Ibu Cerdas Putri Jeniusku

Ibu Cerdas Putri Jeniusku
Part 22


__ADS_3

Kyara dengan riang mengajak momy nya dan juga Lucas untuk mencoba semua permainan di sana hingga sore menjelang, bocah itu sepertinya tak ingin kecolongan atau pun memberi ruang gerak pada kedua orang pria yang sedari siang tadi menatap Keyra dengan pandangan yang luar biasa kecewa.


Kyara bahkan dengan sengaja memanggil Lucas dengan sebutan daddy, huh bocah itu sepertinya pandai sekali memainkan perasaan orang lain.


Setelah beberapa hari yang lalu dia memanggil Aldo dengan sebutan papi, dan sekarang dia malah memanggil daddy pada Lucas, mungkin kah Keyra akan melakukan poliandri? Ada-ada saja tingkah bocah itu.


Adrian bahkan merasakan hatinya seolah tercubit dan langsung bedenyut, ada rasa sakit, kesal, kecewa, marah, semua bercampur dalam hatinya.


Bukankah seharusnya Kyara memanggil dirinya daddy? Akh.. Sepertinya dia lupa jika dia belum memperkenalkan diri dengan baik pada Kyara, hingga bocah itu menganggap Lucas sebagai daddy nya.


Setelah lelah bermain, Kyara pun mengajak Lucas dan Keyra untuk makan, Lucas tampak begitu bahagia karena bocah kecil itu ternyata sangat peka dan terus berusaha untuk mendekatkan dirinya dengan Keyra.


Lucas tak tahu saja jika bocah itu sengaja bersikap seperti itu hanya untuk memanas-manasi kedua pria yang hingga sampai saat ini masih terus memperhatikan Keyra.


Huh.. Bukan Kyara namanya kalau tak bisa membuat orang lain cemburu.. Bocah itu bahkan bisa membuat orang yang tak di sukainya patah hati.


"Bagaimana makanan nya? Enak?" tanya Lucas pada Kyara


Kyara hanya menggeleng pelan sambil menatap Keyra yang sedang menikmati makanan nya dengan anteng.


"Masakan momy jauh lebih enak dari ini" ucap Kyara sambil menunjukkan dua jempol tangannya.


"Benarkah? Sepertinya om harus sering berkunjung ke kota ini agar bisa menikmati masakan momy Ara sesekali" ucap Lucas sambil tersenyum.


Uhuk... Uhuk...


Keyra tiba-tiba saja terbatuk, dalam kurun lima detik tiga gelas air putih berada di depan Keyra, satu dari tangan Adrian, satu dari tangan Aldo dan satunya lagi dari tangan Lucas. Ketiga pria itu secara serempak menyodorkan air di gelas mereka pada Keyra, hingga membuat Keyra semakin bingung harus memilih air yang mana.


Kyara yang mengerti ketidakberdayaan Keyra segera mengambil gelas dari tangan Lucas kemudian memberikannya pada Keyra dan langsung di sambut senyuman manis Keyra.

__ADS_1


Desir...


Dada ketiga pria itu langsung bergetar hebat saat melihat senyum manis Keyra, walaupun tujuannya pada Kyara, tapi sepertinya mereka terlanjur baper dengan hanya melihat senyum nya saja.


Bunga-bunga cinta pun mulai tumbuh di hati ketiga pria itu, kini ketiganya pun saling melirik dengan raut wajah jengkel dan aura permusuhan.


Kyara yang tanpa sengaja melihat pandangan ketiga pria itu yang sepertinya sedang saling mencibir dan menilai penampilan rival mereka tersenyum smirk, hatinya terasa sangatlah puas, bukankah momy nya ini terlalu cantik jika harus berdampingan dengan Adrian yang seperti pohon yang akan layu? Keyra juga terlalu tangguh untuk berdampingan dengan pria manja seperti Aldo? Huh... Bocah itu mendengus melihat ketiga pria yang masih saling menatap tajam itu, mata mereka melotot seperti hendak keluar dari tempat nya.


"Rasain.. Kalian pikir aku akan membiarkan momy jatuh ke tangan kalian? No no no... Aku tak sebodoh itu perguso" gumam Kyara dalam hati.


