
Akhirnya seluruh keluarga Wiguna pun segera membawa jasad Tiara masuk ke dalam rumah untuk segera di bersihkan, hari ini mereka berkabung karena satu-satunya cucu perempuannya telah meninggal dunia dalam keadaan yang begitu mengenaskan.
Entah begundal mana yang telah berani melakukan hal itu pada Tiara, yang pasti Adrian dan keluarganya tidak mungkin tinggal diam dan akan menyelidiki pelaku dari pembunuh putri kesayangannya itu.
Suasana duka mengiringi pemakaman Tiara, terlebih untuk Wulan sang nenek yang masih merasa belum ikhlas atas kepergian cucu perempuannya itu. Sementara Bima, Adrian dan David saat ini telah berada di ruang kerja milik Bima, mereka sepakat untuk melakukan penyisiran terhadap kasus yang menimpa Tiara.
Selain itu ponsel yang di gunakan oleh Tiara juga belum berhasil mereka dapatkan, bisa jadi mereka akan menemukan pelaku atas penganiayaan dan pembunuhan terhadap Tiara dari ponsel milik nya.
Akhirnya mereka pun segera menghubungi seseorang untuk meretas ponsel milik Tiara agar mendapatkan titik terang atas musibah yang menimpa keluarga nya, Adrian juga sudah menghubungi anak buah mafianya dan segera bergerak menyusuri cctv di jalanan untuk mengetahui ke arah mana saja putri kesayangannya itu pergi.
Seluruh keluarga Wiguna tidak sedikit pun menaruh kecurigaan pada Keyra atau pun Kyara, mereka yakin jika pasangan ibu dan anak itu bersih dan tidak mungkin membalas dendam pada Tiara.
Sementara di tempat lain saat ini Kyara tengah tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan dari seluruh keluarga Wiguna yang kalang kabut, dia yang telah meretas cctv rumah Bima itu tentu tahu apa saja yang terjadi di rumah besar itu.
Dan bagaimana shock nya mereka saat mendapati Tiara yang pulang tak bernyawa, terlebih Kyara lah sang pelaku yang menyuruh anak buahnya untuk melempar Tiara yang sedang sekarat dari lantai 4 sebuah bangunan hingga tulang gadis itu remuk dan juga patah.
Kyara juga yang menyuruh anak buahnya untuk segera memasukkan jasad Tiara ke dalam sebuah kardus tebal dan mengirimkannya ke rumah keluarga Wiguna sebagai peringatan sekaligus ucapan terima kasih karena telah mengirimkan gadis itu padanya untuk di bunuh.
Kyara sejak awal memang masih menyimpan dendam terhadap Tiara, dia tak ingin orang yang telah menyakiti momy nya itu hidup tenang dan bahagia bersama keluarganya.
Bukankah hutang itu harus di bayar? Dan keluarga Wiguna berhutang nyawa pada Keyra dan juga Kyara. Dan hari ini mereka telah mencicil hutangnya dengan mengirimkan gadis itu menjadi korban pertama pembalasan dendam mereka terhadap keluarga Wiguna.
"Dasar orang-orang bodoh! Dia fikir dia bisa mencari tahu penyebab kematian putrinya itu? Benar-benar naif!" cibir Kyara sambil menyenderkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Dengan cepat bocah itu pun menggulirkan mouse yang ada di tangannya, dan di layar saat ini pemandangan berubah menjadi rumah mewah milik Lucas. Ya.. Kyara telah meretas cctv yang ada di rumah keluarga busuk itu untuk mengetahui semua rencana mereka.
__ADS_1
Terlebih saat ini Lucas semakin intens menghubungi Keyra dengan berbagai alasan, sudah pasti pemuda itu memiliki niat tersembunyi mendekati momy nya, apalagi kalau bukan uang? Keluarga Lucas saat ini sudah jatuh miskin karena seluruh dokumen penting milik mereka telah berpindah tangan pada Keyra.
Lucas belum mengetahui jika kericuhan yang terjadi di dalam rumahnya itu adalah ulah Keyra, saat ini dia mendekati wanita itu agar mendapatkan sandaran jika sewaktu-waktu sang pencuri dokumen itu datang menyambangi kediaman mereka dan mengusir semua orang dari rumah itu.
