Ibu Cerdas Putri Jeniusku

Ibu Cerdas Putri Jeniusku
Part 26


__ADS_3

Aldo kembali ke mension nya tepat pukul 03:00 dini hari, wajah nya penuh luka lebam dengan beberapa luka tusuk di tubuh nya, keadaan Antony pun tak jauh berbeda, hingga membuat tuan Alexander dan tuan Dimitri menjadi cemas melihat keadaan keduanya.


Akhirnya dengan bantuan beberapa penjaga, Antony dan Aldo pun di bawa ke kamar mereka, Antony memang terkadang menginap di rumah Aldo, jadi tak heran jika dia memiliki kamar sendiri disana.


Tuan Alexander dan tuan Dimitri terlihat kebingungan saat ini, nomor telpon dokter keluarga mereka tak bisa di hubungi, sedangkan keadaan Aldo dan Antony begitu memprihatinkan.


Akhirnya pria tua itu pun mengambil ponsel milik Aldo, dia mencari nomor ponsel milik Keyra dan segera menghubungi nya.


Tuut.. Tuut...


Telpon pun tersambung, tak lama terdengar suara klik, pertanda telpon di terima oleh Keyra.


📱"Hallo.." suara Keyra terdengar serak dari ujung telpon pertanda sang empunya baru bangun.


📱"Nak Keyra, bisakah orang tua ini merepotkan mu sekali lagi?" tanya tuan Alexander


📱"Ada apa?" tanya Keyra masih dengan suara serak dan juga nada datarnya.


📱"Bisakah mencarikan orang tua ini seorang dokter? Aldo dan Antony baru saja kembali, keadaan keduanya benar-benar memprihatinkan" ucap tuan Alexander kembali.


📱"Sebentar" ucap Keyra dan klik... Telpon pun terputus, Keyra mematikan panggilan itu secara sepihak tanpa mengatakan akan membantu atau pun tidak.


Nyonya Stella terlihat begitu histeris melihat keadaan putra semata wayang nya, dia terus menerus menangis sambil memanggil nama Aldo.


Ting tong...


Bel rumah Aldo pun berbunyi, seorang pelayan langsung saja berlari dan membuka pintu dengan cepat.


Keyra segera masuk kedalam rumah Aldo kemudian bergegas naik ke lantai dua, tempat kamar Aldo berada.


Tuan Adrian dan tuan Dimitri terlihat kaget saat Keyra dengan santai nya masuk ke dalam kamar Aldo, bahkan saat ini Keyra hanya menggunakan setelan pakaian tidur yang sangat mini.


Nyonya Stella menangis sesenggukan melihat keadaan putra nya sambil duduk di lantai tepat di samping tempat tidur Aldo.


"Ambilkan air panas!" ucap Keyra pada pelayan, Keyra juga segera meminta agar mereka membawa nyonya Stella keluar dari kamar Aldo.

__ADS_1


Keyra membuka pakaian Aldo yg sudah banyak sobek dan di penuhi dengan darah, kemudian dia melemparnya dengan asal-asalan.


Tanpa ragu, Keyra mengelap seluruh tubuh Aldo dengan handuk kecil yang telah dia basahi dengan air panas, setelah itu dia mulai mengeluarkan beberapa cairan obat dan juga suntikan.


Keyra melai menyuapi Aldo setetes demi setetes obat dari suntikan yang di pegang nya, agar Aldo bisa menelan nya dengan mudah.


Keyra mengambil alkohol dan mulai membaluri tubuh Aldo, dengan santai, dia pun menjahit semua luka yang Ada di tubuh pemuda itu dengan sangat cepat dan juga rapi.


Setelah tiga puluh menit, Keyra pun selesai melakukan tindakan pada Aldo, kemudian tangannya dengan lincah mulai membalut luka jahitan Aldo dengan perban.


"Dalam waktu satu jam, jika Aldo demam, berikan obat ini untuk nya" ucap Keyra sambil mengemas semua perlengkapan nya dan memasukannya kembali ke dalam kotak kecil


Tuan Alexander pun menerima obat yang di berikan oleh Keyra, meski dirinya merasa bingung melihat pil yang berbentuk bulat hitam itu, tapi dia tak mau banyak bertanya.


Saat ini dia hanya ingin fokus pada kesehatan Aldo saja.


"Nona, bisakah anda memeriksa Asisten Antony juga? Keadaan nya tak jauh berbeda dengan putraku" ucap tuan Dimitri.


