
"Baik bos, saya permisi dulu" ucapnya seraya pergi meninggalkan Adrian yang masih mematung ditempatnya.
"Sepertinya aku harus berjuang lebih keras lagi untuk bisa mendapatkanmu kembali Key.." gumam Adrian seraya memejamkan kedua matanya. Fikirannya kembali menerawang ke masa lalu, masa dimana mantan istri sirinya itu pertama kali menginjakkan kakinya di rumah keluarga Wiguna.
Sementara ditempat lain saat ini, Keyra baru saja kembali ke mensionnya, dia datang dengan menyamar setelah diberi tahu anak buahnya ada beberapa orang suruhan Adrian yang mengawasi kediamannya, dia sengaja menggunakan pakaian yang sama dengan seluruh anak buahnya, hingga orang suruhan Adrian itu tidak menyadari kedatangannya.
Setelah menyegarkan badannya, Keyra langsung berganti pakaian, dia menggunakan setelan celana panjang dan juga jaket semi kulit berwarna hitam, dan bergegas menemui anak buahnya.
"Apa semuanya sudah siap?" tanya Keyra sesaat setelah sampai di tempat tersembunyi yang ada di dalam mensionnya.
"Sudah bos!" jawab Nathan.
"Baiklah, 50 orang dari kalian ikut saya! Sepertinya pria tua itu ingin diberi pelajaran!" ucap Keyra seraya menaiki motor besar yang sudah terparkir di tempat itu, diikuti 50 orang anak buahnya.
Bruuum....
Bruuum...
Motor-motor itu pun melaju dengan cepat membelah jalanan ibu kota, terlebih saat ini jam dinding sudah menunjukan pukul 04:30 pagi. Hingga mereka hanya memiliki sedikit waktu untuk sampai di tempat tujuan dan segera membereskan hama pengganggu yang sudah mulai berkeliaran di hidup Keyra.
Tanpa membuang waktu, mereka melajukan motornya dengan kecepatan maksimal, hingga lima belas menit kemudian, mereka telah sampai di apartemen milik Adrian. Keyra merogoh sakunya dan segera mengaktifkan lagi ponselnya, ada begitu banyak panggilan dan juga chatt dari Adrian, tapi wanita itu memilih untuk mengabaikannya.
Keyra segera mengirimkan chatt pada Aldo untuk bersiap, dia tak ingin terlalu banyak memakan waktu untuk membereskan Adrian. Wanita itu ingin agar seluruh masalah mereka tuntas secepatnya.
Dor... Dor... Dor...
Pintu apartemen Adrian di gedor dengan sangat keras hingga membangunkan sang pemilik tempat itu dari lamunannya, dia segera kembali pada kenyataan hidup yang kini tengah dijalaninya.
Dengan langkah yang hati-hati, pria itu pun segera melangkah menuju pintu setelah sebelumnya mengambil sebuah senjata api dari laci kamarnya untuk jaga-jaga. Dia sempat mengintip tamu yang datang berkunjung ke apartemennya, tampak dihadapannya kini seorang pria berbaju hitam dan juga topi hitam yang menutupi sebagian wajahnya.
Adrian yang berfikir tamu itu adalah orang suruhannya, dengan cepat langsung membuka pintu dan menyuruhnya masuk, tapi baru saja Adrian berbalik, tubuhnya langsung terhuyung kedepan saat dia merasakan ada seseorang yang menendang bagian belakang tubuhnya.
"Apa yang kau lakukan bangsat?" teriak Adrian murka, sedangkan pria itu hanya tersenyum seraya membuka topi yang dia kenakan.
Hening...
Itulah yang terjadi saat Adrian melihat dengan sangat jelas sosok siapa yang datang ke apartemen miliknya. Itu Aldo, bos dari AD grup sekaligus saingan cintanya.
Wajah Adrian langsung merah, dia tak menyangka jika pemuda itu bisa mengetahui tempat persembunyiannya, terlebih hingga saat ini belum banyak yang tahu tentang apartemen itu, hingga Adrian berfikir jika orang suruhannya itulah yang membocorkan keberadaannya pada Aldo.
"Sial! Apa yang kau lakukan di apartemenku bangsat?" tanya Adrian seraya mengetatkan rahangnya, sedangkan Aldo hanya tersenyum tipis melihat kemarahan pria itu.
__ADS_1
"Aku hanya ingin menjemput kembali putriku dari tempat orang yang busuk sepertimu!" jawab Aldo dengan santai.
"Putrimu? Sejak kapan Ara menjadi putrimu? Dia putriku yang lahir dari rahim istri siri ku!" ucap Adrian tak mau kalah gertak.
"Putrimu? Istri sirimu? Bahkan mereka tak pernah menginginkanmu dan sekarang kau mengatakan jika Ara itu putrimu? Benar-benar menggelikan! Asal kau tahu saja, Ara itu putriku, lebih tepatnya calon anakku." ucap Aldo mulai memprovokasi.