Tentu Lucas tidak mau jika sang ibu harus tinggal di jalanan ataupun mengontrak di rumah yang sempit, dia berfikir untuk menitipkan nyonya Rahma pada Keyra yang memiliki banyak pelayan di rumahnya agar seluruh kebutuhannya tercukupi.
Sementara Keyra masih berpura-pura tidak tahu maksud dan tujuan Lucas mendekatinya, dia masih bersikap layak nya dulu sebagai seorang teman. Aldo pada awalnya keberatan dengan tindakan Keyra, tapi setelah wanita itu menjelaskan tentang maksud nya, mau tak mau dia pun memberikan izin pada Keyra.
Dia yakin jika Keyra pasti bisa mengatasi seluruh masalah itu dengan baik, kalau pun tidak! Masih ada dirinya yang siap untuk melenyapkan Lucas agar tak mengganggu kehidupan sang kekasih.
Keyra bersyukur dengan sikap bijak Aldo, meski dia juga mengetahui jika saat ini kekasihnya itu tidak benar-benar memberikan izin, tapi anggukan kepala dari pemuda itu cukup untuk membuat Keyra puas.
"Ingatlah untuk tidak jatuh cinta pada pemuda tak waras itu!" ucap Aldo memperingati Keyra seraya memasang wajah teraniaya.
" Astaga.. Apa begini caramu marah padaku?" tanya Keyra sambil menahan tawa. Aldo pun bangkit dari duduk nya dan berniat untuk meninggalkan kekasihnya itu, tapi pergelangan tangannya telah di cekal dan di tarik oleh Keyra hingga dia pun kembali duduk di samping Keyra.
Cup...
Keyra mengecup pipi kiri Aldo dengan sangat lembut, hati Aldo berjingkrak bahagia tapi masih mempertahankan wajah datar nya, dia mati-matian menutupi ekspresi bahagianya karena sang kekasih berinisiatif untuk mencium nya.
Cup...
Cup...
Cup...
__ADS_1
Tiara kembali mencium pipi kiri, pipi kanan dan juga kening kekasihnya itu hingga akhirnya Aldo pun tak bisa lagi menyembunyikan gurat kebahagiaan nya dan langsung memeluk Keyra sambil mengusap rambutnya.
"Baiklah aku tak akan marah! Tapi ingat! Jika dia berani berbuat sesuatu padamu, aku tak akan segan-segan menghancurkan dan membunuh seluruh keluarganya dengan tanganku sendiri!" ucap Aldo masih memeluk erat tubuh Keyra.
Wanita itu pun tersenyum tipis, ternyata tidak sulit untuk membujuk Aldo, dia hanya harus bertindak sedikit lebih agresif dan kekasihnya itu pasti akan luluh dan memberinya izin.
Sementara Antony yang baru saja masuk ke ruangan kerja Aldo di buat terbelalak dengan mata yang melotot dan mulut yang terbuka melihat penandangan yang tak biasa di ruang kerja bos nya itu.
Siapa sangka si lemari es berjalan itu sekarang tengah memangku tubuh Keyra sambil mencubit hidung wanita itu dengan sangat gemas. Ini tidak seperti bosnya!
Antony berkali-kali mengucek matanya untuk mayakinkan diri jika yang saat ini ada di hadapannya itu benar-benar Aldo, hingga akhirnya dia yakin jika itu adalah bos nya saat sebuah pena melayang dan langsung mengenai keningnya hingga benjol.
"Sampai kapan kamu akan terus berdiri di situ dan melihat kami hah..!" ucap Aldo dengan suara datar.
Antony melonjak kaget dan langsung mengusap jidat nya seraya melangkah menuju meja kerja bos nya untuk menyerahkan beberapa dokumen yang harus di tandatangani Aldo.
"Ada beberapa dokumen yang harus di tanda tangani bos!" ucap Antony sambil melurik Keyra yang masih duduk di pangkuan Aldo.
Plak...
Tangan Antony kembali mendapatkan pukulan, mata Aldo melotot melihat ke arahnya yang telah berani melirik sang kekasih.
Antony dengan cepat langsung berlari keluar dari ruangan Aldo dengan tergesa-gesa, nafas nya ngos-ngosan karena takut bos nya itu akan memberikan hukuman padanya yang berani memandang Keyra.
"Dasar bos singa! Hampir saja dia menerkamku, aku beruntung bisa melarikan diri dengan cepat dari sana!" umpat Antony sambil menstabilkan nafas nya yang ngos-ngosan.
__ADS_1