
"Hahahaha... Dasar keluarga bodoh! Lihat saja apa yang bisa aku lakukan pada kalian!" umpat Nathan, salah seorang kepercayaan Keyra yang hingga saat ini masih setia bersembunyi di balik tembok rumah Bastian.
Sepertinya pria itu memiliki niat lain untuk bermain-main dengan Bastian, sekaligus membuat pria tua yang buncit itu terkena serangan jantung.
Bastian yang tak menyadari kehadiran orang lain di dalam rumah besarnya dengan santai mengambil ponsel dan menelpon seseorang, kali ini dia akan menggunakan para pembunuh bayaran untuk menyusup dan menghancurkan Keyra.
Tuuut...
Tuuut... Suara panggilan tersambung
Tak... Panggilan pun di terima.
📱"Hallo bos!" terdengar suara dari seberang sana, Bastian tersenyum manis mendengar sapaan penuh hormat dari orang yang berada di ujung panggilan nya.
📱"Kerahkan seluruh anak buahmu dan habisi wanita yang bernama Keyra Amelia! Aku akan mengirimkan photo nya padamu! Dan untuk bayarannya aku akan kirimkan setengah nya dulu! Sisanya akan ku transfer setelah tugas mu berhasil!" ucap Bastian yang di sambut gelak tawa dari seberang telpon.
📱" Itu masalah mudah bos, aku akan segera menyuruh anak buah ku untuk menghabisi wanita itu! Bos tenang saja dan tunggu kabar baik dariku nanti" ucapnya dengan penuh percaya diri.
Bastian sangat lega mendengar ucapan itu, dia pun langsung menutup kembali panggilan ponsel nya dan duduk dengan tenang di sofa. Dia sudah bisa membayangkan apa yang akan di lakukan oleh pasukan pembunuh bayaran kalajengking merah yang di sewanya, dan dia juga merasa begitu yakin jika kali ini Keyra pasti tak akan selamat.
Siapa yang tak tahu sepak terjang dari para pembunuh bayaran itu? Bastian bahkan pernah melihat sendiri dengan mata dan juga kepala nya saat mereka membantai satu keluarga dan menghancurkan seluruh reputasi baiknya.
"Hahahaha... Mereka memang paling bisa di andalkan!" ucap Bastian sambil melangkahkan kakinya menuju ke lantai dua. Dia ingin sekali mengistirahatkan tubuhnya yang terasa begitu lelah setelah mengetahui tindakan dari Keyra.
__ADS_1
Nathan langsung bergerak dengan sangat cepat untuk mematikan semua cctv yang ada di dalam rumah milik Bastian, dia juga membawa 1 set bom waktu yang akan dia simpan di bawah meja, dia telah menyetel bom itu agar meledak dalam waktu dua jam ke depan.
Pria itu langsung pergi setelah semua urusan nya di rumah itu selesai, Nathan melompati pagar rumah milik Bastian yang tingginya hanya 3 meter saja. Bagi seorang Nathan, tembok pembatas milik Bastian bukanlah apa-apa di bandingkan dengan tembok mension milik Keyra yang tingginya mencapai tujuh meter dan di pasang pecahan botol di atasnya, apalagi dengan adanya kawat berduri di atas pagar itu yang dengan sengaja telah di pasang aliran listrik, hingga siapa pun yang berani memanjat atau meloncatinya, jika tidak terluka maka dia akan mati.
Dan dini hari ini, sekitar 50 orang pembunuh bayaran sudah berseliweran mengelilingi mension milik Keyra, mereka mencari jalan masuk yang paling aman untuk bisa menerobos ke dalam mension itu, sambil terus bertukar kode dengan teman-teman nya.
Nampak nya mereka tak menemukan jalan keluar terbaik untuk masalah yang saat ini mereka hadapi, hingga memutuskan untuk memanjat tembok pembatas milik Keyra.
Beberapa orang pembunuh bayaran itu juga ada yang menaiki pohon besar yang letaknya tak jauh dari rumah Keyra, mereka mulai memantau kegiatan yang ada di dalam rumah itu.