Keyra yang memang tak peka terhadap perasaan seseorang nampak kembali mengunyah makanannya dengan tenang, sambil sesekali melirik jam di ponselnya.


Sepertinya Keyra mulai lelah dan ingin segera beristirahat sekarang.


Berlari kesana kemari mengikuti putrinya sangatlah melelahkan, apalagi saat ini Keyra masih menggunakan high heels nya, membuat kakinya seakan sangat sakit dan betis yang bengkak.


"Sayang.. Setelah makan kita langsung pulang ya, momy benar-benar lelah hari ini" ucap Keyra sambil memandang Kyara yang saat itu tengah mengunyah makanan nya.


Kyara sama sekali tak ingin membantah keinginan Keyra, dia tentu saja paham, sangat merepotkan jika menggunakan heels yang terlalu tinggi.


"Apa kaki momy sakit? Ara bisa meminta tolong pada om Lucas untuk menggendong momy sampai ke mobil" ucap Kyara sambil melihat Keyra.


Ketiga pria yang sedang menebar aura permusuhan pun segera melirik Kyara, jika Lucas sangat bahagia berbeda dengan Adrian dan juga Aldo yang tersenyum kecut.


Bocah ini sangat pintar membuat orang lain mati karena putus asa.


"Aku akan segera membayar tagihannya" ucap Lucas sambil berdiri.


"Tak perlu, biar aku saja" ucap Aldo.

__ADS_1


"Aku yang akan bayar" Adrian pun tak mau kalah.


Kyara yang melihat kejadian itu pun segera melerai perebutan mereka, dia tak ingin momy nya semakin pusing karena ulah dari ketiga pria aneh di hadapan nya.


"Begini saja, biar om Aldo dan om tua ini saja yang bayar, om Lucas tolong bantu Ara gendong momy ke mobil, sepertinya betis momy bengkak" ucap Kyara sok bijak.


Lucas dengan cepat mendekat ke arah Keyra, tapi ternyata Aldo dan Adrian pun berusaha untuk mengulurkan tangan nya pada Keyra, kini ketiga nya kembali saling pandang dengan wajah yang masam karena sama-sama berkeinginan untuk menggendong Keyra.


Kyara yang melihat itu pun berdengus sebal, sepertinya dua cacing jantan ini harus di siram dengan minyak panas agar tak selalu menggeliat dan mencari perhatian dari momy nya.


"Apa yang kalian lakukan? Cepat bayar tagihan makan nya? Kenapa kalian malah saling berebut ingin menggendong momy?" tanya Kyara dengan suara yang sangat nyaring.


Orang-orang yang sedang makan maupun sedang berjalan ke arah sana pun serentak menoleh ke arah Kyara, karena tanggung malu, Aldo segera saja mengangkat Keyra dan menggendong nya menuju ke parkiran, sedangkan Lucas segera membayar makanannya.


Adrian yang kalah gesit pun menarik nafas kasar, sepertinya kali ini perjuangan nya mendapatkan Keyra akan sangat sulit, mengingat kedua rivalnya itu begitu cepat bertindak.


"Dimana kunci mobilnya?" tanya Aldo pada Kyara


Kyara segera merogoh kocek nya dan memberikan kunci mobil milik Keyra pada Aldo.


"Ara duduk di belakang ya, biar papi yang nyetir" ucap Aldo yang langsung membuka pintu belakang mobil nya agar Kyara bisa masuk.


Sedangkan Keyra sudah Aldo dudukkan di kursi depan di samping pengemudi.


Kyara hanya menatap jengkel pada Aldo, kali ini dia kalah cepat hingga Aldo memiliki kesempatan untuk bisa mendekati momy nya.


"Huh.. Dasar anak manja.. Kenapa tak diam di rumah saja sih sambil duduk manis dengan nenek sihir itu? Ganggu Ara sama daddy aja" celetuk Kyara dengan suara yang di buat keras agar terdengar oleh Aldo.


Aldo hanya tersenyum kecut mendengar umpatan bocah itu sambil mengusap dada.

__ADS_1


"Sabar Aldo.. Sabar" gumam nya dalam hati.


__ADS_2