Keyra pun mengangguk lalu mengikuti seorang pelayan menuju ke kamar Antony.


Keyra kembali ke rumah nya tepat pukul 04:00 dini hari, dengan langkah pelan dia segera kembali ke kamar nya dan melanjutkan waktu tidur nya yang tadi terganggu.


Keesokan harinya, Aldo dan Antony terbangun dari tempat tidur nya, mereka pun melihat seluruh luka yang ada di tubuhnya telah tertutup perban, bahkan memar di wajahnya pun telah menghilang karena cairan yang di suntikan oleh Keyra hingga membuat semua luka itu tak berbekas dan kembali normal.


Tap...


Tap...


Tap...


Terdengar suara langkah kaki menuju ruang makan, Aldo dan Antony segera ikut bergabung dengan anggota keluarga Damian.


Nyonya Stella tersenyum senang melihat keadaan putra nya yang baik-baik saja, dia juga sangat bersyukur karena Keyra masih mau menolong putranya meskipun dirinya telah menghina dan juga meremehkan Keyra sehari sebelum nya.


Pandangan nyonya Stella pun berubah, Keyra bukan hanya pandai bela diri tapi dia juga sangat pandai dalam hal pengobatan, dan tentu saja itu adalah nilai lebih setelah paras cantik dan juga kekayaan yang setara dengan keluarga mereka.

__ADS_1


Tidak tahu saja nyonya Stella, jika sebenarnya kekayaan Keyra berkali-kali lipat lebih banyak dari pada keluarga Damian, apalagi jika di tambah dengan beberapa perusahaan besar yang sudah di ambil alih oleh Kyara.


"Maafkan mama Aldo.. Mama tahu mama telah melakukan kesalahan besar" ucap nyonya Stella.


Aldo hanya melirik sebentar, kemudian fokus kembali pada sarapan nya.


"Mama janji, mama tak akan pernah mencampuri urusan kamu lagi, kamu boleh menikahi Keyra" ucap nyonya Stella.


Aldo pun bangkit dari tempat duduk nya kemudian melangkah kembali ke kamar tidur nya untuk beristirahat.


Dia sama sekali tak menggubris ucapan maupun permintaan maaf dari nyonya Stella.


"Ada apa dengan Aldo? Kenapa dia terlihat tidak senang setelah aku merestui hubungannya dengan Keyra?" tanya nyonya Stella.


"Saat ini mungkin sudah terlambat nyonya, Kebencian Ara pada nyonya dan juga sikap pengecut tuan muda saat nyonya menghina ibu Keyra, membuat hubungan mereka menjadi renggang, bahkan saat ini ada dua orang pria yang sedang mendekati bu Keyra selain tuan muda" ucap Antony membuat nyonya Stella semakin merasa bersalah.


"Bagaimana mungkin?" cicit nyonya Stella


"Bagi bu Keyra, yang terpenting dalam hidup nya adalah kebahagiaan putrinya, begitu juga sebaliknya. Bahkan kini Ara mulai mendekatkan bu Keyra dengan tuan Lucas yang merupakan seorang anggota militer dan terus menjauhkan tuan muda dari bu Keyra" ucap Antony.


"Jika memang Keyra tak memiliki perasaan apa pun pada Aldo, lalu kenapa dia menyelamatkan kita semua?" tanya Nyonya Stella kembali.


"Karena bu Keyra adalah wanita yang luar biasa, dia akan membungkam mulut musuhnya dengan sebuah tindakan nyata meskipun itu akan melukai dirinya sendiri, yang terpenting untuk nya, dia tak memiliki hutang jasa terhadap orang lain." ucap Antony kembali dengan panjang lebar.


Deg...


Deg...


Deg...


Jantung nyonya Stella berdetak kencang, dia saat ini menyesali kecerobohan nya sendiri yang membuat putra nya harus kehilangan wanita yang di cintai dan dia merasakan penyesalan yang mendalam.


"Jadi seperti ini cara Keyra membalas dendam padaku? Dengan menyelamatkan seluruh keluargaku dan membuat kami semua berhutang nyawa? Aku benar-benar menyesal telah salah menilai nya" gumam nyonya Stella dalam hati.


Akhirnya dia menyadari kesalahan dan juga keegoisannya sendiri, kini dia benar-benar merasa malu pada Keyra dan juga Kyara. Nyonya Stella seakan sudah tak memiliki wajah untuk bertemu dengan keduanya.

__ADS_1


__ADS_2