"Sayangnya itu tak akan pernah terjadi! Keyra dan Kyara adalah milikku! Dan aku tak akan membiarkan kau mendekati mereka lagi!" cerca Adrian dengan sirot mata tajamnya.
Prok... Prok.. Prok...
Aldo bertepuk tangan tiga kali, tak lama beberapa orang anak buahnya pun muncul dan membawa sebuah karung besar. Dan langsung melemparkannya pada Adrian.
Bruk...
Akhirnya benda itu pun terjatuh dan menunjukan sosok seorang pemuda yang sudah babak belur, ditambah lagi seluruh badannya terluka akibat cambukan dan juga sayatan benda tajam.
"Daviiid!" teriak Adrian seraya berjongkok dan melihat tubuh pemuda itu dengan mata yang berkaca-kaca. Hatinya sangat sakit saat melihat seluruh luka yang kini menghiasi tubuh putranya itu.
"Itulah balasan untuk orang yang telah berani mencampuri urusanku. Dan satu hal lagi, lepaskan Keyra sekarang, atau kamu akan menyesal, pria tua!" ucap Aldo tajam dan menohok.
Adrian menggertakan giginya, wajahnya sudah sangat merah karena menahan amarah yang menggebu di hatinya, sepertinya pemuda yang saat ini ada di hadapannya itu memang bukan orang sembarangan hingga sanggup berbuat seperti itu pada putranya tanpa merasa takut akan dituntut hingga kepengadilan.
Krieeet...
"Hais! Kenapa papi lama sekali?" tanya Kyara seraya terus berjalan mendekat ke arah Aldo, matanya mendelik kearah Adrian yang saat ini tengah menatapnya dengan sendu.
Grep...
Tubuh mungil Kyara dengan cepat di tangkap oleh Adrian, dia yang sudah mulai kalap ingin menjadikan bocah itu sebagai sandera agar Aldo segera pergi dari sana.
"Pergi dari sini atau aku akan menyiksa anak ini dihadapanmu!" teriak Adrian dengan wajah yang semakin merah.
Prok...
Prok...
Prok...
Terdengar suara tepuk tangan tiga kali dari dekat pintu, Kyara muncul seraya menyenderkan punggungnya, dia tersenyum sinis kearah Adrian yang kini menatapnya kaget karena tak menyadari kehadirannya sejak tadi.
"Ternyata benar! Bajingan tetaplah bajingan, meskipun dia mengatakan sudah menyadari kesalahannya dan ingin bertaubat! Kau memang pantas untuk dilenyapkan Adrian!" seru Keyra.
__ADS_1
Buk... Buk...buk...
Duag...
Kratak..
Kyara dengan cepat menghantamkan kedua tinjunya ke arah wajah Adrian, bahkan bocah itu tak ragu menendang dada dan perut adrian hingga tersungkur, tanpa membuang waktu, bocah itu juga menendang pinggang pria tua itu dengan sekuat tenaga hingga mengakibatkan tubuh pria tua itu ambruk dengan beberapa keretakan tulang.
"Kau fikir aku sudi memiliki ayah sepertimu? Bahkan jika aku direinkarnasikan sekali lagi pun, aku tak sudi menjadi putrimu! Cuih... Dasar pria tua tak tahu diri!" dengus Kyara seraya meludah dihadapan ayah dari pemilik tubuh yang ditempatinya.
Adrian hanya bisa meringis menahan sakit sementara Keyra melangkah dengan tegas dan memberikan tendangan ke arah pria itu.
Jleb...
Bruk...
Tubuh Adrian ambruk dan langsung mati di tempat saat lehernya terkena tusukan dari pisau lipat yang tersembunyi di dalam sepatu yang dipakai oleh Keyra.
"Ayo kita pergi!" ajak Keyra seraya menggandeng tangan kiri Kyara dan disusul Aldo yang menggandeng tangan kanannya.
------------------------------ END ------------------------------
Terima kasih untuk dukungan dan juga kesetiaan dari semua readers yang telah mengikuti perjalanan cerita ini dari awal hingga akhir.
Mohon maaf jika banyak kesalahan dalam kata-kata maupun penulisan author, maklumlah author masih pemula dan masih harus terus belajar untuk membuat cerita yang lebih baik lagi.
Tak lupa author juga ingin mengajak readers semua untuk ikut mendukung karya terbaru milik rekan author.
Yang menyukai genre supersystem, bisa mampir ya.
Yang menyukai genre reinkarnasi juga bisa lanjut membaca karya dari rekan author yang lain
Untuk yang menyukai cerita romansa modern juga bisa mampir ya
Tak lupa juga author mempromosikan kembali hasil karya author, dan berharap semuanya sudi untuk kembali hadir dan memberi dukungannya untuk Liu Lin.
__ADS_1
Sehat selalu untuk semuanya, terimakasih banyak untuk apresiasinya selama ini 🙏🙏🙏.