra seperti seorang psikopat gila yang haus darah di hadapan Jay.
"Apa kau tahu pria tua? Aku sangat suka dengan darah! Semakin banyak darah yang keluar, aku semakin bahagia!" ucap Keyra yang sukses membuat Jay ketakutan setengah mati.
__ADS_1
Sedangkan anak buah Keyra hanya tertawa melihat si pria tua buncit itu menggelengkan kepala nya dengan wajah yang sudah pucat pasi, kedua kaki nya bergetar hebat dan langsung ambruk bersujud di hadapan Keyra.