Suasana pagi yang dingin membuat beberapa orang pembunuh bayaran merutuki perintah pimpinan mereka, harus nya saat ini mereka berada di balik selimut dan menikmati mimpi indah bersama beberapa wanita yang telah mereka sewa, sayang nya pemimpin mereka tak mau tahu dan tetap memberikan perintah untuk menyusup sekaligus menyingkirkan Keyra saat itu juga.
Akhirnya ke lima puluh orang itu pun bergegas untuk berangkat dari sana dan langsung menuju alamat yang di berikan pada mereka, apalagi setelah melihat photo dari wanita yang harus mereka bunuh membuat jakun mereka turun naik saking terpukaunya dengan wajah cantik dan juga body sexy nya.
Hingga akhirnya kelima puluh orang itu datang dengan bermacam fantasi liar yang ada di otak kecil mereka, siapa yang akan menolak daging gratis? Tentu mereka akan dengan tangan terbuka menerima nya.
Hap...
Hap...
Hap...
Tiga orang pembunuh bayaran telah menapakkan kakinya di atas dinding pembatas, tapi ada sesuatu hal yang terasa ganjil bagi mereka, tubuh mereka terasa begitu lemas hingga akhirnya ketiga orang itu pun langsung terjatuh dan mati di tempat.
__ADS_1
Bruk...
Bruk...
Bruk...
Teman-teman nya yang lain merasa penasaran dengan jatuh nya tiga orang rekan mereka dari atas dinding pembatas itu, apalagi mereka juga melihat jika dinding itu terlihat tebal, tak mungkin akan membuat seseorang begitu saja mati hanya dengan berdiri di atas nya.
Saat mereka memeriksa kaki dari ketiga rekan nya yang berdarah dan terlihat menghitam, akhirnya mereka meyakini jika di atas dinding itu ada pecahan beling yang sudah di taburi racun oleh sang pemilik rumah, apalagi saat mereka mencoba untuk mengendusnya, mereka tidak bisa mencium bau dari racun itu.
"Sial! Sepertinya pagar rumah ini sudah di olesi racun, pasti ada pecahan kaca atau apa pun di atas sana. Kita tak bisa menggunakan jalan ini untuk masuk ke dalam mension milik wanita itu." ucap salah seorang dari mereka setelah memeriksa mayat dari ketiga rekannya.
Rekan-rekan nya yang lain pun mengangguk, mereka tak ingin bernasib sial seperti ketiga orang itu, akhirnya setelah perdebatan yang cukup alot, mereka memutuskan untuk membagi dua kelompok, kelompok pertama akan menerobos melalui gerbang depan dan kelompok kedua akan melewati gerbang belakang.
Akhirnya mereka pun langsung menuju tempat yang telah di sepakati dan mulai mempersiapkan senjaya tajam maupun senjata api di tangannya. Sementara di dalam mension saat ini, beberapa orang body guard Keyra sedang tersenyum manis melihat tindakan gegabah yang di lakukan oleh para pembunuh bayaran itu.
Mereka pasti akan menyambut dengan sangat baik tamu yang datang menyetorkan nyawa itu, terlebih saat ini di dalam mension milik Keyra sedang kekurangan makanan untuk ketiga hewan mungil peliharaan Keyra.
Begitu juga dengan dua kadal yang di pelihara di dalam kolam belakang rumah yang dengan sengaja hanya di beri makan satu kali sehari oleh Keyra agar mereka puas nanti dalam menikmati hidangan dini hari.
Keyra sudah bisa menebak apa yang akan di lakukan oleh Bastian, apalagi setelah Nathan melaporkan semua gerak gerik dari anggota keluarga Bastian. Membuat Keyra semakin matang dalam membuat rencana.
Tentu saja para pembunuh bayaran itu tidak mengetahui jika sebenarnya saat ini mereka lah mangsa yang sedang di tunggu oleh anak buah keyra.
__ADS_1